Hukrim

Merasa Terancam, Perempuan Asal Bondowoso Tempuh Jalur Hukum di Polrestabes Surabaya

Metro24, SURABAYA -Seorang perempuan bernama Rodiyah, warga asal Bondowoso yang bekerja dan tinggal di Surabaya, melaporkan dugaan tindak pidana penganiayaan serta dugaan ancaman membawa anak yang berada dalam pengasuhan yang sah ke Polrestabes Surabaya.

 

Laporan pertama tercatat dengan nomor TBL/B/727/IV/2026/SPKT/Polrestabes Surabaya/Polda Jawa Timur dan dibuat pada 3 April 2026 pukul 14.30 WIB.

 

Tidak berhenti di situ, Rodiyah kembali mendatangi Polrestabes Surabaya dan membuat laporan lanjutan pada 24 Mei 2026 pukul 21.15 WIB dengan nomor LPM/624/V/2026/SPKT/Polrestabes Surabaya.

 

Menurut keterangan yang disampaikan pelapor, peristiwa yang dilaporkan bermula pada 2 April 2026 sekitar pukul 20.19 WIB di rumah kontrakan yang ditempatinya di kawasan Jalan Mojo IV Gang IV-A, Surabaya.

 

Dalam laporannya, Rodiyah menyebut adanya dugaan tindakan penganiayaan yang kemudian disertai dugaan ancaman membawa atau melarikan anak terkait persoalan pengasuhan.

 

Pihak yang dilaporkan berinisial N.S., seorang laki-laki yang berdomisili di Kabupaten Pamekasan.

 

Rodiyah mengaku memutuskan kembali membuat laporan karena berharap adanya tindak lanjut atas perkara yang menurutnya berdampak pada rasa aman dirinya dan anak.

 

Saat ditemui usai membuat laporan, Rodiyah meminta aparat bergerak cepat dan memberikan kepastian hukum.

 

“Saya berharap Kasat Reskrim dan Kapolrestabes segera mengambil langkah sesuai hukum yang berlaku agar persoalan ini tidak berlarut dan tidak menimbulkan korban berikutnya,” ujarnya kepada media

 

Hingga berita ini ditulis, laporan telah diterima oleh pihak SPKT Polrestabes Surabaya dan masih berada dalam tahapan proses sesuai prosedur hukum yang berlaku.

 

Belum ada keterangan resmi dari pihak terlapor terkait laporan tersebut. Oleh karena itu, seluruh materi yang disampaikan dalam pemberitaan ini merupakan keterangan dari pihak pelapor dan masih menunggu hasil penyelidikan serta pendalaman dari aparat kepolisian.

 

Kasus ini menjadi perhatian karena menyangkut dugaan kekerasan sekaligus persoalan perlindungan anak yang penanganannya memerlukan kehati-hatian, pembuktian, dan proses hukum yang objektif.

 

(Redho)

This post was published on 25/05/2026 9:43 am

Admin Metro24

Recent Posts

Dugaan Cacat Prosedur Perkara Judi Online di Polres Pasuruan Kota Menguat, Bareskrim Polri Sarankan Aduan ke Propam Polda Jatim

Metro24, PASURUAN - Dugaan cacat prosedur dalam penanganan perkara dugaan perjudian yang ditangani Kepolisian Resor Kota Pasuruan terus menjadi sorotan…

2 jam ago

Rakerda dan Pelantikan Pokja DPD LDII Gresik 2026–2031, Perkuat Organisasi Adaptif dan Ketahanan Sosial

Metro24, Gresik — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia Kabupaten Gresik menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) dan Pelantikan…

4 jam ago

DPD LPKAN INDONESIA Provinsi Jawa Timur Apresiasi Kinerja Jatanras Polda Jatim dalam Menekan Kejahatan Jalanan, Dinilai Layak Jadi Contoh Praktik Baik Nasional*

Metro24, SURABAYA – Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Pengawas Kinerja Aparatur Negara Indonesia Provinsi Jawa Timur (DPD LPKAN INDONESIA Jatim) menilai keberhasilan…

4 jam ago

Hiking di Puthuk Gragal, Bonus Air Terjun di Jalur Pendakiannya

Metro24, MOJOKERTO -Merupakan salah satu provinsi dengan jumlah gunung terbanyak di Indonesia, Jawa Timur adalah destinasi favorit bagi para petualang…

1 hari ago

Diduga Sunat Anggara Dana Reses Tahun 2025, Oknum Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya Dari Fraksi PKB Akan Dilaporkan AMI ke Kejaksaan

Metro24, Surabaya, - Aliansi Madura Indonesia mengecam keras dugaan pengemplangan dana reses yang diduga dilakukan anggota Komisi D DPRD Kota…

1 hari ago

Terus Berinovasi, Polresta Sidoarjo Terima 4 Piala Penghargaan Digital Innovation Awards 2026

Metro24, SIDOARJO -Polresta Sidoarjo kembali menorehkan prestasi di bidang teknologi digital. Institusi Kepolisian tersebut berhasil membawa pulang 4 Piala Penghargaan…

2 hari ago