News

Launching Pesantren Online Pequsah: Saatnya Orang Tua Ikut Belajar Agar Rumah Menjadi Lingkungan Pendidikan Terbaik Bagi Anak

Metro24, SIDOARJO -Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat untuk memberikan pendidikan terbaik bagi anak-anak melalui sekolah berbasis Islam, muncul sebuah pertanyaan penting yang sering luput dari perhatian: apakah lingkungan di rumah sudah sejalan dengan nilai-nilai yang diajarkan di sekola

 

Pertanyaan inilah yang menjadi salah satu latar belakang lahirnya Pesantren Online Pequsah, sebuah inovasi pendidikan Islam berbasis digital yang resmi diluncurkan hari ini. Program ini hadir sebagai solusi bagi masyarakat yang ingin memperdalam ilmu agama dan menghafal Al-Qur’an tanpa harus meninggalkan aktivitas pekerjaan maupun tanggung jawab keluarga.

 

Peresmian Pesantren Online Pequsah yang dilaksanakan di Tangsel, 6 Juni 2026, mengangkat fenomena yang semakin banyak dirasakan para orang tua. Tidak sedikit keluarga yang telah berinvestasi besar untuk menyekolahkan anak di lingkungan Islami, namun menghadapi tantangan ketika anak kembali ke rumah dan menemukan suasana yang berbeda dari nilai-nilai yang ditanamkan di sekolah.

“Anak hanya menghabiskan beberapa jam di sekolah, tetapi sebagian besar waktunya berada di rumah. Karena itu, rumah sesungguhnya adalah madrasah pertama dan utama. Jika sekolah mengajarkan nilai-nilai Islam, maka orang tua perlu terus belajar agar mampu menghadirkan suasana yang selaras di rumah,” ujar perwakilan Ketua Pequsah, Dr. Agung Solilhin, dalam sesi talkshow.

 

Agung menyatakan, Kondisi tersebut menjadi semakin relevan di era modern ketika banyak orang tua berada pada usia produktif dengan tingkat kesibukan yang tinggi. “Di satu sisi mereka ingin anak tumbuh dalam lingkungan yang religius, namun di sisi lain sering kali kesulitan meluangkan waktu untuk meningkatkan kapasitas diri dalam memahami dan mengamalkan nilai-nilai Islam” ujarnya.

 

“Padahal, berbagai penelitian pendidikan menunjukkan bahwa keterlibatan orang tua memiliki pengaruh besar terhadap pembentukan karakter, kebiasaan ibadah, dan kesehatan mental anak. Keteladanan yang hadir setiap hari di rumah menjadi faktor penting yang tidak dapat digantikan oleh lembaga pendidikan mana pun” Jelas Agung.

Melihat kondisi tersebut, Pesantren Online Pequsah hadir dengan pendekatan yang fleksibel dan adaptif. Melalui sistem pembelajaran daring, masyarakat dapat belajar Al-Qur’an, memperdalam ilmu agama, serta mengikuti pembinaan secara terstruktur dari mana saja dan kapan saja.

 

Lebih dari sekadar program pendidikan, Pesantren Online Pequsah membawa misi untuk memperkuat ekosistem keluarga Muslim Indonesia. Ketika orang tua terus bertumbuh dalam ilmu dan spiritualitasnya, maka rumah akan menjadi ruang yang menghadirkan ketenangan, keteladanan, serta budaya belajar yang positif bagi seluruh anggota keluarga.

 

Peluncuran Pesantren Online Pequsah juga menjadi bagian dari upaya mendukung transformasi digital pendidikan keagamaan yang saat ini terus didorong oleh Kementerian Agama Republik Indonesia. Dengan memanfaatkan teknologi, akses terhadap pendidikan Islam yang berkualitas dapat menjangkau lebih banyak masyarakat tanpa batasan ruang dan waktu.

 

Melalui langkah ini, Pequsah berharap dapat menjadi pelopor gerakan pembelajaran Islam yang tidak hanya berfokus pada anak-anak, tetapi juga mendorong para orang tua untuk terus belajar sepanjang hayat.

“Karena pada akhirnya, anak-anak tidak hanya mendengarkan apa yang diajarkan orang tua, tetapi mereka tumbuh dari apa yang mereka lihat setiap hari di rumah” ujar Agung.

 

Pequsah merupakan lembaga pendidikan Al-Qur’an yang berkomitmen menghadirkan akses pembelajaran Islam yang mudah, berkualitas, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat modern. Melalui peluncuran Pesantren Online, Pequsah berupaya menjawab tantangan zaman sekaligus memperluas kesempatan bagi masyarakat untuk belajar, menghafal, dan mengamalkan Al-Qur’an di tengah kesibukan aktivitas sehari-hari.

 

(Redho)

This post was published on 06/06/2026 12:47 pm

Admin Metro24

Recent Posts

Semangat Sosial Tanpa Batas, GMPK Pasuruan Raya Terus Bergerak Bantu Warga di Kecamatan Tutur

Metro24, PASURUAN – Semangat kemanusiaan yang ditunjukkan Gerakan Masyarakat Peduli Kemanusiaan (GMPK) Pasuruan Raya patut mendapat apresiasi. Meski tanpa dukungan…

7 jam ago

Silaturahim LDII Gresik dengan MUI Gresik Perkuat Ukhuwah dan Sinergi Program Keumatan

Metro24, Gresik, 6 Juni 2026 — Pengurus Harian DPD LDII Kabupaten Gresik melakukan silaturahim dengan jajaran Majelis Ulama Indonesia (MUI)…

7 jam ago

Sekjen AMI Bongkar Dugaan Permainan Dana Reses Oknum Komisi C DPRD Kota Surabaya, Kejaksaan Diminta Turun Tangan

  Metro24, Surabaya - Dugaan penyimpangan pelaksanaan kegiatan reses kembali mencuat di Kota Surabaya. Kali ini, sorotan tertuju kepada oknum…

2 hari ago

LPKAN Apresiasi Evaluasi Program MBG, Desak Kejagung Usut Tuntas Dugaan Penyimpangan Anggaran di BGN

Metro24, JAKARTA - DPP Lembaga Pengawas Kinerja Aparatur Negara (LPKAN) Indonesia, mengapresiasi langkah cepat Presiden Prabowo Subianto yang memangkas anggaran…

2 hari ago

Dugaan Sunat Dana Reses Kembali Mencuat, Kegiatan Anggota Fraksi PAN Jadi Sorotan

Metro24, SURABAYA -Dugaan pemotongan anggaran reses kembali menjadi sorotan di Kota Surabaya. Kali ini, kegiatan reses anggota DPRD Kota Surabaya…

2 hari ago

Eksekusi Gudang Margomulyo Mendapat Perlawanan Sengit

Metro24, Surabaya – Pelaksanaan eksekusi pengosongan lahan dan bangunan oleh Pengadilan Negeri (PN) Surabaya di Komplek Pergudangan Suri Mulia, Jalan…

3 hari ago