News

Kisah Pilu Gadis Kecil di Riau, Hidupi 2 Adiknya yang Masih Balita


Metro24, Riau – Andini (14) sudah dua pekan ditinggal ibu kandungnya Ijaz (40) yang meninggal karena penyakit TBC. Sang ayah juga meninggalkannya sebelum sang ibu wafat. Kini, gadis kecil itu harus mengasuh dua adiknya yang masih balita seorang diri, Senin 27/01/25.

Andini beralamat di Dusun Telayap, Desa Pangkalan Tampoi, Kabupaten Pelalawan, Riau. Rumahnya hanya berdinding kayu dan berukuran tak lebih dari 3×3 meter.

Ibunya meninggal dunia pada 3 Januari ini karena mengidap penyakit TBC stadium tiga. Andini sekarang tinggal bersama adiknya Purwanti berusia 1,6 tahun dan Duratul Jannah usia 5 bulan.

“Sebelum adiknya paling kecil lahir, bapaknya sudah meninggalkan mereka. Artinya Duratul Jannah masih dalam kandungan bapaknya sudah meninggalkannya,” kata Wakil Ketua Yayasan Mualaf Alrisalah, Dedi Azwandi saat berbincang dengan detikcom, di Pangkalan Kerinci, Pelalawan

Ibunda Andini sebetulnya sudah mendapatkan bantuan dari Yayasan Mualaf Alrisalah untuk berobat ke rumah sakit. Dedi mengaku sudah sekuat tenaga membantu.

“Ada sekitar 6 anam bulan tim kita melakukan perawatan terhadap ibu Andini untuk dirujuk ke rumah sakit. Segala upaya kita bantu sesuai dengan kemampuan kami,” kata Dedi.

Selama ibunya sakit, Andini terpaksa berhenti sekolah. Sejak enam bulan lalu sehari-harinya Andini harus merawat adik-adiknya.

Adik yang paling kecil mestinya mendapat asupan ASI. Namun, terlalu berisiko jika mendapat asupan ASI dari ibunda.

“Sewaktu ibunya masih hidup, kondisi kedua balitanya juga harus dijauhkan dari ibunya, karena penyakit TBC bisa menular,” ujar Dedi.

Semasa ibunya sakit posisi Andini menjadi tulang punggung buat menjaga ibu dan adik-adiknya. Kondisi inilah yang memaksanya harus berhenti sekolah yang mestinya sudah duduk di bangku SMP kelas II.

Setelah ibunya meninggal, bantuan sembako mengalir buat Andini. Bantuan para dermawan membuat Andini sampai sekarang bisa bertahan.

“Kami setiap minggunya memberikan bantuan sembako buat Andini. Dana bantuan ini dari kawan-kawan yang tergabung dalam Sedekah Rombongan.

Kondisi Andini memang sangat memprihatinkan. Dia cukup kuat untuk merawat kedua adiknya yang semestinya butuh perhatian kedua orang tuanya,” sesal Dedi.

This post was published on 27/01/2025 1:05 pm

Admin Metro24

Recent Posts

Kapolres Gresik Ungkap Lima Kasus Kejahatan, Korban Bersyukur Motor dan Barang Berharga Kembali

Metro24, GRESIK - Kepolisian Resor (Polres) Gresik kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Dipimpin langsung Kapolres Gresik…

3 jam ago

LPKAN Jatim: Stok Qurban 2026 Surplus, Tapi Kesiapan SKKH dan Dampak Rupiah Melemah Jadi Kunci Lindungi Petani

Metro24, SURABAYA – Lembaga Pengawas Kinerja Aparatur Negara Provinsi Jawa Timur (LPKAN Jatim) mengapresiasi kesiapan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam…

8 jam ago

LPKAN Jatim: 24.365 Hewan Qurban Ditolak 2025, Pengawasan 2026 Harus Lebih Ketat*

Metro24, SURABAYA – Lembaga Pengawas Kinerja Aparatur Negara Provinsi Jawa Timur mencatat sebanyak 24.365 ekor hewan qurban ditolak masuk pasar…

10 jam ago

Masjid Nusantara dan Rumah Zakat Gelar Seminar Strategi Kemandirian Lembaga Umat

Metro24, YOGYAKARTA — Seminar bertajuk “Roadmap 5 Tahun Menuju Lembaga Mandiri Operasional” sukses digelar pada Sabtu pagi, 16 Mei 2026,…

1 hari ago

LPKAN Indonesia Soroti Risiko Fiskal, Tata Kelola MBG, dan Dampak Pelemahan Rupiah terhadap Hak Dasar Rakyat

Metro24, SURABAYA, 17 Mei 2026* Lembaga Pengawas Kinerja Aparatur Negara Indonesia (LPKAN) menilai situasi fiskal nasional 2026 memasuki fase yang…

1 hari ago

Muncul ke Publik, Aipda Slamet Hutoyo Akui Lakukan Penganiayaan, Kuasa Hukum Desak Polrestabes Surabaya Gelar Perkara

Metro24, SURABAYA - Nama anggota jajaran Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Aipda Slamet Hutoyo menjadi populer dalam sepekan terakhir ini.…

1 hari ago