Lingkungan

Sering Buat Macet, Pembuatan Saluran di Mulia Raya Minta Dipercepat, Camat Gunung Malela ‘Bungkam’

SIMALUNGUN, Metro24.co.id – Sejumlah Warga Kecamatan Gunung Malela Kabupaten Simalungun desak Pemkab Simalungun menegur pihak penyedia jasa CV Kean Jaya untuk melakukan percepatan pembuatan saluran pasangan pada Jalan Mulia Raya Huta IV Nagori Margo Mulyo Kecamatan Gunung Malela Kabupaten Simalungun, Jum’at (12/1).

Proyek Pemkab Simalungun yang menghabiskan APBD 2023 hampir Rp 200 juta saat ini, selain diduga menimbulkan genangan air dan menimbulkan penyempitan ruas Jalan berdampak dengan kemacetan lalulintas Jalan Mulia Jaya Huta IV Nagori Margo Mulyo Kecamatan Gunung Malela yang terjadi diduga akibat tumpukan tanah galian dan material bangunan yang dilakukan pihak penyedia jasa.

Selain itu di ruas Jalan Mulia Jaya air kerap bercampur tanah galian dan pasir, tergenang dari lokasi proyek sehingga berdampak dengan keselamatan nyawa pengendara yang melintas terutama saat hujan.

Sejumlah warga minta pertanggungjawaban pihak penyedia jasa akibat dampak terkesan ketidak proporsionalnya penyedia jasa dalam hal penjadwalan pembuatan saluran pasangan pada Jalan Mulia Jaya Huta IV Nagori Margo Mulyo Kecamatan Gunung Malela yang sampai saat ini belum selesai dikerjakan.

“Saat ini sudah tahun awal 2024, di papan plank tertulis teken kontrak 25 September 2023. Kan jadi kesannya hitungan setahun dikerjakan tidak selesai-selesai, katanya kecewa ditemui di seputaran Jalan Mulia Jaya Huta IV Nagori Margo Mulyo Kecamatan Gunung Malela, Jum’at (12/1) tengah hari.

Air tak mengalir tergenang bercampur tanah dan pasir ke Jalan saat hujan sehingga mengancam keselamatan pengendara, terpaksa extra hati-hati kalau melintas seputaran Jalan Mulia Jaya Huta IV Nagori Margo Mulyo Kecamatan Gunung Malela, ucap Sukti, Jum’at (12/1).

Dikatakannya Pemkab Simalungun melalui dinas terkait terkesan tidak profesional menunjuk pihak penyedia jasa seperti CV Kean Jaya dalam hal
pembuatan saluran pasangan pada Jalan Mulia Jaya Huta IV Nagori Margo Mulyo Kecamatan Gunung Malela yang menghabiskan APBD 2023 hampir Rp 200 juta.

“Saya menilai terkesan tidak profesional dan terkesan tidak mau bertanggungjawab, sampai 2024 ini tidak kunjung selesai dikerjakan,” katanya.

Dikatakannya lagi masyarakat hanya meminta penyedia jasa CV Kean Jaya melakukan pengerjaan saluran air yang proporsional, jangan terkesan menghambat aktivitas pengendara akibat genangan air bercampur tanah dan pasir dari lokasi proyek yang menutup saluran air selama ini, ujarnya.

“Kami minta Pemkab memberikan sanksi kepada penyedia jasa CV Kean Jaya dalam hal pembuatan saluran pasangan pada Jalan Mulia Jaya Huta IV Nagori Margo Mulyo Kecamatan Gunung Malela karena terkesan tidak proporsional, tuturnya.

Sayangnya penyedia jasa CV Kean Jaya pemenang kontrak pembuatan saluran pasangan pada Jalan Mulia Jaya Huta IV Nagori Margo Mulyo Kecamatan Gunung Malela sampai saat ini belum dapat dimintai penjelasan.

Sementara sejumlah pekerja yang ditemui di lokasi proyek mengatakan pembuatan saluran pasangan pada Jalan Mulia Jaya Huta IV Nagori Margo Mulyo Kecamatan Gunung Malela terdampak dari curah hujan selama ini.

Camat Gunung Malela Roy G Sidabalok ketika ditanyakan sampai saat ini tidak memberikan penjelasan. ASN Pemkab Simalungun ini terkesan memilih diam tak menjawab. Pesan konfirmasi yang dikirim hanya dibaca, tidak dijawab dan terkesan memilih tidak merespon konfirmasi yang dilayangkan, Jum’at (12/1) hingga saat ini.

Penulis ; Age

This post was published on 12/01/2024 12:52 pm

Admin Metro24

Recent Posts

Longsor Berulang di SDN Palangsari 1 Puspo, Warga Pertanyakan Keseriusan Pemerintah

Metro24, PASURUAN 13/6/26 – SD Negeri Palangsari 1, Kecamatan Puspo, Kabupaten Pasuruan, kembali mengalami musibah tanah longsor yang terjadi berulang…

6 jam ago

KADES DIDUGA INTIMIDASI WARTAWAN, ANCAMAN SERIUS BAGI KEMERDEKAAN PERS DAN DEMOKRASI

Metro24, MALANG – Kemerdekaan pers yang dijamin oleh Undang-Undang kembali mendapat ujian. Seorang kepala desa di Kabupaten Malang diduga melakukan…

6 jam ago

DITEMUKAN BBM BERSUBSIDI SATU PIKAP DI TUTUR KRAJAN; PEMILIK TIDAK MUNCUL, SUPIR HILANG, AWAK MEDIA SIAP AWALI PROSES PENINDAKAN

Metro24, Pasuruan, 13 Juni 2026 – Temuan muatan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi sejumlah satu unit pikap terjadi di wilayah…

11 jam ago

Menjaga Harapan dari Ladang, Bhabinkamtibmas Buduran Perkuat Sinergi dengan Petani Dukung Swasembada Pangan

Metro24, BUDURAN – Di tengah hamparan tanaman jagung yang tumbuh subur di Desa Sidokepung, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, terlihat suasana…

12 jam ago

Camat Bulak Hudaya dan Lurah Kedung Cowek Frans Kawal Program Rutilahu, Tiga Warga Terima Rumah Layak Huni

Metro24, Surabaya, – Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) kembali menunjukkan komitmennya dalam…

2 hari ago

Bersama Kelompok Tani, Bhabinkamtibmas Banjarkemantren Rawat Terong untuk Perkuat Ketahanan Pangan

Metro24, BUDURAN – Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional tidak hanya dilakukan melalui program pemerintah, tetapi juga melalui kolaborasi nyata di…

2 hari ago