Hukrim

Diduga Penampung Emas Ilegal di Desa Teratak Jering Kec. Kuantan Hulir Seberang Tidak Tersentuh Hukum.

Kuantan Singingi, Metro24.co.id – Aktivitas Penambang Emas Tanpa Izin ( PETI ) di Kab. Kuansing kini bukan menjadi rahasia umum lagi, pasalnya di kecamatan kuantan hilir seberang ada ratusan tambang emas diduga tidak mengantongi izin beroperasi setiap hari di tengah-tengah masyarakat.

Informasi yang diterima oleh masyarakat desa setempat ” kalau PETI disini ada ratusan, kegiatan orang penambang disini udah tahunan ” pungkasnya.

Ditempat yang berbeda, pegiat PETI menyampaikan ” kami bekerja untuk menutupi kebutuhan rumah tangga, saya tau kegiatan kami ini melawan hukum, tapi mau bagaimana lagi daripada tidak ada belanja di rumah ” imbuh pegiat PETI saat dimintai keterangan oleh wartawan dan minta namanya di rahasiakan.

Babak Baru Israel Hancur di Bombardir :https://mancanegara.metro24.co.id/2024/02/05/israel-nyaris-punah-di-hantam-roket-dan-drone-hisbullah-hingga-markas-idf-hancur-berkeping-keping/

Lanjutnya ” kalau masalah keamanan, kami sudah ada setor perrakit sama RM yang menerima hasil emas kami. Sekarang RM sudah pindah di Simpang tiga lewat sedikit, kalau dari puskesmas ini dia nanti sebelah kanan, di depan terasnya ada cucian Honda. Nah disitu RM menampung / membeli emas. Nanti menjelang magrib udah ramai orang disitu ” pungkasnya.

Sedangkan Kapolsek Kuantan Hilir AKP Sutarja, SH menyampaikan ” Akan segera kita chek, terima kasih infonya ” kata Kapolsek singkat melalui pesan WhatsAppnya, Senin 29/01 Pkl 13.00 Wib.

Setelah di cros-chek, ternyata RM Teratak Jering yang diduga penampung emas ilegal ternyata menyetorkan hasil pembeliannya kepada Bosnya inisial Aan yang tinggal di desa Pintu Gobang Kari Kec. Kuantan Tengah.
Setelah di selidiki oleh tim awak media, ternyata Bos besar penampung emas Aan di pintu gobang kari ternyata menampung emas ilegal juga di dekat kediamannya.

Inisial Aan diduga Bos penampung emas ilegal kini sukses mengembangkan sayapnya berbagai kecamatan, tapi tidak pernah tersentuh hukum bahkan seolah-olah bisninnya sudah seperti legal.

Editor : Redaksi

This post was published on 29/01/2024 6:18 am

Admin Metro24

Recent Posts

Kapolres Gresik Ungkap Lima Kasus Kejahatan, Korban Bersyukur Motor dan Barang Berharga Kembali

Metro24, GRESIK - Kepolisian Resor (Polres) Gresik kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Dipimpin langsung Kapolres Gresik…

2 menit ago

LPKAN Jatim: Stok Qurban 2026 Surplus, Tapi Kesiapan SKKH dan Dampak Rupiah Melemah Jadi Kunci Lindungi Petani

Metro24, SURABAYA – Lembaga Pengawas Kinerja Aparatur Negara Provinsi Jawa Timur (LPKAN Jatim) mengapresiasi kesiapan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam…

5 jam ago

LPKAN Jatim: 24.365 Hewan Qurban Ditolak 2025, Pengawasan 2026 Harus Lebih Ketat*

Metro24, SURABAYA – Lembaga Pengawas Kinerja Aparatur Negara Provinsi Jawa Timur mencatat sebanyak 24.365 ekor hewan qurban ditolak masuk pasar…

6 jam ago

Masjid Nusantara dan Rumah Zakat Gelar Seminar Strategi Kemandirian Lembaga Umat

Metro24, YOGYAKARTA — Seminar bertajuk “Roadmap 5 Tahun Menuju Lembaga Mandiri Operasional” sukses digelar pada Sabtu pagi, 16 Mei 2026,…

1 hari ago

LPKAN Indonesia Soroti Risiko Fiskal, Tata Kelola MBG, dan Dampak Pelemahan Rupiah terhadap Hak Dasar Rakyat

Metro24, SURABAYA, 17 Mei 2026* Lembaga Pengawas Kinerja Aparatur Negara Indonesia (LPKAN) menilai situasi fiskal nasional 2026 memasuki fase yang…

1 hari ago

Muncul ke Publik, Aipda Slamet Hutoyo Akui Lakukan Penganiayaan, Kuasa Hukum Desak Polrestabes Surabaya Gelar Perkara

Metro24, SURABAYA - Nama anggota jajaran Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Aipda Slamet Hutoyo menjadi populer dalam sepekan terakhir ini.…

1 hari ago