News

Abednego Panjaitan Tokoh Publik Angkat Bicara Terkait Polemik Ijazah Presiden Joko Widodo Desak Segera Hentikan Kepada Instansi Polri

Metro24, Jakarta – Tokoh masyarakat Abednego Panjaitan mendesak Kepolisian Republik Indonesia (Polri) untuk segera menuntaskan penyelidikan terkait polemik ijazah Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang kembali ramai diperbincangkan di ruang publik.

Dalam keterangannya kepada awak media, Abednego menilai isu ijazah tersebut telah menimbulkan kegaduhan nasional dan berpotensi memecah belah masyarakat, terutama di media sosial yang dipenuhi perdebatan tajam antara pendukung dan pihak yang meragukan keaslian dokumen pendidikan Jokowi.

“Polri harus segera menyelesaikan persoalan ini. Masyarakat sudah lelah dengan narasi yang sengaja digoreng untuk menyerang pribadi Presiden dan keluarganya. Sudah banyak bukti yang menunjukkan bahwa Jokowi memang pernah kuliah di UGM,”

ujar Abednego Panjaitan di Jakarta, Kamis (16/10/2025).

🔹 Minta Penegakan Hukum Tegas terhadap Penyebar Fitnah

Abednego menegaskan, pihak-pihak yang terus menyebarkan tuduhan palsu seharusnya segera ditindak tegas. Menurutnya, lembaga penerbit ijazah dan Universitas Gadjah Mada (UGM) telah memberikan konfirmasi resmi bahwa Joko Widodo adalah alumnus sah kampus tersebut.

Ia pun menilai bahwa perdebatan ini bukan lagi soal fakta, tetapi sudah mengarah pada kampanye politik negatif untuk merusak reputasi keluarga Jokowi menjelang tahun politik.

“Kalau bukti dan kesaksian sudah jelas, apa lagi yang ditunggu? Polri sebaiknya bertindak tegas terhadap pihak yang dengan sengaja memproduksi fitnah ini. Masyarakat berhak atas kebenaran, bukan kebohongan yang dikemas dalam politik framming,” tegasnya.

🔹 Soroti Politisasi dan Framming terhadap Keluarga Jokowi

Lebih lanjut, Abednego juga menilai bahwa polemik serupa terhadap Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menunjukkan adanya pola serangan politik sistematis terhadap keluarga Presiden.

Ia menyebut isu ijazah hanyalah salah satu bentuk framing politik untuk mendeligitimasi keluarga Jokowi di tengah dinamika politik nasional.

“Kita lihat polanya sama: menyerang Jokowi, lalu menyeret nama Gibran. Padahal soal pendidikan Gibran juga sudah terbuka. Ini bukan upaya mencari kebenaran, tapi jelas upaya menjatuhkan,” ujarnya.

Menurut Abednego, fenomena ini menunjukkan bahwa sebagian kelompok masih menggunakan isu pribadi untuk menurunkan kepercayaan publik terhadap mantan Presiden dan keluarganya, meskipun masa jabatan Jokowi telah berakhir.

🔹 Kritik Media yang Dinilai Memperkeruh Situasi

Selain kepada aparat penegak hukum, Abednego juga mengkritik sebagian media arus utama yang dianggap ikut memperbesar polemik dengan menonjolkan sisi sensasional ketimbang klarifikasi resmi.

“Media mestinya menjadi penjernih, bukan pemantik. Banyak masyarakat bawah sudah muak dengan berita yang menggiring opini tanpa dasar. Media seharusnya membantu masyarakat memahami fakta, bukan memperkeruh keadaan,” tuturnya.

Ia pun menyerukan agar seluruh pihak kembali pada prinsip tabayun (klarifikasi) dan tanggung jawab informasi publik, terutama dalam menghadapi isu yang dapat memecah belah bangsa.

🔹 Dorongan Publik untuk Klarifikasi Tuntas

Pernyataan Abednego sejalan dengan dorongan berbagai kalangan agar Polri dan instansi terkait segera menyampaikan hasil penyelidikan resmi untuk menghentikan spekulasi publik.

Beberapa akademisi menilai bahwa kepastian hukum dan kejelasan informasi terkait isu ijazah Jokowi dapat menjadi langkah penting untuk memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara dan media.

“Abednego Panjaitan: Sudahi Fitnah Ijazah Jokowi, Polri Harus Tegas”

“Abednego Desak Polri Tuntaskan Polemik Ijazah Jokowi: Jangan Biarkan Negara Gaduh”

“Polemik Ijazah Jokowi Dinilai Bermuatan Politik, Abednego Minta Polri Bertindak”

(H.R)

This post was published on 16/10/2025 2:49 pm

Admin Metro24

Recent Posts

Polsek Benai Tertibkan Aktivitas PETI di Desa Talontam, (Setingkai) Dibakar untuk Cegah Operasi Kembali

Metro24, KUANTAN SINGINGI – Kepolisian Sektor (Polsek) Benai kembali menunjukkan komitmennya dalam memberantas aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di…

9 jam ago

Dr. Didi Sungkono, S.H., M.H.: “Tidak Boleh Oknum POLRI ‘Arogan’ Pukul Anak Buah, Ini Perbuatan Pidana, Harus diusut Secara Transparan.”

Metro24, SURABAYA -Dugaan penganiayaan yang menyeret nama Wakapolres Blitar terhadap ajudannya terus menjadi perhatian publik. Di tengah bantahan resmi dari…

19 jam ago

Polisi Cinta Petani, Bhabinkamtibmas Polsek Buduran Kawal Ketahanan Pangan Demi Wujudkan Swasembada Pangan Nasional

Metro24, SIDOARJO – Komitmen mendukung program ketahanan pangan nasional terus ditunjukkan jajaran Polresta Sidoarjo melalui peran aktif Bhabinkamtibmas di wilayah…

19 jam ago

Over Kapasitas 86 Persen, LPKAN Desak Pemerintah Tetapkan Status Darurat Lapas Nasional

Metro24, JAKARTA- 8 Juni 2026 DPP LPKAN INDONESIA menyatakan *STATUS DARURAT NASIONAL PEMASYARAKATAN*. Kondisi Lapas/Rutan Indonesia hari ini bukan lagi…

19 jam ago

Polisi dan Petani Tingkatkan Program Swasembada Jagung, Pantau Lahan Jagung Desa Kedungsukodani

Metro24, Sidoarjo -Komitmen Polresta Sidoarjo dalam mendukung program ketahanan pangan nasional terus diwujudkan melalui pendampingan kepada para petani. Salah satunya…

1 hari ago

Polres Gresik Terima 15 Taruna Akpol Angkatan 58, Kapolres Tekankan Penguatan Pengalaman Lapangan

Metro24, GRESIK - Polres Gresik resmi menerima 15 Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) Tingkat III Angkatan 58 Batalyon Ksatriya Hawin Sarwahita…

2 hari ago