Metro24, Jakarta– Akhir-akhir ini di hebohkan sejagat media sosial sedang ramai nih ngebahas film Vina: Sebelum 7 Hari. Diangkat dari kisah nyata, film garapan Dee Company yang disutradarai Anggy Umbara tersebut menceritakan kisah yang marak dibicarakan pada 2016 lalu, Jumat 24/04/24.
” Tentang gadis di bawah umur bernama Vina yang menjadi korban kengerian geng motor di Cirebon “.
Sadis! Vina pun dibunuh dan jasadnya dibiarkan tergeletak di atas jalan layang seolah-olah jadi korban kecelakaan.
Salah satu pemeran film tersebut, Lydia Kandou ngaku dirinya sempat keluar bioskop saat menonton tayangan premier film Vina: Sebelum 7 Hari.
Lydia yang berperan sebagai nenek dari Vina tentunya mengetahui perjuangan kedua pemeran utama, Nayla Purnama (Vina) dan Gisellma Firmansyah (Linda) dalam memerankan salah satu adegan kesurupan. Kerasa banget nyatanya sampai-sampai Lydia pun merasa nggak kuat dan memutuskan buat keluar dari bioskop.
“Dari pada saya pingsan, mending saya keluar aja. Nggak kuat,” kata Lydia saat pemutaran perdana film Vina: Sebelum 7 Hari di Epicentrum XXI, Jakarta Selatan.
Lydia Kandou bisa dibilang agak penakut, genks. Pasalnya, perempuan berumur 61 tahun ini kerap berdoa selama proses syuting. Takut ada yang kesurupan, katanya.
“Jujur waktu baca skenarionya saya takut, saya bilang ‘aduh ini ada kesurupan dan ada lain sebagainya’,” ujar perempuan yang telah berakting selama empat dekade tersebut.
Meski penakut, Lydia memutuskan untuk berperan dalam film tersebut. Sebab menurutnya, film Vina: Sebelum 7 Hari merupakan film yang bagus untuk menyampaikan pesan melawan bullying.
“Saya senang sekali cerita vina ini diangkat di film untuk mengingatkan kita kalau kita harus waspada khususnya anak dan cucu kita, karena di luar masih terlalu banyak bully-bully yang membahayakan. Alasan saya terima judul ini, pertama ini kisah nyata. Kedua saya baca skenarionya, ternyata saya suka sekali. Untuk peran saya di sini, tentunya saya suka,” ungkapnya.
Sumber : Detik.com
This post was published on 24/05/2024 2:34 pm
Metro24, SURABAYA – Lembaga Pengawas Kinerja Aparatur Negara Provinsi Jawa Timur (LPKAN Jatim) mengapresiasi kesiapan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam…
Metro24, SURABAYA – Lembaga Pengawas Kinerja Aparatur Negara Provinsi Jawa Timur mencatat sebanyak 24.365 ekor hewan qurban ditolak masuk pasar…
Metro24, YOGYAKARTA — Seminar bertajuk “Roadmap 5 Tahun Menuju Lembaga Mandiri Operasional” sukses digelar pada Sabtu pagi, 16 Mei 2026,…
Metro24, SURABAYA, 17 Mei 2026* Lembaga Pengawas Kinerja Aparatur Negara Indonesia (LPKAN) menilai situasi fiskal nasional 2026 memasuki fase yang…
Metro24, SURABAYA - Nama anggota jajaran Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Aipda Slamet Hutoyo menjadi populer dalam sepekan terakhir ini.…
metro24,BANGKALAN — Kondisi Taman Makam Pahlawan (TMP) di Jl. Soekarno-Hatta No. 45, Kelurahan Mlajeh, Bangkalan, memicu gelombang protes keras dari…