News

Misi Kemanusiaan Polri Dalam Pengusutan Kasus 7 Mayat Di Kali Bekasi

Metro24, Jakarta – Dalam upaya penanganan terhadap peristiwa penemuan 7 jenazah di Kali Bekasi, Polda Metro Jaya berkomitmen untuk menuntaskan tugasnya sebagai bagian dari Misi Kemanusiaan, demi memberikan rasa keadilan bagi korban dan keluarga yang ditinggalkan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi mengatakan, “Salah satu bentuk nyata dari Misi Kemanusiaan tersebut adalah memastikan proses identifikasi jenazah untuk mengetahui penyebab kematian yang dilakukan secara profesional, proporsional dan manusiawi agar jenazah dapat diserahkan kepada keluarganya”. ucapnya

Dalam pendalaman peristiwa ini, Polda Metro Jaya bekerja sama dengan berbagai ahli seperti Tim Disaster Victim Identification (DVI), RS Polri, RSCM – Fakultas Kedokteran UI, Puslabfor Bareskrim Polri, Pusinafis Bareskrim Polri dan Pusdokkes Polri.

“Mereka bekerjasama mengumpulkan data Antemortem dari keluarga korban, yang meliputi data primer seperti gigi, sidik jari, DNA dan data sekunder seperti pakaian terakhir yang digunakan korban, tanda lahir, tatto, dan lainya.” imbuhnya

Ade menyebutkan, setelah dilakukan identifikasi terhadap jenazah, kemudian didapatkan Data Post Mortem atau data yang didapat setelah tim menemukan dan mengevakuasi korban.

“Pemeriksaan post mortem juga dikenal dengan istilah proses pemeriksaan jenazah, dengan kata lain, data-data ini didapat dari tubuh korban meliputi sidik jari, golongan darah, DNA, serta konstruksi gigi, foto diri korban serta pakaian atau barang yang melekat pada korban saat ditemukan”. jelasnya

Dari Kedua kelompok data Post Motem dan Antemortem selanjutnya disandingkan dan dicocokan dalam proses rekonsiliasi.

Ade menerangkan bahwa rangkaian proses identifikasi ini dilakukan untuk menjamin validitas identitas jenazah dan nantinya diserahkan kepada keluarga.

“Setelah jenazah terindetifikasi identitasnya, kami siapkan peti mati, ambulance dan kami hantarkan jenazah ke rumah duka.” ucapnya

Selain itu Ade menegaskan, Polda Metro Jaya menjamin penyelidikan peristiwa ini dilakukan dengan pendekatan Ilmiah Scientific Crime Investigation guna menjaga transparansi dan akuntabilitas.
(Ranto)

This post was published on 25/09/2024 8:37 am

Admin Metro24

Recent Posts

Aliansi Madura Indonesia Datangi Kantor DPD PAN, Soroti Dugaan Pemotongan Anggaran Reses dan Desak Audit

Metro24, Surabaya – Aliansi Madura Indonesia (AMI) mendatangi kantor Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) untuk menyampaikan aspirasi…

2 jam ago

Polisi Cinta Petani, Kanit Binmas Polsek Buduran Perkuat Ketahanan Pangan Bersama Warga Sukorejo

Metro24, SIDOARJO – Dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional terus diwujudkan jajaran Polsek Buduran Polresta Sidoarjo melalui kedekatan dan pendampingan…

7 jam ago

Polsek Benai Tertibkan Aktivitas PETI di Desa Talontam, (Setingkai) Dibakar untuk Cegah Operasi Kembali

Metro24, KUANTAN SINGINGI – Kepolisian Sektor (Polsek) Benai kembali menunjukkan komitmennya dalam memberantas aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di…

21 jam ago

Dr. Didi Sungkono, S.H., M.H.: “Tidak Boleh Oknum POLRI ‘Arogan’ Pukul Anak Buah, Ini Perbuatan Pidana, Harus diusut Secara Transparan.”

Metro24, SURABAYA -Dugaan penganiayaan yang menyeret nama Wakapolres Blitar terhadap ajudannya terus menjadi perhatian publik. Di tengah bantahan resmi dari…

1 hari ago

Polisi Cinta Petani, Bhabinkamtibmas Polsek Buduran Kawal Ketahanan Pangan Demi Wujudkan Swasembada Pangan Nasional

Metro24, SIDOARJO – Komitmen mendukung program ketahanan pangan nasional terus ditunjukkan jajaran Polresta Sidoarjo melalui peran aktif Bhabinkamtibmas di wilayah…

1 hari ago

Over Kapasitas 86 Persen, LPKAN Desak Pemerintah Tetapkan Status Darurat Lapas Nasional

Metro24, JAKARTA- 8 Juni 2026 DPP LPKAN INDONESIA menyatakan *STATUS DARURAT NASIONAL PEMASYARAKATAN*. Kondisi Lapas/Rutan Indonesia hari ini bukan lagi…

1 hari ago