News

Kementerian PUPR Ubah Kawasan Kumuh Mrican Sleman Menjadi Layak Huni

Metro24, Jakarta – Kawasan Kumuh Mrican Sleman penanganan permukiman kumuh di Indonesia merupakan mandat dari Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2011.

Serta Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2020 mengenai Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMN) 2020-2024.

Salah satu target utama dari Visium Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) 2030 adalah menyelesaikan target 10.000 hektar permukiman kumuh.

Kawasan Mrican di Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Menjadi salah satu prioritas penanganan kumuh oleh Kementerian PUPR.

Direktorat Jenderal Cipta Karya pada tahun 2023 melakukan penanganan kumuh seluas 21,16 hektar di Mrican.

Awalnya merupakan deretan permukiman padat dengan gang sempit di tepi Sungai Gajahwong.

Direktur Jenderal Cipta Karya Diana Kusumastuti mengatakan dalam keterangannya :

“Permasalahan aspek lingkungan seperti ketidakteraturan bangunan, sistem drainase yang tidak baik.

Sanitasi yang tidak memadai, kerentanan terhadap kebakaran hingga risiko banjir membuat kita mempunyai tugas untuk berkolaborasi penuntasan kumuh.”

Kementerian PUPR melalui Direktorat Pengembangan Kawasan Permukiman dan Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) DIY.

Berhasil mengubah wajah kumuh Mrican menjadi permukiman yang sehat, aman, dan layak huni melalui.

Program Peningkatan Kualitas Permukiman Kumuh Kawasan Mrican Kabupaten Sleman dengan anggaran sebesar Rp29,29 miliar.

Kawasan Kumuh Mrican Sleman di Sulap PUPR Jadi Luar Biasa

Kolaborasi bersama Pemerintah Kabupaten Sleman melalui penataan bangunan menjadi lebih teratur.

Sementara Kementerian PUPR meningkatkan infrastruktur dengan membangun talud sungai, jalan inspeksi dan lingkungan, drainase, jembatan, Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Komunal.

Tempat Pengolahan Sampah dengan Konsep 3R (TPS3R), proteksi kebakaran, street furniture, urban farming, micro library, pos pantau banjir, dan ruang terbuka publik.

“Salah satu nilai baik dari penataan ini yaitu prinsip 3M (Mundur, Munggah, Madhep Kali) yang menjadikan bangunan di bantaran sungai menghadap ke sungai (waterfront).

Mengedepankan pendekatan tradisional kontemporer, yang menggabungkan elemen-elemen modern dengan sentuhan kearifan lokal,”

Kata Direktur Pengembangan Kawasan Permukiman, Wahyu Kusumosusanto.

Harapannya, perubahan ini tidak hanya meningkatkan kualitas hidup masyarakat Mrican.

Tetapi juga menjadi inspirasi dan model bagi daerah-daerah lain dalam upaya revitalisasi permukiman kumuh di seluruh Indonesia. (*)

This post was published on 02/07/2024 7:04 am

Admin Metro24

Recent Posts

Aliansi Madura Indonesia Kecam Sikap Cuek Bupati dan Dinas PUPR Bangkalan Soal Makam Pahlawan yang Terbengkalai

​metro24,BANGKALAN — Kondisi Taman Makam Pahlawan (TMP) di Jl. Soekarno-Hatta No. 45, Kelurahan Mlajeh, Bangkalan, memicu gelombang protes keras dari…

19 jam ago

Jamaah Haji Plus Jawa Timur Tiba di Tanah Suci, Siap Jalankan Prosesi Ibadah Haji 1447 H

Metro24, Makkah, Arab Saudi – Jamaah Haji Plus Indonesia khususnya asal Jawa Timur kini telah tiba di Tanah Suci dan…

19 jam ago

Era Digital Perpustakaan Rungkut Tetap Diminati

Metro24, SURABAYA – Di era teknologi digital yang semakin mempermudah masyarakat dalam mendapatkan informasi, posisi perpustakaan masih tak tergantikan. Buktinya,…

20 jam ago

Dukung Program Ketahanan Pangan, Polsek Cerenti Tinjau Kesiapan Lahan 6 Hektar di Desa Pulau Bayur

  Kuansing – Kepolisian Sektor (Polsek) Cerenti bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopincam) melaksanakan pengecekan lahan untuk program Ketahanan…

23 jam ago

Pastikan Warga Terlayani Optimal, Kapolres Gresik Pantau SKCK hingga Layanan 110

Metro24, GRESIK - Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution memastikan pelayanan publik di lingkungan Polres Gresik berjalan optimal dengan melakukan inspeksi…

5 hari ago

Ketua KAKI Jatim Soroti SPPG Tembok Dukuh Surabaya, Stop Operasional dan Berikan Sanksi Pidana

Metro24, JAKARTA - MBG atau Makan Bergizi Gratis, sebuah program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang diluncurkan pada 6 Januari…

5 hari ago