News

Wartawan Dianiaya Oknum Aparat di Probolinggo, Bung Taufik Kutuk Keras dan Desak Penegakan Hukum Tegas

Metro24, Probolinggo – Peristiwa memilukan kembali mencoreng dunia penegakan hukum di Jawa Timur. Seorang wartawan dilaporkan menjadi korban dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh dua oknum ormas sakera dan garuda sakti di Probolinggo, dalam rangkaian peristiwa yang berawal dari upaya pendampingan terhadap korban dugaan penipuan dan penggelapan kendaraan.

 

Kejadian bermula ketika tim dari biro Surabaya media CNN Radar, dipimpin oleh Kepala Biro Surabaya, Asis, tengah menjalankan aktivitas jurnalistik dengan mendampingi seseorang yang diduga menjadi korban penipuan dan penggelapan mobil. Dalam upaya membantu korban, rombongan bergerak dari Surabaya menuju Probolinggo untuk melakukan penelusuran lebih lanjut.

 

Namun, setibanya di lokasi, situasi justru berubah tegang. Wartawan yang menjalankan tugasnya secara profesional tersebut diduga mengalami tindakan penganiayaan oleh dua oknum ormas sakera dan Garuda sakti. Insiden ini menimbulkan keprihatinan mendalam, mengingat kebebasan pers merupakan bagian penting dalam sistem demokrasi yang wajib dilindungi.

 

Menanggapi peristiwa tersebut, Bung Taufik, selaku advokat dan perwakilan dari kalangan penegak hukum di Jawa Timur, menyampaikan kecaman keras atas tindakan tersebut. Ia menegaskan bahwa segala bentuk kekerasan terhadap wartawan tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun.

“Ini adalah tindakan yang sangat memprihatinkan dan mencederai prinsip negara hukum.

 

Wartawan menjalankan tugasnya dilindungi oleh undang-undang. Oleh karena itu, kami mengutuk keras dugaan penganiayaan ini dan meminta aparat penegak hukum di Probolinggo segera bertindak tegas,” ujar Bung Taufik.

 

Lebih lanjut, Bung Taufik juga mendesak agar para pelaku segera ditangkap dan diproses secara hukum tanpa adanya perlindungan terhadap oknum tertentu. Ia menekankan pentingnya transparansi dan profesionalitas dalam penanganan kasus ini agar kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum tetap terjaga.

 

Selain itu, kasus dugaan penipuan dan penggelapan kendaraan yang menjadi latar belakang kejadian ini juga diminta untuk segera diusut tuntas. Barang bukti berupa kendaraan yang diduga digelapkan harus segera diamankan guna memperjelas perkara dan memberikan kepastian hukum bagi korban.

 

Peristiwa ini diharapkan menjadi perhatian serius bagi seluruh pihak, sekaligus menjadi momentum untuk memperbaiki sistem penegakan hukum serta perlindungan terhadap insan pers di Indonesia.

 

Masyarakat kini menanti langkah konkret dari aparat di Probolinggo dalam mengungkap fakta dan memberikan keadilan bagi korban serta menindak tegas para pelaku.

This post was published on 29/03/2026 3:35 am

Admin Metro24

Recent Posts

Kapolres Gresik Ungkap Lima Kasus Kejahatan, Korban Bersyukur Motor dan Barang Berharga Kembali

Metro24, GRESIK - Kepolisian Resor (Polres) Gresik kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Dipimpin langsung Kapolres Gresik…

11 jam ago

LPKAN Jatim: Stok Qurban 2026 Surplus, Tapi Kesiapan SKKH dan Dampak Rupiah Melemah Jadi Kunci Lindungi Petani

Metro24, SURABAYA – Lembaga Pengawas Kinerja Aparatur Negara Provinsi Jawa Timur (LPKAN Jatim) mengapresiasi kesiapan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam…

16 jam ago

LPKAN Jatim: 24.365 Hewan Qurban Ditolak 2025, Pengawasan 2026 Harus Lebih Ketat*

Metro24, SURABAYA – Lembaga Pengawas Kinerja Aparatur Negara Provinsi Jawa Timur mencatat sebanyak 24.365 ekor hewan qurban ditolak masuk pasar…

18 jam ago

Masjid Nusantara dan Rumah Zakat Gelar Seminar Strategi Kemandirian Lembaga Umat

Metro24, YOGYAKARTA — Seminar bertajuk “Roadmap 5 Tahun Menuju Lembaga Mandiri Operasional” sukses digelar pada Sabtu pagi, 16 Mei 2026,…

2 hari ago

LPKAN Indonesia Soroti Risiko Fiskal, Tata Kelola MBG, dan Dampak Pelemahan Rupiah terhadap Hak Dasar Rakyat

Metro24, SURABAYA, 17 Mei 2026* Lembaga Pengawas Kinerja Aparatur Negara Indonesia (LPKAN) menilai situasi fiskal nasional 2026 memasuki fase yang…

2 hari ago

Muncul ke Publik, Aipda Slamet Hutoyo Akui Lakukan Penganiayaan, Kuasa Hukum Desak Polrestabes Surabaya Gelar Perkara

Metro24, SURABAYA - Nama anggota jajaran Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Aipda Slamet Hutoyo menjadi populer dalam sepekan terakhir ini.…

2 hari ago