Lingkungan

DPP AMI Bersama Warga Kota Surabaya Menolak Kebijakan 1 Satu Rumah 3 Kartu Keluarga

Metro24, Surabaya – DPP AMI Bersama Warga terkait kabar pemkot Surabaya mengeluarkan kebijakan baru.

Kebijakan ini membatasi jumlah Kartu Keluarga (KK) di satu rumah maksimal 3 KK.

Aturan ini mulai di berlakukan pada bulan Juni 2024, bertujuan menertibkan administrasi kependudukan dan memastikan data penduduk akurat.

Tentunya kebijakan ini, sayangnya menuai pro dan kontra, beberapa warga yang mendukung aturan ini.

Karena di anggap dapat membantu pendataan penduduk lebih akurat dan mempermudah penyaluran bantuan sosial.

Sebaliknya, banyak warga merasa keberatan karena aturan ini dapat menyulitkan mereka, terutama bagi keluarga besar yang tinggal serumah.

Seperti yang di kemukakan oleh Baihaki Akbar, selaku ketua umum Aliansi Madura Indonesia (AMI) dengan tegas menolak kebijakan dari Pemkot Surabaya.

Ia menilai bahwa kebijakan tersebut di nilai tidak tepat sasaran, karena kondisi masyarakat di Surabaya banyak yang memiliki 3-5 kartu keluarga dalam satu rumah.

Bahkan jika hal ini nantinya di terapkan, maka tidak menutup kemungkinan masyarakat akan resah atas aturan baru ini.

“Coba Walikota melakukan pendataan di Surabaya utara, Surabaya timur dan Surabaya barat, di sana banyak satu rumah yang memiliki lebih dari satu KK.

” Artinya jika hanya persoalan bantuan, ada rambu dan acuan yang lebih proporsional daripada harus memblokir sebagian Kartu Keluarga warga “

Kata Baihaki dalam surat terbuka untuk Walikota Surabaya.

Baihaki juga menambahkan jika hal ini tetap di berlakukan, itu sama saja melakukan diskriminasi terhadap masyarakat menengah kebawah.

DPP AMI Bersama Warga tetap perjuangkan masyarakat yang kurang mampu dan melawan kebijakan yang tidak masuk akal.

Jadi ia berharap, agar kebijakan untuk aturan 1 rumah 3 Kartu Keluarga, segera dicabut untuk tetap menjaga keharmonisan dan kenyamanan khususnya untuk warga kota Surabaya.

This post was published on 30/06/2024 9:30 am

Admin Metro24

Recent Posts

Kapolres Gresik Ungkap Lima Kasus Kejahatan, Korban Bersyukur Motor dan Barang Berharga Kembali

Metro24, GRESIK - Kepolisian Resor (Polres) Gresik kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Dipimpin langsung Kapolres Gresik…

13 menit ago

LPKAN Jatim: Stok Qurban 2026 Surplus, Tapi Kesiapan SKKH dan Dampak Rupiah Melemah Jadi Kunci Lindungi Petani

Metro24, SURABAYA – Lembaga Pengawas Kinerja Aparatur Negara Provinsi Jawa Timur (LPKAN Jatim) mengapresiasi kesiapan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam…

5 jam ago

LPKAN Jatim: 24.365 Hewan Qurban Ditolak 2025, Pengawasan 2026 Harus Lebih Ketat*

Metro24, SURABAYA – Lembaga Pengawas Kinerja Aparatur Negara Provinsi Jawa Timur mencatat sebanyak 24.365 ekor hewan qurban ditolak masuk pasar…

6 jam ago

Masjid Nusantara dan Rumah Zakat Gelar Seminar Strategi Kemandirian Lembaga Umat

Metro24, YOGYAKARTA — Seminar bertajuk “Roadmap 5 Tahun Menuju Lembaga Mandiri Operasional” sukses digelar pada Sabtu pagi, 16 Mei 2026,…

1 hari ago

LPKAN Indonesia Soroti Risiko Fiskal, Tata Kelola MBG, dan Dampak Pelemahan Rupiah terhadap Hak Dasar Rakyat

Metro24, SURABAYA, 17 Mei 2026* Lembaga Pengawas Kinerja Aparatur Negara Indonesia (LPKAN) menilai situasi fiskal nasional 2026 memasuki fase yang…

1 hari ago

Muncul ke Publik, Aipda Slamet Hutoyo Akui Lakukan Penganiayaan, Kuasa Hukum Desak Polrestabes Surabaya Gelar Perkara

Metro24, SURABAYA - Nama anggota jajaran Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Aipda Slamet Hutoyo menjadi populer dalam sepekan terakhir ini.…

1 hari ago