News

Sepucuk Surat Bocah SD di Ngada: Pesan Sunyi untuk Ibu yang Menggugah Nurani

Metro24, Ngada, NTT – Kesunyian pagi di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), berubah menjadi duka mendalam. Seorang bocah laki-laki berusia 10 tahun, siswa kelas IV Sekolah Dasar berinisial YBR, ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tak wajar. Kepergiannya meninggalkan luka yang sulit diungkapkan dengan kata-kata.

Di balik tragedi itu, tersisa sepucuk surat kecil—ditulis tangan dengan bahasa daerah setempat. Isinya sederhana, polos, namun menyesakkan. Surat tersebut merupakan pesan perpisahan YBR untuk sang ibu. Tidak ada kemarahan, hanya ungkapan sedih, kecewa, dan satu permintaan tulus: agar ibunya tidak bersedih.

Polisi membenarkan bahwa surat tersebut ditulis oleh almarhum. “Tulisan tangan itu milik korban. Isinya sedang kami dalami untuk mengetahui latar belakang perasaan korban,” ujar pihak kepolisian.

Sehari-hari, YBR tinggal bersama neneknya. Orang tuanya berada di desa tetangga.

Seperti anak-anak lain, ia seharusnya berangkat ke sekolah pagi itu. Namun langkah kecil itu tak pernah sampai ke ruang kelas. Pagi itu, YBR memilih diam—dan keheningan itulah yang kini bergema panjang di hati banyak orang.

Warga sekitar tak kuasa menahan air mata. Mereka mengenal YBR sebagai anak pendiam. Tak banyak mengeluh. Tak banyak bicara. Namun rupanya, di balik diamnya, ada perasaan yang tak sempat tertutur.

Kematian YBR bukan sekadar peristiwa tragis. Ia adalah pengingat yang menyakitkan bahwa dunia anak-anak sering kali lebih berat dari yang terlihat. Bahwa hal-hal yang tampak kecil bagi orang dewasa, bisa menjadi beban besar bagi jiwa seorang anak.

Kini, sepucuk surat itu menjadi saksi bisu—tentang seorang anak yang ingin dimengerti, didengar, dan diperhatikan. Pesan kecil dari tangan mungil itu seolah mengetuk nurani kita semua.

Barangkali, inilah saatnya kita lebih berhenti sejenak. Lebih hadir. Lebih bertanya dengan lembut. Lebih mendengar tanpa menghakimi. Karena bisa jadi, ada anak-anak di sekitar kita yang sedang memikul beban dalam diam.

🕊️ Selamat jalan, YBR.

Doamu tertinggal di kertas kecil, namun pesannya hidup di hati banyak orang

This post was published on 04/02/2026 1:24 pm

Admin Metro24

Recent Posts

Vonis 2 Bulan, Nyawa Melayang AMI Sebut Pengadilan Negeri Surabaya Gagal Total*

Metro24, Surabaya - Putusan kontroversial Pengadilan Negeri Surabaya yang hanya menjatuhkan hukuman dua bulan penjara terhadap pelaku kecelakaan lalu lintas…

1 jam ago

Polresta Sidoarjo Dorong Swasembada Pangan, Lahan Jagung di Balongbendo Siap Panen

Metro24, SIDOARJO -Upaya mendukung program swasembada pangan nasional terus digencarkan Kapolresta Sidoarjo Kombes. Pol. Christian Tobing melalui Polsek jajaran. Salah…

21 jam ago

Aksi Cepat Satlantas Polres Gresik Padamkan Motor Terbakar di Depan Terminal Bunder

Metro24, GRESIK – Respons cepat ditunjukkan jajaran Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Gresik saat membantu memadamkan kebakaran sepeda motor di…

21 jam ago

Antisipasi Dampak Gejolak Timur Tengah, Polisi Sidoarjo Masifkan Patroli Jaga Kamtibmas

Metro24, SIDOARJO -Sebagai langkah antisipasi terhadap potensi kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) akibat situasi geopolitik di Timur Tengah, Polresta Sidoarjo…

1 hari ago

Respons Cepat Satpolairud Polres Gresik Bantu Evakuasi Jasad Lansia di Dermaga Pelabuhan Petro

Metro24, GRESIK - Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) Polres Gresik bergerak cepat mengevakuasi jasad seorang pria lanjut usia yang…

1 hari ago

Bapanas RI dan Satgas Pangan Polres Gresik Sidak Pasar, Harga Bapokting Stabil

Metro24, GRESIK - Untuk menjaga stabilitas harga pangan, Badan Pangan Nasional (Bapanas) RI bersama Satgas Pangan Polres Gresik melakukan sidak…

1 hari ago