Hukrim

Mafia Migas Diduga Menimbun BBM Jenis Solar Arel Kebun Hutan Lindung di Desa Sungai Besar.

Kuantan Singingi, Metro24.co.id – Berdasarkan informasi dari warga menyampaikan ada sekitar ratusan ton minyak jenis solar di timbun arel kebun hutan lindung di duga tidak mengantongi surat izin, sebab minyak tersebut di datangkan berbagai tempat dan di lansir melalui mobil. 6/10/23.

Namun setibanya di lokasi, tim awak media menemukan ada 6 tangki merk figodan dan polytang dengan volume ukuran 1000 liter dimana di antaranya 3 tangki full berisikan BBM jenis solar dengan total 3000 liter, Pkl 15.00 Wib.

Ketika salah satu pekerja Andika dimintai keterangan oleh tim awak media, dia menjelaskan ” itu minyak solar industri ” . Kata Andika menjawab singkat.
Selain Andika, ada juga kepala gudang Indra serta beberapa orang lainnya ketika dimintai keterangan, mereka juga ragu kalau minyak tersebut adalah minyak industri di waktu yang besamaan Pkl. 15.00 Wib

Timbul pertanyaan secara logika, Apakah kebun ilegal bisa menggunakan minyak industri ?
dan ini harus menjadi tanda tanya besar di tengah – tengah masyarakat bagaimana bisa terjadi minyak indutri bisa di pakai oleh kebun ilegal.

Sementara di tempat yang berbeda keterangan masyarakat ” itu yang mengantar minyaknya pake mobil Strada Pak ” pungkasnya dan namanya tidak mau di publikasikan.

Untuk menindaklanjuti sindikat mafia migas yang ada pusaran hutan lindung Sungai besar Kapolres Kuansing AKBP Pangucap Priyo Soegito SIK, MH harus merintahkan Kanit Tipidter segera melakukan olah TKP, sebab BUMN Pertamina belum ada menggunakan pake mobil Strada untuk mengantar BBM jenis solar ke-lokasi.

Penulis : tim

This post was published on 08/10/2023 5:51 pm

Admin Metro24

Recent Posts

Kapolres Gresik Ungkap Lima Kasus Kejahatan, Korban Bersyukur Motor dan Barang Berharga Kembali

Metro24, GRESIK - Kepolisian Resor (Polres) Gresik kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Dipimpin langsung Kapolres Gresik…

4 jam ago

LPKAN Jatim: Stok Qurban 2026 Surplus, Tapi Kesiapan SKKH dan Dampak Rupiah Melemah Jadi Kunci Lindungi Petani

Metro24, SURABAYA – Lembaga Pengawas Kinerja Aparatur Negara Provinsi Jawa Timur (LPKAN Jatim) mengapresiasi kesiapan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam…

9 jam ago

LPKAN Jatim: 24.365 Hewan Qurban Ditolak 2025, Pengawasan 2026 Harus Lebih Ketat*

Metro24, SURABAYA – Lembaga Pengawas Kinerja Aparatur Negara Provinsi Jawa Timur mencatat sebanyak 24.365 ekor hewan qurban ditolak masuk pasar…

10 jam ago

Masjid Nusantara dan Rumah Zakat Gelar Seminar Strategi Kemandirian Lembaga Umat

Metro24, YOGYAKARTA — Seminar bertajuk “Roadmap 5 Tahun Menuju Lembaga Mandiri Operasional” sukses digelar pada Sabtu pagi, 16 Mei 2026,…

1 hari ago

LPKAN Indonesia Soroti Risiko Fiskal, Tata Kelola MBG, dan Dampak Pelemahan Rupiah terhadap Hak Dasar Rakyat

Metro24, SURABAYA, 17 Mei 2026* Lembaga Pengawas Kinerja Aparatur Negara Indonesia (LPKAN) menilai situasi fiskal nasional 2026 memasuki fase yang…

1 hari ago

Muncul ke Publik, Aipda Slamet Hutoyo Akui Lakukan Penganiayaan, Kuasa Hukum Desak Polrestabes Surabaya Gelar Perkara

Metro24, SURABAYA - Nama anggota jajaran Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Aipda Slamet Hutoyo menjadi populer dalam sepekan terakhir ini.…

1 hari ago