Hukrim

Polisi Selidiki Staf dan Tamping KPLP ‘Kendalikan’ Sabu di Lapas Klas IIA Narkotika Pematang Siantar

SIMALUNGUN, Metro24.co.id – Pihak kepolisian melakukan penyelidikan terkait dugaan peredaran narkoba jenis sabu di Lapas Klas IIA Narkotika Pematang Siantar Jalan Permasyarakatan Pematang Raya Kecamatan Raya Kabupaten Simalungun Sumatera Utara, Kamis (23/11).

Penjelasan itu disampaikan Kasatres Narkoba Polres Simalungun AKP Adi Haryono. “Akan kami lakukan penyelidikan terkait informasi diatas. Makasih infonya,” katanya.

Sebelumnya sejumlah kalangan berharap BNN berperan melaksanakan tugas pokoknya menyusun dan melaksanakan kebijakan nasional mengenai pencegahan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN).

Harapan itu terkait beredarnya di medsos informasi staf dan tamping KPLP Lapas Narkotika Pematang Siantar kuasai dan kendalikan sabu-sabu, ucap Lomo.

Pemerhati sosial ini juga mengatakan pemerintah Indonesia mengedepankan peran Kepolisian dan Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam rangka mencegah dan memberantas peredaran narkoba di Indonesia.

Adapun upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba dilakukan dengan tiga tahapan yaitu pertama, Preemtif yaitu upaya pencegahan yang dilakukan secara dini, ucapnya.

“Kita minta BNN di Simalungun segera
berperan melaksanakan tugas pokoknya dalam pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba, khususnya di Lapas Narkotika Raya yang sempat viral di medsos.

Karena bisnis kartel narkoba ini dapat merusak mental, moral anak-anak, WBP dan masyarakat pada umumnya,” ungkapnya.

Sayangnya Kepala BNN Kabupaten Simalungun AKBP Suhana Sinaga SKom MSi sampai saat ini belum memberikan penjelasan, Kamis (23/11).

Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Lapas Kelas IIA Narkotika Pematang Siantar terkesan menolak menjawab sejumlah pertanyaan terkait penanganan beredarnya di medsos informasi staf dan tamping KPLP ‘kuasai’ dan ‘kendalikan’ peredaran sabu di Lapas Klas IIA Narkotika Pematang Siantar.

Tak hanya itu beredar informasi di medsos, keberadaan PSK, pelaku penipuan dan bebas menggunakan Android di lapas.

Informasi tersebut diunggah di medsos oleh akun facebook Nuranita baru-baru ini, sehingga mengundang banyak komentar netizen di kolom komentar facebook.

“Buat kalapas lpn, siantar, mana kata ya zona halilintar itu, kenapa bos lodes ini bebas mengunakan andorid buat menjalani penipuan dan bisnis narkoba di dalam lapas lpn siantar, sampai bos lodes ini bisa memasukan psk kedalam lapas lpn siantar, apa kerena bos lodes ini bayar setoran maka ya di beri fasilitas mewah, begini kah penjara negeri Konohagakure”

Kemudian selama ini kerap muncul informasi tentang dugaan adanya mafia jaringan kartel bisnis narkoba dan keterlibatan oknum-oknum “nakal” di sekeliling lingkungan lapas.

Seperti ungkapan pemilik akun yang beredar di media sosial facebook 30 Agustus 2023 baru-baru ini.

“Ancoa !!! Peredaran Sabu Sabu Di Lapas Narkotika Raya Di Kuasai Dan Dikendalikan Staf KPLP Ro K T dan Tamping KPLP Ben”

tulis pemilik akun facebook Faisal Pane sehingga mengundang banyak komentar netizen di kolom komentar facebook.

Sehingga persoalan sabu di dalam lapas masih terus menjadi permasalahan yang sangat besar, bahkan dikabarkan dimanfaatkan oleh oknum-oknum pejabat ‘nakal’ yang tidak bertanggung jawab.

“Tak jarang ada anggapan umum pengguna yang sudah menjadi korban narkoba, menjadi korban usai masuk lapas,” sebut Lomo Senin (6/11) ditemui di seputaran perkantoran Jalan Saribu Dolok, Bahapal Raya Kecamatan Raya, Kabupaten Simalungun, Senin (6/11) siang kemarin.

Kepala KPLP Ucok P Sinabang mewakili Kalapas Robinson Perangin-angin saat ditemui di ruang kantor Lapas Kelas IIA Narkotika Pamatang Siantar mengatakan, memberikan penjelasan melalui Humas Kantor Lapas Narkotika Kelas IIA Pematang Siantar.

Namun sayang, Eka Putra Humas Lapas Narkotika Kelas IIA Pematang Siantar mengatakan KPLP Ucok P Sinabang mewakili Kalapas Robinson Perangin-angin sudah memberikan penjelasan, dalihnya.

Penulis : Age

This post was published on 23/11/2023 4:16 pm

Admin Metro24

Recent Posts

Kapolres Gresik Ungkap Lima Kasus Kejahatan, Korban Bersyukur Motor dan Barang Berharga Kembali

Metro24, GRESIK - Kepolisian Resor (Polres) Gresik kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Dipimpin langsung Kapolres Gresik…

5 jam ago

LPKAN Jatim: Stok Qurban 2026 Surplus, Tapi Kesiapan SKKH dan Dampak Rupiah Melemah Jadi Kunci Lindungi Petani

Metro24, SURABAYA – Lembaga Pengawas Kinerja Aparatur Negara Provinsi Jawa Timur (LPKAN Jatim) mengapresiasi kesiapan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam…

10 jam ago

LPKAN Jatim: 24.365 Hewan Qurban Ditolak 2025, Pengawasan 2026 Harus Lebih Ketat*

Metro24, SURABAYA – Lembaga Pengawas Kinerja Aparatur Negara Provinsi Jawa Timur mencatat sebanyak 24.365 ekor hewan qurban ditolak masuk pasar…

11 jam ago

Masjid Nusantara dan Rumah Zakat Gelar Seminar Strategi Kemandirian Lembaga Umat

Metro24, YOGYAKARTA — Seminar bertajuk “Roadmap 5 Tahun Menuju Lembaga Mandiri Operasional” sukses digelar pada Sabtu pagi, 16 Mei 2026,…

1 hari ago

LPKAN Indonesia Soroti Risiko Fiskal, Tata Kelola MBG, dan Dampak Pelemahan Rupiah terhadap Hak Dasar Rakyat

Metro24, SURABAYA, 17 Mei 2026* Lembaga Pengawas Kinerja Aparatur Negara Indonesia (LPKAN) menilai situasi fiskal nasional 2026 memasuki fase yang…

1 hari ago

Muncul ke Publik, Aipda Slamet Hutoyo Akui Lakukan Penganiayaan, Kuasa Hukum Desak Polrestabes Surabaya Gelar Perkara

Metro24, SURABAYA - Nama anggota jajaran Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Aipda Slamet Hutoyo menjadi populer dalam sepekan terakhir ini.…

1 hari ago