Metro24, Kuantan Singingi – Pihak pengelola kebun Pemerintah Daerah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) Gova Rizky Pratama sangat menyayangkan timbulnya berita tanpa akurasi dan konfirmasi.
Ia pun menepis dan membantah terkait rumor adanya aktivitas pertambangan emas ilegal (PETI) yang beredar di lahan tersebut.
Sebelumnya Gova menjelaskan dengan tegas kepada media metro24 kalau memang ada aktivitas PETI di pahan Pemda Kuansing saya orang pertama yang melaporkan palakunya..red
Lanjutnya ” kok malah saya yang di tuduh ? Ini kan aneh ” pungkas Gova dengan nada serius.
Sebelumnya, kebun Pemda yang terletak di Desa Jake, Kecamatan Kuantan Tengah itu diisukan terdapat aktivitas PETI di dalamnya.
“Sudah saya cek, tidak ada satupun aktivitas PETI di kebun Pemda, tidak benar ada PETI di kebun Pemda seperti yang diberitakan beberapa media online,” kata Gova Riski Pratama, Kamis (29/5/25).
Gova pun mengatakan akan menjelaskan isu terkait PETI di lahan Pemda ke Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kuansing.
Kendati demikian, Gova tidak menampik jika ada aktivitas PETI di lahan yang berdekatan dengan kebun Pemda.
Namun setelah dilakukan cros-chek lokasi tersebut di luar kawasan kebun Pemda yang mereka kelola pungkasnya
Gova pun menyayangkan munculnya pemberitaan terkait PETI di kebun Pemda tanpa adanya konfirmasi terhadap pihak pengelola sehingga munculnya isu liar dan stigma negatif di tengah masyarakat.
Gova menyampaikan ” profesional lah seharusnya sebagai wartawan, sebelum memuat suatu berita, karena informasi miring adalah merupakan penyesatan publik yang bisa mengarah tindak pidana ” ungkapnya
Oleh karena itu kepada teman teman awak media mohon menghubungi saya terlebih dahulu apapun yang terjadi dalam kebun pemda dan Saya siap 24 jam menjawab pertanyaan teman teman media,” Pungkas Gova
Ia pun menyatakan bahwa, sebagai pihak ketiga mereka berkomitmen untuk menjadikan Kebun Pemda sebagai pundi-pundi penambah pendapatan asli daerah (PAD).
Kemudian PAD yang dihasilkan dari kebun dengan luas sekitar 80an hektare tersebut berasal dari hasil penjualan karet yang mereka setorkan ke kas daerah.
“Nominal yang kami setorkan sudah sesuai dengan perhitungan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Pekanbaru,” jelasnya.
This post was published on 30/05/2025 9:55 am
Metro24, PASURUAN - Sidang praperadilan yang digelar pada Jumat, 8 Mei 2026 di Pengadilan Negeri Bangil mendadak menjadi sorotan publik…
Metro24, SIDOARJO -Bank Syariah Annisa Mukti memberikan pembekalan tentang literasi keuangan syari'ah kepada 50 kader ibu PKK di Perumahan Jaya…
Metro24, GRESIK - Gerak cepat jajaran Unit Reskrim Polsek Duduksampeyan membuahkan hasil. Seorang pria yang nekat menyamar sebagai anggota polisi…
Metro24, Mojokerto — Semangat generasi muda dalam melestarikan budaya dan memperkenalkan potensi daerah kembali terlihat dalam ajang Pemilihan Duta Wisata…
Metro24, SIDOARJO -Suasana akrab dan penuh dialog mewarnai kegiatan ngopi bareng antara Kapolresta Sidoarjo dengan sejumlah perwakilan mahasiswa di Kedai…
Metro24, Kuantan Singingi — Himpunan Mahasiswa Islam Majelis Penyelamat Organisasi Cabang Kuantan Singingi menyatakan dukungan terhadap pelaksanaan Musda ulang BADKO…