Lingkungan

PTPN 4 Kebun Unit Group III Dolok Ilir Terkesan Kewalahan Menghalau Kawanan Lembu

SIMALUNGUN, Metro24.co.id – Manajemen PT Perkebunan Nusantara (PTPN) 4 Kebun Unit Group III Dolok Ilir terkesan kewalahan menghalau kawanan lembu berkeliaran di areal PT Perkebunan Nusantara (PTPN) 4 Kebun Unit Group III Dolok Ilir, Kecamatan Dolok Batu Nanggar (Dobana) Kabupaten Simalungun Sumatera Utara, Kamis (30/11).

Untuk penangkapan agak sulit, dia (lembu) sempat agak berontak dan lihat aja terkesan kewalahan sekuriti PTPN) 4 Kebun Unit Group III Dolok Ilir, menghalau kawanan lembu itu,” kata seorang pengendara dengan tertawa mengamati seorang petugas sekuriti mengendarai sepeda motor menghalau kawanan lembu.

Sebelumnya manajer PT Perkebunan Nusantara (PTPN) 4 Kebun Unit Group III Dolok Ilir terkesan menolak menjawab sejumlah pertanyaan terkait penanganan/penaggulangan kawanan hewan peliharaan jenis lembu berkeliaran di areal PT Perkebunan Nusantara (PTPN) 4 Kebun Unit Group III Dolok Ilir.

Kepala Bagian Tanaman PTPN 4 Irvan Faisal ketika dikonfirmasi melalui Manajer Kebun Unit Group III Dolok Ilir Ima Sulastri sampai saat ini belum memberikan penjelasan.

Pejabat dilingkungan PTPN 4 ini terkesan memilih diam tak menjawab. Pesan konfirmasi yang dikirim hanya dibaca, tidak dijawab dan terkesan memilih tidak merespon konfirmasi yang dilayangkan, hingga saat ini, Kamis (30/11).

Terkait persoalan itu PT Perkebunan Nusantara (PTPN ) 4 terancam merugi. Miliaran rupiah dianggarkan untuk perawatan tanaman kelapa sawit, namun tidak diimbangi dengan kinerja maksimal dalam perawatan dan pengawasan pertumbuhan tanaman dari serangan hama maupun perusak tanaman.

Kawanan lembu terkesan bebas berkeliaran di areal PT Perkebunan Nusantara (PTPN) 4 Kebun Unit Group III Dolok Ilir, berdampak merusak tanaman menghasilkan (TM).

Ironisnya, informasi yang dihimpun, bebasnya hewan peliharaan tersebut disinyalir akibat kurangnya pengawasan, ada dugaan pembiaran dan terkesan tutup mata oleh manajemen Kebun Unit Group III Dolok Ilir.

Dikatakan kawanan hewan peliharaan jenis lembu dapat membawa bakteri/virus dan rusak tanaman kelapa sawit. Disebut setiap hari hewan peliharaan berkeliaran mengkonsumsi merusak pelepah tanaman muda.

Ironisnya lagi keberadaan hewan Mamalia/herbivora yang juga dapat menularkan virus Ganoderma itu hanya hitungan meter dari kompleks emplasemen perkantoran manajemen Kebun Unit Group III Dolok Ilir Kabupaten Simalungun.

Selain merusak tanaman dan unsur hara tanah, mamalia/herbivora itu juga dapat menularkan virus Ganoderma kemudian menghambat pertumbuhan tanaman hingga menjadi terganggu dan akhirnya terserang virus dan bakteri sehingga hasil panen terancam gagal.

Kalaupun ada hasil panen tidak maksimal, sehingga PTPN 4 berpotensi mengalami kerugian miliaran rupiah sebab hasil panen nantinya tak sesuai dengan capaian produksi.

Sementara itu menurut keterangan beberapa warga sekitar mengatakan pihak manajemen selama ini terkesan tidak perduli dengan keberadaan kawanan lembu diarea Kebun Unit Group III Dolok Ilir.

Itu belum seberapa. Sudah pemandangan biasa kawanan lembu di areal Kebun Unit Group III Dolok Ilir itu. “Itu baru sebagiannya terutama diareal tanaman ulang,” katanya memperlihatkan kawanan lembu berkeliaran diarea Kebun Unit Group III Dolok Ilir, ucapnya.

Penulis : Age

This post was published on 30/11/2023 2:25 pm

Admin Metro24

Recent Posts

LPKAN Jatim: Stok Qurban 2026 Surplus, Tapi Kesiapan SKKH dan Dampak Rupiah Melemah Jadi Kunci Lindungi Petani

Metro24, SURABAYA – Lembaga Pengawas Kinerja Aparatur Negara Provinsi Jawa Timur (LPKAN Jatim) mengapresiasi kesiapan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam…

5 jam ago

LPKAN Jatim: 24.365 Hewan Qurban Ditolak 2025, Pengawasan 2026 Harus Lebih Ketat*

Metro24, SURABAYA – Lembaga Pengawas Kinerja Aparatur Negara Provinsi Jawa Timur mencatat sebanyak 24.365 ekor hewan qurban ditolak masuk pasar…

6 jam ago

Masjid Nusantara dan Rumah Zakat Gelar Seminar Strategi Kemandirian Lembaga Umat

Metro24, YOGYAKARTA — Seminar bertajuk “Roadmap 5 Tahun Menuju Lembaga Mandiri Operasional” sukses digelar pada Sabtu pagi, 16 Mei 2026,…

1 hari ago

LPKAN Indonesia Soroti Risiko Fiskal, Tata Kelola MBG, dan Dampak Pelemahan Rupiah terhadap Hak Dasar Rakyat

Metro24, SURABAYA, 17 Mei 2026* Lembaga Pengawas Kinerja Aparatur Negara Indonesia (LPKAN) menilai situasi fiskal nasional 2026 memasuki fase yang…

1 hari ago

Muncul ke Publik, Aipda Slamet Hutoyo Akui Lakukan Penganiayaan, Kuasa Hukum Desak Polrestabes Surabaya Gelar Perkara

Metro24, SURABAYA - Nama anggota jajaran Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Aipda Slamet Hutoyo menjadi populer dalam sepekan terakhir ini.…

1 hari ago

Aliansi Madura Indonesia Kecam Sikap Cuek Bupati dan Dinas PUPR Bangkalan Soal Makam Pahlawan yang Terbengkalai

​metro24,BANGKALAN — Kondisi Taman Makam Pahlawan (TMP) di Jl. Soekarno-Hatta No. 45, Kelurahan Mlajeh, Bangkalan, memicu gelombang protes keras dari…

2 hari ago