News

KAKI Jatim Soroti Bantuan Program BSPS 33.000 KK di Jawa Timur, Minta KPK Turun Tangan

Metro24, JAKARTA – Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Jawa Timur yang melonjak drastis hingga menyasar 33.000 kepala keluarga (KK) mulai menuai sorotan tajam.

 

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, sebelumnya melakukan kunjungan langsung ke lokasi calon penerima di Surabaya sebagai bagian dari percepatan program bedah rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

 

Lonjakan angka penerima yang signifikan dari sekitar 3.000 unit pada tahun sebelumnya menjadi 33.000 unit tahun ini dinilai sebagai langkah besar pemerintah dalam mengatasi rumah tidak layak huni (RTLH).

 

“Peningkatannya sangat besar, tahun lalu 3.000, sekarang di Jawa Timur mencapai 33.000 rumah,” ujar Maruarar saat peninjauan, Ahad (03/05/2026).

 

Dalam skema program tersebut, setiap penerima memperoleh bantuan Rp20 juta, dengan rincian Rp17,5 juta untuk material bangunan dan Rp2,5 juta untuk upah tenaga kerja. Pemerintah juga mengklaim program ini mampu menyerap hingga 99 ribu tenaga kerja.

 

Namun di balik angka fantastis itu, Ketua KAKI Jawa Timur, Moh Hosen, justru mencium potensi persoalan serius dalam pelaksanaan di lapangan.

 

Ia meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera turun tangan untuk melakukan peninjauan dan pemeriksaan menyeluruh terhadap program tersebut.

 

“Anggaran yang sangat besar ini rawan disalahgunakan jika tidak diawasi secara ketat. Kami meminta KPK segera melakukan monitoring dan audit, khususnya terkait validitas data penerima dan mekanisme penyaluran,” tegas Hosen,” Selasa (5/05/2026)

 

Menurutnya, peningkatan jumlah penerima yang sangat drastis dalam waktu singkat berpotensi membuka celah praktik penyimpangan, mulai dari data fiktif, mark-up material, hingga permainan dalam penunjukan pelaksana di tingkat bawah.

 

KAKI Jatim juga menyoroti pentingnya transparansi dalam proses verifikasi penerima manfaat agar program benar-benar tepat sasaran dan tidak dimanfaatkan oleh oknum tertentu.

 

“Jangan sampai program yang seharusnya membantu rakyat kecil justru dijadikan ladang bancakan. Ini harus diawasi serius,” tambahnya.

 

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari KPK terkait permintaan tersebut. Namun desakan dari berbagai elemen masyarakat diperkirakan akan terus menguat seiring besarnya anggaran yang digelontorkan dalam program BSPS tahun ini.

(Redho)

This post was published on 05/05/2026 7:52 am

Admin Metro24

Recent Posts

Selamat dan Sukses Kepada Kompol Sugeng Sulistiyono Atas Jabatan Baru Sebagai Kapolsek Buduran

Metro24, SIDOARJO -Dengan penuh rasa hormat dan kebanggaan, kami mengucapkan selamat dan sukses kepada Kompol Sugeng Sulistiyono atas amanah dan…

7 jam ago

Om New Salsabila Siap Menghibur Warga

Metro24, SURABAYA -Devi Oktavia adalah salah satu penyanyi dangdut populer yang bernaung di bawah Om New Salsabila, sebuah grup musik…

23 jam ago

Jelang Hari Bhayangkara ke-80, Polresta Sidoarjo Ziarah dan Tabur Bunga di Makam Pahlawan

Metro24, Sidoarjo - Jelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80, Polresta Sidoarjo melaksanakan upacara ziarah dan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan…

1 hari ago

Lestarikan Tradisi Leluhur dan Kelestarian Alam, Komunitas Gesang Kasunyatan Gelar Selamatan Sendang Dewi Kunti di Lereng Arjuno

Metro24, PASURUAN – Komunitas Gesang Kasunyatan terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga dan melestarikan budaya Jawa di kawasan lereng Gunung Arjuno.…

2 hari ago

Dengar Aspirasi Nelayan Pesisir, Kapolres Gresik Gelar Jangkar, Bakti Kesehatan dan Salurkan Bantuan Keselamatan Laut

Metro24, GRESIK - Kepedulian terhadap masyarakat pesisir terus ditunjukkan jajaran Polres Gresik melalui kegiatan Jagongan Ngopi Karo Nelayan (Jangkar) yang…

2 hari ago

Polsek Sedati Berhasil Amankan Pelaku Curanmor di Alfamidi Sedati

Metro24, SIDOARJO -Aksi percobaan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di halaman sebuah gerai Alfamidi di wilayah Sedati, Sidoarjo, pada Senin (22/6)…

2 hari ago