News

PROYEK PAVINGISASI DAN SALURAN POKMAS KELURAHAN TAMBAK WEDI DI DUGA LANGGAR ATURAN DAN TANPA IDENTITAS

Metro24, SURABAYA – Proyek Pavingisasi dan saluran yang berlangsung di Kelurahan Tambak Wedi Kecamatan Kenjeran,kota Surabaya yang di kerjakan oleh POKMAS, menuai kontroversi tajam ditengah masyarakat dan Pemerhati Tata Kota, proyek yang tidak mencantumkan nilai anggaran serta waktu pengerjaan, serta para pekerja tidak memakai APD (Alat Pelindung Diri).Dinilai telah melanggar berbagai ketentuan dalam pelaksanaan kegiatan pembangunan yang menggunakan APBD.

Pantauan langsung di lokasi menunjukkan bahwa proyek POKMAS tersebut tidak memiliki papan informasi sebagaimana mestinya, padahal papan nama proyek merupakan bagian penting dalam prinsip transparansi penggunaan anggaran publik, selain tidak diketahui siapa pelaksana proyek, Nilai kontrak dan Durasi pengerjaan masyarakat juga kesulitan mengetahui asal usul dan tujuan proyek tersebut.

Lebih memprihatinkan lagi para pekerja di lokasi terlihat bekerja tanpa menggunakan APD yang sesuai standar keselamatan kerja, helm, rompi,sarung tangan hingga sepatu bot tidak tampak digunakan oleh para pekerja.

Rahman, seorang pemerhati tata kota Surabaya, mengungkapkan keprihatinannya atas situasi ini.
“Kelurahan tambak Wedi semakin BRUTAL,banyak pelaksanaan proyek yang menyimpang dari aturan dan terkesan dibiarkan begitu saja,tidak adanya papan proyek, pekerja tanpa APD dan rambu-rambu yang tidak dipasang adalah pelanggaran nyata terhadap prinsip keselamatan dan transparansi “, Ujar Rahman saat di temui di lokasi

Ia juga menambahkan bahwa proyek seperti ini mencerminkan lemahnya pengawasan dari pihak kelurahan dan instansi teknis terkait. Menurutnya, setiap proyek yang bersumber dari APBD ataupun APBN Wajib mengikuti Standard Operasional yang diatur dalam Undang-Undang, baik dari segi administratif maupun teknis.

“Pemerintah Kota Surabaya harus segera turun tangan dan meng-evaluasi pelaksanaan proyek di tambak Wedi, ini bukan sekedar kelalaian teknis,tapi mencerminkan buruknya manajemen pemerintahan di tingkat kelurahan.”Tegas Rahman.

Mengacu pada peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 Tentang pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 77 Tahun 2020 Tentang Pengelolaan Keuangan Daerah, setiap kegiatan pembangunan yang dibiayai APBD wajib menyertakan informasi secara terbuka melalui papan nama proyek,termasuk Nama kegiatan, Lokasi, Nilai kontrak, masa kerja,serta nama pelaksana dan pengawas.

Sayangnya hingga berita ini diturunkan,belum ada keterangan Resmi dari oihak kelurahan tambak Wedi maupun Dinas terkait di pemerintahan kota Surabaya, publij berharap agar proyek tersebut segera di Periksa Dan di Perbaiki agar tidak menjadi Preseden Buruk dalam pelaksanaan pembangunan di tingkat Kelurahan.
(Redho)

This post was published on 30/06/2025 10:35 am

Admin Metro24

Recent Posts

Bank Syariah Annisa Mukti Berikan Pembekalan Literasi dan Edukasi Keuangan Syariah Kepada Ibu PKK di Perumahan Jaya Regency

Metro24, SIDOARJO -Bank Syariah Annisa Mukti memberikan pembekalan tentang literasi keuangan syari'ah kepada 50 kader ibu PKK di Perumahan Jaya…

11 jam ago

Berkat Kesigapan Polsek Duduksampeyan, Polisi Gadungan Pemalak Warung Ditangkap

Metro24, GRESIK - Gerak cepat jajaran Unit Reskrim Polsek Duduksampeyan membuahkan hasil. Seorang pria yang nekat menyamar sebagai anggota polisi…

12 jam ago

Doa dan Dukungan Mengalir untuk Alfridha Massayu Putrisena di Ajang Duta Wisata Gus Yuk Kota Mojokerto 2026*

Metro24, Mojokerto — Semangat generasi muda dalam melestarikan budaya dan memperkenalkan potensi daerah kembali terlihat dalam ajang Pemilihan Duta Wisata…

21 jam ago

Komitmen Jaga Kondusifitas Kamtibmas, Kapolresta Sidoarjo Ngopi Bareng Mahasiswa

Metro24, SIDOARJO -Suasana akrab dan penuh dialog mewarnai kegiatan ngopi bareng antara Kapolresta Sidoarjo dengan sejumlah perwakilan mahasiswa di Kedai…

21 jam ago

HMI MPO Kuantan Singingi Dukung Musda Ulang dan Pemekaran BADKO Demi Penguatan Kaderisasi

Metro24, Kuantan Singingi — Himpunan Mahasiswa Islam Majelis Penyelamat Organisasi Cabang Kuantan Singingi menyatakan dukungan terhadap pelaksanaan Musda ulang BADKO…

2 hari ago

Polres Malang Tetapkan Tersangka Kasus Perusakan di Pantai Wedi Awu*

Metro24, MALANG– Polres Malang menetapkan tiga tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana pengrusakan dan kekerasan terhadap wisatawan di kawasan Pantai…

2 hari ago