Categories: News

BPD Kuansing Dinilai Gagal Pengawasan, Aktivis: Jangan Cuma Cari Panggung

Kuantan Singingi, Metro24.co.id – Beredar video audiensi para ketua Forum Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) bersama anggota DPRD Kuansing terkait gagalnya APBD P tahun 2023, menuai sorotan publik.

Dalam video tersebut, salah seorang perwakilan BPD, Marzuki, menyampaikan bahwa dirinya merasa miris dengan kondisi yang terjadi di Kuansing. Ia menyarankan agar pemerintah dan DPRD melakukan introspeksi diri.

“Yang membuat saya miris dengan pemerintahan yang sama fraksi yang sama yang mengusung pemerintahan terpilih sekarang. RPJMD nya itu juga. Ndak malu awak (ndk malu kita) ambo mohon maaf ta jadi apo kito kini go (entah jadi apa kita sekarang) ambo menginginkan rill yang jelas (saya menginginkannya),” ujar Marzuki.

Ia juga merasa malu dengan kondisi Kuansing saat ini. “Ko jalan awak ciek ka kiri ciek kanan (ini jalan kita satu ke kiri, satu ke kanan, itu asumsi masyarakat kita. Jangankan masyarakat luar. Kini lah tabedo kito ma (sudah parah kita kini). Walaupun APBD-P itu wajib tapi ada yang harus disesuaikan pendapatan dan belanja daerah,” ungkapnya.

Hal ini menimbulkan kesan seolah-olah BPD Kuansing mengurui DPRD Kuansing.

Boby Hariansyah Purba, seorang politikus muda dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), menanggapi hal ini dengan ucapan “Menepuk air didulang terbecak muka sendiri”.

Tungau disebrang Lautan tampak, Gajah dipelupuk mata tidak Kelihatan, ujar Boby.

Dalam artian, anggota BPD pun tidak sadar diri mereka pun gagal melakukan tugas dan fungsi dalam pengawasan di Desa.

“Yang jadi pertanyaan saya apakah BPD sudah juga menjalankan tugas dan kewajibannya? Kalau saya pribadi melihat BPD belum bekerja sesuai tupoksinya, buktinya begitu banyak para kepala desa yang bermasalah hukum terkait penggunaan dana desa,” ujar Boby.

Sesuai dengan Permendagri No.110/2016, Badan Permusyawaratan Desa mempunyai fungsi, membahas dan menyepakati Rancangan Peraturan Desa bersama Kepala Desa, menampung dan menyampaikan aspirasi masyarakat desa, dan melakukan pengawasan kinerja Kepala Desa.

Boby juga menilai bahwa audiensi BPD Kuansing dengan DPRD Kuansing tersebut tidak ada gunanya.

Jangan BPD terkesan bermain Politik, tidak usah mencari panggung dalam hal ini, bukan memberikan penyejukan dan mendinginkan suasana yang terjadi saat ini,” ujar Boby.

Kita bukan tidak tau kalau BPD ini sudah merengek-rengek seperti anak kecil ketika audiensi dengan DPRD kabupaten kuantan Singingi untuk minta dibelikan inventaris Honda baru. Padahal sudah jelas dirapat dengar pendapat kemarin bahwa dewan tidak melarang anggaran itu asal sesuai dengan anggaran yang ada dan aturannya,” ujar Boby.

Tapi kalau seperti ini tingkah laku BPD yang hanya mencari panggung tapi lupa dengan kinerja mereka sendiri.pengawasan di Desa-desa seperti banyaknya BUMdes disetiap desa yang mati suri dan banyaknya para Kades yang tersandung masalah Hukum dan yang dilakukan Riksus oleh Inspektorat.ini adalah bentuk BPD tidak menjalan tugas dan tupoksinya,”ujar Boby

This post was published on 05/10/2023 4:30 am

Tags: BPD Kuansing
Admin Metro24

Recent Posts

Kapolres Gresik Ungkap Lima Kasus Kejahatan, Korban Bersyukur Motor dan Barang Berharga Kembali

Metro24, GRESIK - Kepolisian Resor (Polres) Gresik kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Dipimpin langsung Kapolres Gresik…

5 jam ago

LPKAN Jatim: Stok Qurban 2026 Surplus, Tapi Kesiapan SKKH dan Dampak Rupiah Melemah Jadi Kunci Lindungi Petani

Metro24, SURABAYA – Lembaga Pengawas Kinerja Aparatur Negara Provinsi Jawa Timur (LPKAN Jatim) mengapresiasi kesiapan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam…

10 jam ago

LPKAN Jatim: 24.365 Hewan Qurban Ditolak 2025, Pengawasan 2026 Harus Lebih Ketat*

Metro24, SURABAYA – Lembaga Pengawas Kinerja Aparatur Negara Provinsi Jawa Timur mencatat sebanyak 24.365 ekor hewan qurban ditolak masuk pasar…

11 jam ago

Masjid Nusantara dan Rumah Zakat Gelar Seminar Strategi Kemandirian Lembaga Umat

Metro24, YOGYAKARTA — Seminar bertajuk “Roadmap 5 Tahun Menuju Lembaga Mandiri Operasional” sukses digelar pada Sabtu pagi, 16 Mei 2026,…

1 hari ago

LPKAN Indonesia Soroti Risiko Fiskal, Tata Kelola MBG, dan Dampak Pelemahan Rupiah terhadap Hak Dasar Rakyat

Metro24, SURABAYA, 17 Mei 2026* Lembaga Pengawas Kinerja Aparatur Negara Indonesia (LPKAN) menilai situasi fiskal nasional 2026 memasuki fase yang…

1 hari ago

Muncul ke Publik, Aipda Slamet Hutoyo Akui Lakukan Penganiayaan, Kuasa Hukum Desak Polrestabes Surabaya Gelar Perkara

Metro24, SURABAYA - Nama anggota jajaran Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Aipda Slamet Hutoyo menjadi populer dalam sepekan terakhir ini.…

1 hari ago