Metro24, Kalbar – Tambang Ilegal di Ketapang (Pertambangan Emas Tanpa Izin) di Kalimantan Barat di duga semakin Subur dan Marak.
Penambangan illegal itupun di jadikan ladang sejumlah pihak untuk meraup cuan memperkaya diri.
Pantauan awak media pegiat PETI itu tak kalah hebat dengan usaha industri lainnya, bahkan dapat di katakan perusahaan tanpa bayar pajak.
Pergerakan aktivitas PETI tidak lebih masif dan terorganisir seperti usaha perkebunan sawit dan usaha pertambangan bauksit yang ada.
Aktivitas mereka terekam menyebar di sejumlah Kecamatan wilayah Kabupaten Ketapang.
Para pelu bekerja dengan nyaman dan tidak tersentuh hukum, seolah-olah mereka adalah pengendali aturan.
Seperti tak memiliki efek jera, mereka terus bekerja dan membuka lahan PETI baru, Alat-alat berat seperti exavator di datangkan dan pekerja terampil juga berpengalaman dari dalam maupun luar daerah di hadirkan.
Padahal penertiban oleh APH selalu ada dan bahkan belum lama ini di lakukan, opini liar masyarakat pun kini ada sesuatu yang tidak beres.
Jika tertangkap bahkan terjadi musibah di lokasi PETI sekalipun, mereka tidak perduli dan mereka seakan mengembalikan persoalan yang menimpa pada teman-teman adalah sebuah nasib semata.
Selain itu sebagai penyemangat, pelaku PETI seakan memberi pesan bahwa mereka mendapatkan dukungan dari para penguasa di Ketapang dengan syarat ‘Sesajen’ yang cukup.
Sehingga membuat mereka (para pelaku) penambang illegal semakin yakin ‘Aman’ dalam menjalankan usaha illegalnya.
Kalaupun terjadi penertiban dan penangkapan, sejumlah pihak berupaya, semua itu harus dapat terkondisikan.
Biarlah para pekerja yang menjadi pesakitan namun para cukong harus tetap bebas sehingga remote kendali aktivitas PETI harus tetap berlanjut.
Kondisi riil yang menarik ini membuat awak media terpanggil membentuk Tim investigasi, dari hasil investigasi awal yang di lakukan belum lama ini, Tim menemukan aktivitas PETI yang luar biasa.
Tak hanya itu, Tim juga merasa dan melihat ada kegiatan illegal lainnya di sekitar lokasi PETI.
Tim berhasil mencium dan mengidentifikasi sejumlah nama cukong yang berkedudukan di Kota Ketapang seperti berinisial AH.
Sampai berita ini di kirim ke redaksi, Tim Investigasi masih melakukan pengembangan informasi dan data yang di peroleh.
Tim juga masih berupaya menelusuri sumber BBM (Solar) yang di gunakan exavator sebagai alat aktivitas PETI.
Tambang Ilegal di Ketapang tim juga berupaya mencari tau darimana sumber air keras (raksa) sebagai sarana memisahkan bijih emas dari logam atau mineral lainnya itu
This post was published on 29/06/2024 9:33 am
Metro24, GRESIK - Kepolisian Resor (Polres) Gresik kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Dipimpin langsung Kapolres Gresik…
Metro24, SURABAYA – Lembaga Pengawas Kinerja Aparatur Negara Provinsi Jawa Timur (LPKAN Jatim) mengapresiasi kesiapan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam…
Metro24, SURABAYA – Lembaga Pengawas Kinerja Aparatur Negara Provinsi Jawa Timur mencatat sebanyak 24.365 ekor hewan qurban ditolak masuk pasar…
Metro24, YOGYAKARTA — Seminar bertajuk “Roadmap 5 Tahun Menuju Lembaga Mandiri Operasional” sukses digelar pada Sabtu pagi, 16 Mei 2026,…
Metro24, SURABAYA, 17 Mei 2026* Lembaga Pengawas Kinerja Aparatur Negara Indonesia (LPKAN) menilai situasi fiskal nasional 2026 memasuki fase yang…
Metro24, SURABAYA - Nama anggota jajaran Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Aipda Slamet Hutoyo menjadi populer dalam sepekan terakhir ini.…