News

Tingkatkan Kedisiplinan di Jalan, Satlantas Polres Gresik Resmi Operasikan ETLE Handheld

Metro24, GRESIK – Upaya modernisasi penegakan hukum lalu lintas di wilayah hukum Polres Gresik kini memasuki fase baru.

Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Gresik resmi mengoperasikan sistem penindakan berbasis elektronik melalui Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) Handheld, sebagai langkah strategis dalam menciptakan budaya tertib berlalu lintas di masyarakat.

 

Kehadiran inovasi ini menjadi bagian dari transformasi digital kepolisian dalam meningkatkan transparansi dan akuntabilitas penindakan di jalan raya.

 

Berbeda dengan sistem ETLE statis yang bergantung pada kamera di titik tertentu, ETLE handheld memungkinkan petugas bergerak dinamis menjangkau lokasi-lokasi rawan pelanggaran yang sebelumnya sulit terpantau.

 

Perangkat ETLE handheld berupa telepon genggam khusus yang telah terintegrasi dengan pusat data nasional. Melalui alat ini, petugas cukup mendokumentasikan pelanggaran kasat mata seperti tidak menggunakan helm, melawan arus, hingga penggunaan ponsel saat berkendara. Data yang terekam kemudian dikirim secara otomatis ke sistem untuk diverifikasi.

 

Dalam implementasinya, terdapat dua mekanisme penindakan. Pertama, mekanisme tanpa henti, di mana pelanggaran direkam saat patroli dan diverifikasi oleh sistem pusat sebelum surat konfirmasi dikirim ke alamat pemilik kendaraan. Kedua, mekanisme verifikasi di tempat, yakni ketika pelanggar dihentikan dan dilakukan input data langsung oleh petugas.

 

Sistem akan menghasilkan barcode yang dapat dipindai pelanggar untuk proses verifikasi, bahkan dilengkapi dengan printer portable untuk mencetak bukti di lokasi kejadian.

 

Kasat Lantas Polres Gresik, AKP Nur Arifin, menegaskan bahwa penerapan sistem ini bertujuan untuk meminimalisir interaksi langsung yang berpotensi menimbulkan penyimpangan, sekaligus memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam proses penindakan.

 

“Melalui ETLE handheld, penindakan menjadi lebih fleksibel namun tetap berbasis sistem dan data. Masyarakat juga bisa langsung melakukan verifikasi di tempat dengan mekanisme yang transparan,” ujarnya.

 

Lebih lanjut, pelanggar yang terdeteksi akan diminta melengkapi dokumen seperti KTP dan SIM melalui sistem yang tersedia. Setelah proses validasi selesai, pembayaran denda dapat dilakukan melalui perbankan yang ditunjuk, sehingga lebih praktis dan terhindar dari praktik non-prosedural.

 

Penerapan ETLE handheld tidak hanya berfungsi sebagai alat penegakan hukum, tetapi juga sebagai sarana edukasi bagi masyarakat. Dengan pengawasan yang semakin luas dan berbasis teknologi, diharapkan kesadaran pengguna jalan di Kabupaten Gresik untuk tertib berlalu lintas semakin meningkat.

 

Polres Gresik pun menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi pengguna jalan melalui sistem pengawasan yang terintegrasi, modern, dan berkelanjutan.

This post was published on 23/04/2026 1:04 pm

Admin Metro24

Recent Posts

Hijaukan Gresik, Yayasan Kemala Bhayangkari Tanam Puluhan Pohon Produktif di Asrama Randuagung

Metro24, GRESIK - Komitmen terhadap pelestarian lingkungan dan penguatan ketahanan pangan kembali ditunjukkan Yayasan Kemala Bhayangkari (YKB) Cabang Gresik melalui…

9 jam ago

Hari Bumi 2026 dan Ironi Galian C di Kabupaten Mojokerto

Metro24, Mojokerto - TEMA global Hari Bumi 2026, Our Power, Our Planet, seharusnya menjadi momentum refleksi kolektif, bahwa bumi bukan…

9 jam ago

Kerja sama Direktur YLBH Fajar Trilaksana. mahasiswa diharapkan mampu mengasah kemampuan praktis sekaligus memahami realitas penegakan hukum di lapangan

Metro24, GRESIK - Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBH) Fajar Trilaksana menjalin kerjasama strategis dengan Universitas Gresik guna memperkuat kualitas pendidikan…

24 jam ago

Sidang ke 2 Praperadilan Wartawan Mojokerto Pembacaan Replik dan Duplik

Metro24, Mojokerto, - Agenda Sidang Pra Peradilan wartawan Amir dimulai persidangan berlangsung pada pukul 09.50 WIB di Ruang Sidang Tirta,…

1 hari ago

Semarak Peringatan Hari Kartini di MTs. SAFINDA: Merawat Tradisi, Menumbuhkan Kreasi di Bawah Bimbingan Penuh Cinta

  > *“Habis gelap terbitlah terang.”* — R.A. Kartini 🤍Metro24, SURABAYA -Kalimat bersejarah nan penuh makna ini kembali menggema, memompa…

1 hari ago

Nasihat Ustadz Abdul Somad (UAS) untuk Ustadz Nafi’ Unnas, “Teruslah berbuat meski tak terlihat, Malaikat pasti mencatat”

Metro24, SURABAYA – Gema dakwah di Masjid Al Akbar Surabaya pada Sabtu (19/4/2026) malam terasa lebih istimewa. Di tengah suasana…

1 hari ago