Metro24,SURABAYA – Aliansi Madura Indonesia (AMI) berharap agar rencana aksi elemen Jawa Timur Menggugat tanggal 3 September nanti ditunda. Alasan, kondisi keamanan di Jawa Timur khususnya di Surabaya rawan ricuh.
“Kami berharap dan menghimbau ditunda terlebih dahulu pasca ada pembakaran gedung Grahadi Surabaya. Kalau nekat menggelar aksi, maka rawan akan ditunggangi aksinya dari kelompok yang menginginkan aksi anarkis di dalam aksi tersebut,”ujar Ketum AMI Baehaqi Akbar, senin 1 September 2025.
Menurut dia, pihaknya menghormati penyampaian aspirasi dari masyarakat di jalur terbuka, namun untuk saat ini lebih baik ditunda.”Demi menjaga kondisi yang kondusif, lebih baik ditunda terlebih dahulu sampai kondisi keamanan di Jawa Timur benar-benar aman, “terangnya.
Sebelumnya, dalam aksi beberapa hari lalu, gedung grahadi Surabaya dibakar oleh massa yang anarki. Dalam pembakaran tersebut, massa yang anarki sempat melakukan penjarahan terhadap ruang wartawan di gedung cagar budaya tersebut.
Sekedar diketahui, elemen Jawa timur Menggugat merencanakan aksi besar untuk melakukan pemakzulan terhadap gubernur Khofifah. Dalam aksi tersebut mereka mengeluarkan beberapa tuntutan diantaranya antaranya meminta Khofifah menghapus pajak dan tunggakan pajak kendaraan bermotor seperti yang berlaku di Jawa Barat, baik roda dua maupun roda empat.
Kemudian yang kedua mengusut tuntas dugaan korupsi dana hibah Pemprov Jatim triliunan rupiah yang diduga melibatkan Khofifah Gubernur Jatim. Dan ketiga, hapus dugaan pungli di SMA/ SMK Negeri di Jawa Timur.
This post was published on 01/09/2025 10:04 am
Metro24, PASURUAN - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pasuruan menyatakan akan segera menerbitkan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) tahap…
Metro24, Gresik, 15 Juni 2026 — DPD LDII Kabupaten Gresik melakukan silaturahim dengan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PD Muhammadiyah) Gresik di…
Metro24, SURABAYA -Menyikapi maraknya demo mahasiswa ,bergelombang diberbagai daerah di Indonesia yang memprotes program MBG , Kepala negara harus mengambil…
Metro24, SIDOARJO - Kasus dugaan persetubuhan dan pencabulan anak di bawah umur di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, kembali memicu gelombang…
Metro24, BEKASI– Seorang karyawati swasta bernama Siti Rokaya (21), yang bekerja di PT Midea, diduga menjadi korban penganiayaan setelah mengalami…
Metro24, JAKARTA – Aliansi Rakyat untuk Keadilan dan Kesejahteraan Indonesia (ARUKKI) resmi menggugat Presiden Republik Indonesia ke Pengadilan Tata Usaha…