Metro24, Jakarta – Belum kelar persoalan viralnya video guru dan murid di Gorontalo, jagad pendidikan indonesia kembali digemparkan oleh kasus dugaan pencabulan yang dilakukan oleh oknum ustadz kepada santrinya di salah satu Pondok Pesantren di Kabupaten Bekasi.
Ada dugaan peredaran video dari oknum predator yang kian muncul di kalangan publik dengan jejak mengintai korban khususnya kaum wanita dikalangan pelajar.”
Tidak ada tindakan pencegahan dari aparat penegak hukum dan instansi pemerintah serta sudin pemda setempat pendidikan dan kebudayaan dalam penangan maraknya tindak asusila tersebut.”
Ada jejak pembiaran dari pihak sekolah yang diduga kinerja pelayaan pihak sekolah,kepala sekolah dam sudinas pendidikan dan kebudayaan bersikap malas,tidak efektif pelayananya,ada pungli dipihak sekolah kinerja serta meresahkn dampak cukup luas dan kian makin mencekam.untuk kalangan pelajar.”
Selain ingin melatih kemandiri dan menimba ilmu agama, para orang tua terkadang memilih pondok pesantren untuk tempat pendidikan anaknya, agar tidak masuk dalam sirkel pergaulan bebas.”
Namun, layaknya pagar makan tanaman, oknum ustadz Pesantren di Kabupaten Bekasi, malah diduga menjadi pelaku kasus pencabulan dan menghancurkan masa depan santrinya.
Sontak saja, maraknya kasus tindak asusila yang melibatkan oknum guru dan murid di dunia pendidikan kembali menjadi sorotan publlik.”
Prof Jejen Musfah, Pemerhati Pendidikan menyampaikan, pentingnya meningkatkan kualitas guru dan pengawasan bersama, sebagai langkah preventif untuk melakukan pencegahan kasus asusila di dunia pendidikan kembali terjadi.
“Dalam pencegahan tindak asusila, hal pertama yang harus diperhatikan adalah kualitas pendidikan,” ungkapnya.
Dia menyebutkan, tenaga pendidik harus mampu menciptakan lingkungan belajar mengajar yang aman bagi peserta didiknya.”
“Guru harus mampu menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi para siswa,” ujarnya.
Ia menekankan,”
pengawasan dari semua pihak, merupakan suatu hal yang penting dan harus ditekankan.
Bahkan, pihak sekolah, guru dan orang tua, harus bisa mendeteksi tanda-tanda awal tindakan negatif terhadap anak.”
Terutama, kata Dia, peranan orang tua sangatlah penting dalam mengawasi anak-anaknya. Terlebih jika ada perubahan perilaku atau kecenderungan negatif dari sang anak.”
Pengawasan bersama antara sekolah dan orang tua sangat penting. Agar anak-anak terlindungi dari tindakan tidak terpuji,” jelasnya.
Marak Asusila dikalangan pelajar ada dugaan kurang penerapan pencegahan tindak kriminal yang cukup sorotan kian makin luas dan mencenkam dan juga kurang pengawasan dari pihak pemerintah pusat,kementrian Dikbud kepala sekolah dan tidak ada tindakan tegas dari pihak dinas pendidikan dan kebudayaan tersebut ada pembiaran cukup meresahkan dunia pendidikan pada zaman globalisasi ini.
(Ranto,)
This post was published on 28/09/2024 9:43 pm
Metro24, SURABAYA – Lembaga Pengawas Kinerja Aparatur Negara Provinsi Jawa Timur (LPKAN Jatim) mengapresiasi kesiapan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam…
Metro24, SURABAYA – Lembaga Pengawas Kinerja Aparatur Negara Provinsi Jawa Timur mencatat sebanyak 24.365 ekor hewan qurban ditolak masuk pasar…
Metro24, YOGYAKARTA — Seminar bertajuk “Roadmap 5 Tahun Menuju Lembaga Mandiri Operasional” sukses digelar pada Sabtu pagi, 16 Mei 2026,…
Metro24, SURABAYA, 17 Mei 2026* Lembaga Pengawas Kinerja Aparatur Negara Indonesia (LPKAN) menilai situasi fiskal nasional 2026 memasuki fase yang…
Metro24, SURABAYA - Nama anggota jajaran Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Aipda Slamet Hutoyo menjadi populer dalam sepekan terakhir ini.…
metro24,BANGKALAN — Kondisi Taman Makam Pahlawan (TMP) di Jl. Soekarno-Hatta No. 45, Kelurahan Mlajeh, Bangkalan, memicu gelombang protes keras dari…