Metro24, Kuantan Singingi — Himpunan Mahasiswa Islam Majelis Penyelamat Organisasi Cabang Kuantan Singingi menyatakan dukungan terhadap pelaksanaan Musda ulang BADKO HMI MPO Sumbagtera serta langkah pemekaran wilayah BADKO menjadi BADKO Sumbagut dan BADKO Sumbagteng.
Ketua Umum HMI MPO Cabang Kuantan Singingi, Hamce Gussay Jefri, menilai bahwa Musda ulang merupakan langkah organisatoris yang tepat untuk menjaga legitimasi forum dan memastikan proses kepemimpinan berjalan sesuai prinsip konstitusi organisasi.
Menurutnya, polemik yang muncul dalam forum sebelumnya harus diselesaikan melalui mekanisme organisasi yang sehat agar tidak menimbulkan konflik berkepanjangan di tubuh himpunan.
> “Musda ulang bukan bentuk kemunduran demokrasi, melainkan upaya memperbaiki proses agar kepemimpinan BADKO ke depan memiliki legitimasi yang kuat dan tidak terus dipersoalkan,” ujar Hamce.
Ia juga menegaskan bahwa demokrasi internal organisasi tidak cukup hanya dimaknai sebatas hasil akhir, tetapi harus memastikan proses berjalan secara adil, terbuka, dan sesuai aturan organisasi.
Selain mendukung Musda ulang, HMI MPO Kuantan Singingi juga menilai langkah pemekaran BADKO menjadi BADKO Sumbagut dan BADKO Sumbagteng sebagai keputusan strategis demi mempercepat perkembangan organisasi dan kaderisasi di wilayah Sumatera.
Menurut Hamce, selama ini luasnya cakupan wilayah koordinasi menjadi tantangan tersendiri dalam membangun konsolidasi organisasi dan pengawalan cabang secara maksimal.
> “Dengan wilayah koordinasi yang lebih dekat, proses kaderisasi akan lebih efektif, komunikasi antar cabang lebih cepat, dan agenda perjuangan organisasi bisa berjalan lebih optimal,” tambahnya.
Ia menilai pemekaran BADKO bukan sekadar pemisahan administratif, melainkan bentuk adaptasi organisasi terhadap perkembangan kader dan kebutuhan gerakan yang semakin dinamis di daerah.
Lebih lanjut, Hamce juga mengajak seluruh kader HMI MPO agar tidak terus terjebak dalam konflik berkepanjangan dan mulai kembali fokus pada agenda perjuangan organisasi, penguatan intelektual, serta pengabdian kepada umat dan bangsa.
> “HMI MPO harus menjadi rumah perjuangan bersama. Jangan sampai energi kader habis hanya untuk polemik internal yang tidak produktif. Saatnya kita kembali fokus membangun kaderisasi dan memperkuat gerakan organisasi,” tutupnya.
This post was published on 09/05/2026 7:38 am
Metro24, MALANG– Polres Malang menetapkan tiga tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana pengrusakan dan kekerasan terhadap wisatawan di kawasan Pantai…
Metro24, GRESIK -Direktur YLBH Fajar Trilaksana (FT), Andi Fajar Yulianto, mengingatkan anggota DPRD Gresik agar tidak menjadikan program pokok pikiran…
Metro24, Kuantan Singingi – Kepedulian terhadap sesama kembali terlihat di Kecamatan Benai. Kapolsek Benai IPDA Muhammad Ali Sodiq bersama Kepala…
Metro24, SIDOARJO- Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Sidoarjo terus mempercepat pembentukan Dewan Pimpinan Ranting (DPRT) di seluruh…
Metro24, GRESIK - Polres Gresik bersama tim gabungan Polda Jawa Timur memperketat pengawasan internal dengan menggelar pemeriksaan dan penertiban senjata…
Metro24, SURABAYA — Kasus dugaan penganiayaan terhadap delapan anak di bawah umur di kawasan Pacar Kembang, Surabaya, kini memasuki babak…