News

Warga Minta Kades Nyiur Permai Segera di Periksa Atas Dugaan Penyalahgunaan Dana Desa

Metro24, Inhil, Keritang – Aroma ketidakberesan keuangan desa kini menjadi isu panas di Nyiur Permai. Setelah pemberhentian sementara Kepala Desa Muhammad Ismail.

Informasi di terima awak media dari beberapa masyarakat, bahwa kepala Desa M. Ismail layak di pertanyakan kinerjanya, pasalnya banyak kegiatan di beberapa item tidak sesuai dengan MUSDes.

Kemudian masyarakat mulai angkat suara dan mendesak aparat penegak hukum (APH) untuk mengusut tuntas dugaan penyimpangan dana desa, khususnya terkait sisa lebih perhitungan anggaran (SILPA) tahun 2024 yang mencapai Rp 408.468.867, Senin, 19 Mei 2025.

SILPA yang seharusnya digunakan kembali untuk pembangunan dan kesejahteraan masyarakat kini justru menjadi batu sandungan dalam penyusunan APBDes 2025.

 

Hingga pertengahan Mei, anggaran belum juga disahkan, menyebabkan berbagai program strategis mandek.

Kami mencium ada yang tidak beres. Anggaran sebesar itu bukan jumlah kecil. Harus ada audit dan penyelidikan. Jangan hanya diberhentikan, tapi juga diproses hukum jika ada pelanggaran,” ujar salah seorang pemuda desa yang tak ingin disebutkan namanya, Minggu (18/5/2025).

Keterlambatan APBDes mengakibatkan siltap perangkat desa, insentif RT/RW, honor kegiatan keagamaan, hingga penyaluran BLT Dana Desa tak kunjung dibayarkan.

Masyarakat pun semakin geram, merasa hak-hak dasar mereka diabaikan akibat dugaan kelalaian dan ketidaktransparanan dalam pengelolaan keuangan desa.

Kami butuh jawaban, bukan alasan. Jangan sampai ini jadi modus lama yaitu uang hilang, pejabat diganti, lalu dilupakan,” kata salah seorang ibu rumah tangga yang mengandalkan BLT untuk kebutuhan harian.

Dalam kesempatan ini,awak media juga tidak lupa menghubungi Ketua GWI(Gabungan Wartawan Indonesia) kabupaten Inhil melalui via ponsel milik pribadinya 08238577xxxx untuk di mintai keterangan.

Saya berharap kepada APH agar menanggapinya dengan tegas, untuk menjadi contoh bagi para pejabat desa khususnya di kabupaten Inhil ” Tegas indra

Desakan agar inspektorat, kejaksaan, atau bahkan kepolisian masuk menyelidiki persoalan ini semakin nyaring terdengar.

Warga tidak ingin kejadian serupa terus berulang tanpa konsekuensi hukum yang jelas.

Kini, mata publik tertuju pada Pemerintah Kabupaten dan APH, akankah mereka bersikap tegas, atau membiarkan kabut kecurigaan menggantung di langit Nyiur Permai?.

Sumber : Markibong

This post was published on 19/05/2025 3:14 am

Admin Metro24

Recent Posts

Aliansi Madura Indonesia Kecam Sikap Cuek Bupati dan Dinas PUPR Bangkalan Soal Makam Pahlawan yang Terbengkalai

​metro24,BANGKALAN — Kondisi Taman Makam Pahlawan (TMP) di Jl. Soekarno-Hatta No. 45, Kelurahan Mlajeh, Bangkalan, memicu gelombang protes keras dari…

18 jam ago

Jamaah Haji Plus Jawa Timur Tiba di Tanah Suci, Siap Jalankan Prosesi Ibadah Haji 1447 H

Metro24, Makkah, Arab Saudi – Jamaah Haji Plus Indonesia khususnya asal Jawa Timur kini telah tiba di Tanah Suci dan…

18 jam ago

Era Digital Perpustakaan Rungkut Tetap Diminati

Metro24, SURABAYA – Di era teknologi digital yang semakin mempermudah masyarakat dalam mendapatkan informasi, posisi perpustakaan masih tak tergantikan. Buktinya,…

19 jam ago

Dukung Program Ketahanan Pangan, Polsek Cerenti Tinjau Kesiapan Lahan 6 Hektar di Desa Pulau Bayur

  Kuansing – Kepolisian Sektor (Polsek) Cerenti bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopincam) melaksanakan pengecekan lahan untuk program Ketahanan…

22 jam ago

Pastikan Warga Terlayani Optimal, Kapolres Gresik Pantau SKCK hingga Layanan 110

Metro24, GRESIK - Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution memastikan pelayanan publik di lingkungan Polres Gresik berjalan optimal dengan melakukan inspeksi…

5 hari ago

Ketua KAKI Jatim Soroti SPPG Tembok Dukuh Surabaya, Stop Operasional dan Berikan Sanksi Pidana

Metro24, JAKARTA - MBG atau Makan Bergizi Gratis, sebuah program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang diluncurkan pada 6 Januari…

5 hari ago