News

Bulan Juni momentum Kaum Marhaen Berjuang Lebih Keras untuk Merdeka

Metro24, GRESIK -Selamat datang bulan Juni. Bagi kita yang setia pada ajaran Bung Karno, bulan ini bukan sekadar perputaran bulan dan penanda kalender. Ini Bulannya para Marhaenis, bulan Juni adalah bulan Marhaen. Indonesia dalam himpitan ketidakpastian huru hara ekonomi yang saat ini nilai dolar tembus Rp.17.800 an., dianggap “rakyat kecil tidak butuh dolar” , lagi lagi rakyat marhaen terimbas pernyataan tersebut

Pernyataan ini pertanda jelas sebuah Politik Kebangsaan dan Kerakyatan sedang di pertaruhkan. Sekat kaum atas, kaum kota dengan rakyat Desa, kaum marhaen sudah mulai ditorehkan dan justru potensi sebuah pemecah belah kesatuan persatuan. Cita cita luhur rakyat marhaen senasib seperjuangan menuju sejahtera bersama berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia akan semakin menjauh apabila pengelolaan negara dipimpin dengan nafas nafas oligarki.

 

Kaum Marhaen telah menetapkan diri bahwa Pancasila sebagai dasar filsafat dalam mengembangkan tafsiran Marhanisme. Didalam roh marhaenisme sendiri mengandung maksud Asas Sosio Nasionalisme dan Sosio Demokrasi. Sehingga setiap kebijakan pemerintah yang langsung dapat berdampak pada turunnya daya beli masyarakat terhadap kebutuhan bahan pokok, terlilit hutang pinjol, PHK terselubung disana sini, banyaknya pengangguran dan meningkatnya angka kejahatan mulai Curanmor hingga aksi begal, diam diam masyarakat kaum marhaen mengalami ketakutan ketenangan hidup terusik, maka sungguh hal ini sebuah ironis dikatakan hidup dalam bumi yang dikata gemah ripah lohjinawi, toto tentrem.

 

Bung Karno sejak sebelum tahun 1945 telah memekikkan kata ‘MERDEKA..!!’ senyatanya sampai saat ini belum mampu terasa terwujud. Kaum Marhaen sejak itu sampai sekarang masih terasa seolah berupaya berjuang dalam rangka pembebasan dari kolonial dan imperialisme, Kaum Marhaen hidup dalam “sedumuk batuk, senyari bumi” dalam rangka ngukuhi tanah garapan (tanah air). Namun disana sini juga lahir para mafia tanah yang lagi lagi kaum marhaen tidak mampu mempertahankan hak bumi yang dipijaknya.

Bulan Marhaen adalah alarm. Saatnya menggugat agar Negara betul betul menjamin apa yang diinginkan kaum marhaen bukan hanya sekedar nation building dan charakter building tetapi juga tentang persamaan nasib, mengokohkan rasa patriotisme berdasarkan Hubbul Wathan minal iman (Cinta Tanah Air adalah sebagian dari Iman).

 

Nafas oligarki adalah musuh Sosio-Demokrasi. Ia menjauhkan cita-cita sejahtera bersama, berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

 

Dengan semangat bulan Marhaen saatnya menggugat moral pemerintah dengan cara cara hidupkan demokrasi yang sehat, sambil bergerak menjawab dengan kerja kolektif dan gebrak meja kebijakan.

Bung Karno sudah wanti-wanti: ” Hanya bangsa yang berani mengambil nasib dalam tangan sendiri yang akan berdiri kuat”.

 

Selamat datang Bulan Marhaen. Kemiskinan tidak dilawan dengan bansos, hibah, dan belas kasihan. *Lawan dengan memberikan keadilan, rasa aman dan tenang dengan redistribusi, dengan semangat Berdikari.*

Cukup sudah kaum Marhaen jadi objek statistik BPS. Saatnya jadi subjek yang menentukan arah republik.

“Merdeka..!!!”

 

(Oleh: Andi Fajar Yulianto / Dir. YLBH Fajar Trilaksana)

 

This post was published on 01/06/2026 4:47 am

Admin Metro24

Recent Posts

Donatur Ibu Neli Asal Surabaya Salurkan Bantuan Kemanusiaan Melalui GMPK Pasuruan Raya

Metro24, PASURUAN – Kepedulian sosial terhadap masyarakat yang membutuhkan kembali ditunjukkan oleh seorang donatur asal Surabaya. Ibu Neli menyerahkan bantuan…

19 jam ago

Ketua KAKI Jatim: KPK Terbitkan SE Gratifikasi SPMB, Cegah Praktik Gratifikasi dan Pungli Dalam Proses Penerimaan Siswa Baru

Metro24, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 7 Tahun 2026 tentang Pencegahan Korupsi dan Pengendalian Gratifikasi…

22 jam ago

Warga Dihajar Debt Collector di Depan Mata Anggota Polsek Sukodono, Korban Mengaku Laporannya Ditolak Polres, Masih Adakah Hukum

Metro24, Sidoarjo - Dugaan pembiaran aparat dalam kasus pengeroyokan yang menimpa seorang warga Desa Pekarungan, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo, menuai…

1 hari ago

LPKAN Jatim Dukung Program SIM Digital Nasional Mabes Polri, Desak Polda Jatim Lakukan Uji Coba 60 Hari Agar Masyarakat Jatim Tidak Dirugikan

Metro24, SURABAYA – Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Pengawas Kinerja Aparatur Negara Indonesia Provinsi Jawa Timur (DPD LPKAN INDONESIA Jatim) menyatakan…

1 hari ago

Polisi Cinta Petani Polsek Sedati Dukung Swasembada Pangan Nasional

Metro24, SIDOARJO -Upaya mendukung program swasembada pangan nasional terus dilakukan jajaran Polresta Sidoarjo melalui pendampingan ketahanan pangan di tingkat desa.…

2 hari ago

Mobil BMW Salah Parkir di Depan Shanghai Park, Mau “Didenda” 200 Juta

Metro24, Surabaya - Insiden cekcok yang terjadi di kawasan Park Shanghai Pakuwon City pada 28 April 2026 terus menuai perhatian.…

2 hari ago