Metro24, SURABAYA – Di tengah dinamika kehidupan modern manusia sering kali kehilangan arah terjebak dalam ambisi, tekanan, dan ekspektasi dunia. Padahal, Allah telah memberikan panduan hidup yang sangat lengkap melalui rangkaian ibadah haji.
Rukun haji bukan sekadar ritual, melainkan formula kehidupan yang mengajarkan kesadaran diri, penyucian hati, kekuatan relasi, hingga keyakinan dalam bergerak.
Awak media mencoba mewawancarai Agung Solihin seorang konsultan budaya di Surabaya pada hari Minggu 26 April 2026 adalah pemaknaan mendalamnya wukuf menyadari diri sebagai hamba dan kembali mengabdi
wukuf bukan hanya tentang berhenti secara fisik, tetapi tentang berhenti secara batin.Di titik ini, manusia diajak untuk mengenal diri menyadari bahwa kita hanyalah hamba mengakui bahwa tujuan hidup adalah mengabdi kepada Allah
Kesadaran ini melahirkan tiga kekuatan apresiasi itu mampu mensyukuri hidup berdampak hidup menjadi lebih bermakna bagi orang lain berprestasi karena hidup dijalankan dengan arah yang benar tanpa wukuf dalam kehidupan, manusia akan terus berjalan tanpa arah dan tanpa makna.
Melempar jumroh membuang negatif untuk mensucikan diri lempar jumrah adalah simbol keberanian untuk membersihkan dir yang harus kita “lempar” dalam kehidupan pikiran negatif keraguan ketakutan yang tidak perlu dan kebiasaan buruk
Tujuannya jelas mensucikan hati dan pikiran banyak orang ingin sukses, tetapi masih menyimpan racun dalam dirinya. Jumrah mengajarkan bahwa kesuksesan dimulai dari keberanian untuk melepaskan hal-hal yang menghambat.Tawaf keterhubungan dan energi kolektif kehidupan tawaf menggambarkan keterhubungan yang teratur dan bermakna.Semua bergerak mengelilingi satu pusat Ka’bah dalam harmoni, bertasbih, dan saling terhubung.
Dalam kehidupan, ini mengajarkan pentingnya koneksi dan relasi Energi kolektif dalam kebersamaan Bahwa manusia saling terhubung dalam satu sistem kehidupan
Ketika seseorang mampu membangun keterhubungan ia akan dikena Ia akan diingat ia akan menjadi bagian dari sesuatu yang lebih besar Namun kuncinya : tetap ada “pusat nilai” yang dijaga. Tanpa itu, koneksi hanya menjadi kosong.
Sa’i bergerak untuk menemukan rasa aman dengan keyakinan Sa’i adalah simbol pergerakan dan pencarian.
Maknanya terus bergerak terus berusaha tidak diam dalam ketidakpastian namun lebih dalam lagi, Sa’i adalah tentang mencari rasa aman (security) melalui keyakinan kepada Allah.Bukan bergantung pada manusia.
Bukan berharap pada dunia.
Tetapi tetap bergerak dengan keyakinan bahwa Allah akan mencukupkan.
Dari sinilah “Zamzam kehidupan” muncul rezeki, solusi, dan jalan keluar yang tidak disangka-sangka.
(Redho)
This post was published on 26/04/2026 11:56 am
Metro24, SURABAYA – Momen membanggakan dirasakan Arri Prasetiyawan Pratama yang resmi dinyatakan lulus dari Universitas Dr. Soetomo pada Minggu (26/4/2026).…
Metro24, Sidoarjo, — Transparasi Advertorial Kominfo Sidoarjo kembali menjadi sorotan publik setelah kebijakan pembatasan hanya 65 media penerima anggaran advertorial…
Metro24, Surabaya — Ratusan calon jamaah haji khusus asal berbagai daerah di Jawa Timur mengikuti kegiatan manasik haji yang diselenggarakan…
Metro24, GRESIK - Satreskrim Polres Gresik berhasil meringkus pelaku pembacokan di wilayah Menganti, Kabupaten Gresik, yang sempat melarikan diri ke…
Metro24, Mojokerto, - Sidang Praperadilan perkara Wartawan Amir Asnawi memasuki tahap Krusial setelah Kuasa Hukum Pemohon, Advokat Rikha Permatasari, secara…
Metro24, MALANG – Tidak sedikit ibu mengalami masalah kulit berupa jerawat saat hamil dan setelah melahirkan. Kondisi ini seringkali menurunkan…