News

Sakera Berulah, Polres Pasuruan Keluarkan DPO untuk 2 Anggotanya”

Metro24, Pasuruan – Polres Pasuruan resmi menerbitkan surat Daftar Pencarian Orang (DPO) terhadap dua oknum yang diduga merupakan anggota organisasi masyarakat (Ormas) SAKERA, yakni Komaruddin dan Samsul Arifin. Keduanya telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penganiayaan dan pengeroyokan terhadap sejumlah anggota Buser Rentcar Nasional (BRN) Korda Jawa Timur.

 

Surat DPO bernomor: DPO/II/19/2026/Satreskrim, tertanggal 18 Februari 2026, diterbitkan sebagai tindak lanjut dari Laporan Polisi nomor: LP/B/103/XII/2025/SPKT/POLRES PASURUAN/POLDA JAWA TIMUR, yang dilaporkan pada 24 Desember 2025 oleh Yosia Calvin Pangalela (39), Ketua BRN Korda Jawa Timur.

 

Surat tersebut ditandatangani oleh Kasat Reskrim Polres Pasuruan, AKP Adimas Firmansyah.

Identitas dan Ciri-ciri Tersangka

 

Berdasarkan data Polres Pasuruan, berikut identitas kedua tersangka:

 

1. Komaruddin

Lahir: Pasuruan, 5 September 1997

Alamat: Dusun Sadan Tengah RT 003 RW 003, Desa Kalirejo, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan

Ciri-ciri: Tinggi badan 167 cm, rambut hitam, kulit sawo matang

2. Samsul Arifin

Lahir: Pasuruan, 15 Desember 1990

 

Alamat: Dusun Kekali RT 003 RW 002, Desa Kalirejo, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan

Ciri-ciri: Tinggi badan 167 cm, rambut hitam, kulit sawo matang, bertato di lengan kanan

Kuasa hukum pelapor BRN Jawa Timur, Dodik Firmansyah, mengapresiasi langkah Satreskrim Polres Pasuruan yang telah menerbitkan DPO terhadap kedua tersangka.

 

“Lebih baik dua orang DPO tersebut menyerahkan diri dan mengikuti proses hukum di Polres Pasuruan. Karena setelah ditetapkan DPO, seluruh jajaran Kepolisian akan mencari dan menangkapnya,” ujar Dodik, Rabu (18/2/2026).

 

Kronologi Singkat Kejadian

Kasus dugaan pengeroyokan tersebut terjadi pada Senin, 22 Desember 2025 sekitar pukul 01.00 WIB, di jalan masuk Dusun Babatan, Desa Kalirejo, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan.

 

Peristiwa bermula saat anggota BRN Jawa Timur mendatangi lokasi untuk mengambil satu unit kendaraan Toyota Innova Reborn yang sebelumnya disewa oleh seseorang bernama Kiki dari rental milik anggota BRN, H. Faisol. Setelah masa sewa berakhir, kendaraan tidak dikembalikan dan penyewa tidak dapat dihubungi.

 

Melalui pelacakan GPS, kendaraan diketahui berada di wilayah Pasuruan. Saat ditemukan di Desa Kalirejo dan dikendarai oleh Ali Ahmad, anggota BRN berupaya menghentikan kendaraan dan meminta pengemudi keluar secara baik-baik.

 

Namun, situasi memanas setelah Ali Ahmad diduga menghubungi rekannya. Tak lama kemudian, puluhan massa yang diduga dari Ormas SAKERA datang ke lokasi. Ali Ahmad kemudian membuang kunci mobil ke area persawahan.

 

Kericuhan pun terjadi. Sejumlah anggota BRN dilaporkan menjadi korban pengeroyokan dan mengalami luka-luka hingga harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Selain itu, setidaknya tujuh unit mobil dilaporkan mengalami kerusakan akibat insiden tersebut.

 

H. Faisol mengaku situasi saat itu sangat mencekam.

“Situasi saat itu sangat panas. Saya ditawur oleh banyak orang. Bahkan ada yang mengancam dengan clurit dan bondet,” ujarnya.

 

Ia menambahkan, sekitar 30 menit kemudian, anggota Polsek Sukorejo tiba di lokasi. Namun, menurutnya, situasi kekerasan masih sempat berlangsung.

 

Jeratan Hukum

 

Kedua tersangka dijerat dengan dugaan pelanggaran Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP atau Pasal 262 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

 

Polres Pasuruan saat ini masih terus melakukan pencarian terhadap kedua tersangka dan mengimbau masyarakat yang mengetahui keberadaan DPO agar segera melaporkan kepada pihak kepolisian terdekat (Redho)

This post was published on 18/02/2026 7:00 am

Admin Metro24

Recent Posts

Jangan Gadaikan Harga Diri Hanya Demi Dua Juta Rupiah

Metro24, Mojokerto – “Kehormatan dan harga diri jauh lebih utama daripada nilai materi yang sementara.” Pernyataan tegas itu disampaikan Advokat…

5 jam ago

Kapolsek Cerenti Cek Lahan 6 Hektare untuk Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Metro24, Kuantan Singingi - Kapolsek Cerenti IPTU Peri Padli memimpin langsung pengecekan lahan ketahanan pangan enam desa di Kecamatan Cerenti,…

13 jam ago

DPP LPKAN INDONESIA Apresiasi Reformasi Propam Polri dan Tindakan Tegas Bareskrim Mabes Polri terhadap Oknum Perwira

Metro24, JAKARTA – Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Pengawas Kinerja Aparatur Negara Indonesia (DPP LPKAN INDONESIA) mengapresiasi dua langkah penting yang…

14 jam ago

IPAL Andre Raja Nusantara Hadir Berikan Solusi Modern Sistem Pengolahan Air Limbah

Metro24, SIDOARJO -Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan limbah yang aman dan ramah lingkungan terus meningkat. Menjawab kebutuhan tersebut, IPAL Andre…

17 jam ago

Kebangkitan Nasional di Era Digital, Dari Budi Utomo Menuju Generasi Emas Indonesia

Metro24, Tanggal 20 Mei selalu menghadirkan ruang refleksi bagi bangsa Indonesia. Hari itu bukan sekadar penanda kalender nasional, melainkan simbol…

17 jam ago

Kasat Narkoba Polres Metro Bekasi Klarifikasi Dugaan Pemerasan Anggota yang Viral di Media Sosial

Metro24, Kabupaten Bekasi - Kasat Resnarkoba Polres Metro Bekasi, AKBP Hannry P.H. Tambunan, memberikan klarifikasi terkait video viral di media…

21 jam ago