Riau, Metro24.co.id – Pembangunan Preservasi jalan lintas Timur sumatera Provinsi Riau, diduga dikerjan asal jadi karena tidak berkualitas seperti yang diharapkan, Jalan tersebut diharapkan harus dikerjakan secara rigid yang artinya tidak mudah berubah harus bertahan dengan jangkauan yang sangat lama karena anggaran sangat fantastis besarnya. 01/12/23
Tetapi berdasarkan pantauan awak media metro24.co.id perwakilan Provinsi Riau tidak seperti yang diharapkan. Pasalnya pekerjaan tersebut belum satu tahun telah dikerjakan, kembali dikerjakan ulang, karena tidak mengutamakan kualitas, kuat dugaan agar meruap keuntungan yang Fantastis.
Seperti yang kita lihat dipengerjaan beton penahan tebing belum pun masuk tanah timbunan sudah retak atau berpatahan, karena diduga pencampuran material tidak sesuai dengan ketentuan yang diharuskan dikhawatirkan pasirnya bercampur dengan tanah sehingga semennya tak berdaya guna, apalagi kalau perbandingannya sesuka hati pekerja karena kurang pengawasan dari pihak kementerian, atau tidak diawasi dengan ketat.
Pekerjaan ini dilaksanakan oleh kementerian Pekerjaan umum dan Perumahan Rakyat Derektorat Bina Marga Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Riau, Proyek Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) kegiatan Preservasi Jalan Lintas Timur Propinsi Riau di Ruas Jalan Simpang Kayu Ara dan Simpang Logo sepanjang 43 km.
Adapun informasi yang terbuka telah tertulis adalah sebagi berikut :
Dengan kontraktor : PT Adikarya,
Non kontraktor: AJR012/AJR/2021, Tanggal kontrak : 12 April 2021, Nilai Investasi: 525.500.713.122
Masa pelaksanaan: 1097 hari kalender,
Mulai pekerjaan:16 April 2021.
Konsultan supervisi.
ketika di konfirmasi PT Adhi Jalintim Riau menyampaikan ” baik terimakasih atas informasi yang telah disampaikan, berikut tanggapan kami, dapat kami sampaikan terkait pekerjaan tersebut telah disesuaikan dengan kondisi lingkungan ya pak, terimakasih”. Pungkas menegemen PT. Adhi Karya singkat.
Ditempat terpisah salah seorang masyarakat yang bertempat tinggal disekitar jalan tersebut menyampaikan bahwa ini pekerjaan hanya modus saja depan rumah saya saja berkali kali dikerjakan, bila sudah sesuai dengan speknya pelaksanaan tentu bertahan lama tidak bongkar pasang pengerjaannya pasti bertahan lama. Kami melihat pekerjaan itu acak-acakan dan asal jadi, liatlah hasilnya jelas ini proyek modus untuk menggerogoti uang negara.. red
(UG)
This post was published on 01/12/2023 12:43 pm
Metro24, GRESIK - Kepolisian Resor (Polres) Gresik kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Dipimpin langsung Kapolres Gresik…
Metro24, SURABAYA – Lembaga Pengawas Kinerja Aparatur Negara Provinsi Jawa Timur (LPKAN Jatim) mengapresiasi kesiapan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam…
Metro24, SURABAYA – Lembaga Pengawas Kinerja Aparatur Negara Provinsi Jawa Timur mencatat sebanyak 24.365 ekor hewan qurban ditolak masuk pasar…
Metro24, YOGYAKARTA — Seminar bertajuk “Roadmap 5 Tahun Menuju Lembaga Mandiri Operasional” sukses digelar pada Sabtu pagi, 16 Mei 2026,…
Metro24, SURABAYA, 17 Mei 2026* Lembaga Pengawas Kinerja Aparatur Negara Indonesia (LPKAN) menilai situasi fiskal nasional 2026 memasuki fase yang…
Metro24, SURABAYA - Nama anggota jajaran Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Aipda Slamet Hutoyo menjadi populer dalam sepekan terakhir ini.…