News

IURAN AIR BERSIH FANTASTIS, WARGA DESA KADEMUNGAN TUNTUT TRANSPARANSI BUMDES

PASURUAN – Polemik iuran air bersih di Desa Kademungan, Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan, kian memanas. Warga mengeluhkan besaran iuran yang dinilai tidak masuk akal, mulai dari Rp141 ribu hingga menembus Rp400 ribu per bulan. Ironisnya, menurut warga, tidak ada penjelasan terbuka terkait pengelolaan maupun peruntukan dana yang mereka bayarkan setiap bulan.

 

 

Air bersih yang seharusnya menjadi kebutuhan dasar masyarakat justru berubah menjadi beban. Sejumlah warga menyebut sistem pengelolaan oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) setempat tidak transparan dan minim akuntabilitas.

 

 

Salah satu warga yang meminta identitasnya dirahasiakan mengaku kecewa. Ia menuturkan bahwa setiap pembayaran selalu disertai kwitansi resmi, namun tidak pernah ada laporan terbuka mengenai penggunaan dana tersebut.

 

“Kami bayar rutin tiap bulan, ada bukti kwitansinya. Tapi laporan penggunaan anggarannya tidak pernah dipaparkan. Kalau memang untuk operasional, perawatan, atau pengembangan jaringan, ya jelaskan secara terbuka. Jangan diam saja,” ujarnya dengan nada kesal.

Keluhan serupa juga disampaikan warga lainnya. Mereka mempertanyakan mengapa iuran bisa membengkak hingga ratusan ribu rupiah tanpa penjelasan rinci.

“BUMDes itu milik desa, milik masyarakat. Harusnya transparan. Kalau iurannya besar, kami ingin tahu detailnya. Jangan sampai dana yang terkumpul besar justru tidak jelas alirannya,” tegas seorang warga lainnya.

Warga mendesak agar pengelola segera membuka laporan keuangan secara terbuka, termasuk rincian pemasukan, pengeluaran, biaya operasional, hingga rencana pengembangan layanan. Mereka juga meminta pemerintah desa dan pihak terkait turun tangan melakukan evaluasi menyeluruh agar tidak menimbulkan kecurigaan berkepanjangan.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola BUMDes Desa Kademungan terkait keluhan warga tersebut.

Air bersih adalah hak dasar masyarakat. Ketika pengelolaannya dipertanyakan dan kepercayaan publik mulai goyah, transparansi bukan lagi pilihan—melainkan kewajiban.

(Redho)

This post was published on 25/02/2026 2:48 pm

Admin Metro24

Recent Posts

Kapolsek Cerenti Cek Lahan 6 Hektare untuk Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Metro24, Kuantan Singingi - Kapolsek Cerenti IPTU Peri Padli memimpin langsung pengecekan lahan ketahanan pangan enam desa di Kecamatan Cerenti,…

7 jam ago

DPP LPKAN INDONESIA Apresiasi Reformasi Propam Polri dan Tindakan Tegas Bareskrim Mabes Polri terhadap Oknum Perwira

Metro24, JAKARTA – Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Pengawas Kinerja Aparatur Negara Indonesia (DPP LPKAN INDONESIA) mengapresiasi dua langkah penting yang…

8 jam ago

IPAL Andre Raja Nusantara Hadir Berikan Solusi Modern Sistem Pengolahan Air Limbah

Metro24, SIDOARJO -Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan limbah yang aman dan ramah lingkungan terus meningkat. Menjawab kebutuhan tersebut, IPAL Andre…

11 jam ago

Kebangkitan Nasional di Era Digital, Dari Budi Utomo Menuju Generasi Emas Indonesia

Metro24, Tanggal 20 Mei selalu menghadirkan ruang refleksi bagi bangsa Indonesia. Hari itu bukan sekadar penanda kalender nasional, melainkan simbol…

12 jam ago

Kasat Narkoba Polres Metro Bekasi Klarifikasi Dugaan Pemerasan Anggota yang Viral di Media Sosial

Metro24, Kabupaten Bekasi - Kasat Resnarkoba Polres Metro Bekasi, AKBP Hannry P.H. Tambunan, memberikan klarifikasi terkait video viral di media…

15 jam ago

Kapolres Gresik Ungkap Lima Kasus Kejahatan, Korban Bersyukur Motor dan Barang Berharga Kembali

Metro24, GRESIK - Kepolisian Resor (Polres) Gresik kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Dipimpin langsung Kapolres Gresik…

1 hari ago