News

Aktivis Muda HMI Soroti Dugaan Ketidaktransparanan Proses Seleksi PAW di Kampung Pinang Sebatang

Metro24,Siak — Aktivis muda Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Adit, menyoroti dugaan ketidaktransparanan dalam proses seleksi tertulis Penggantian Antar Waktu (PAW) Penghulu Kampung Pinang Sebatang, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak.

 

Menurut Adit, indikasi ketidakjujuran sudah tampak sejak awal proses seleksi. Beberapa peserta disebut telah mengetahui hasil kelulusan sebelum ujian tertulis dilaksanakan. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai kredibilitas dan integritas panitia seleksi yang berada di bawah koordinasi pihak kecamatan.

 

“Bagaimana masyarakat bisa percaya pada hasil seleksi jika sejak awal sudah muncul tanda-tanda ketidakterbukaan? Bahkan ada peserta yang dikabarkan sudah tahu dirinya tidak lolos sebelum mengikuti ujian tertulis. Ini jelas mencederai asas keadilan dan transparansi,” ujar Adit.

 

Lebih lanjut, Adit juga mengungkapkan kejanggalan lain dalam pelaksanaan ujian tertulis tersebut. Para peserta diminta langsung pulang setelah selesai mengerjakan soal tanpa diperlihatkan proses pemeriksaan nilai atau hasil penilaian di tempat.

“Biasanya dalam proses seleksi yang menjunjung prinsip keterbukaan, peserta diberikan kesempatan melihat hasil penilaian secara langsung agar tidak ada ruang kecurigaan. Namun hal itu tidak dilakukan di Tualang,” tegasnya.

 

Adit menambahkan, tidak adanya segel rahasia negara atau bentuk pengamanan resmi pada map maupun lembar ujian semakin memperkuat kesan bahwa proses ini dilakukan tanpa standar integritas yang semestinya.

 

Ia menegaskan, dugaan adanya tekanan terhadap camat dalam menentukan hasil ujian juga perlu diusut. “Bisa saja ada intervensi atau tekanan tertentu terhadap pihak camat dalam memainkan hasil nilai ujian. Jika benar, ini menjadi preseden buruk bagi sistem pemerintahan kampung dan mencederai semangat demokrasi di tingkat lokal,” ujarnya.

 

Adit mendesak pihak Kecamatan Tualang dan Pemerintah Kabupaten Siak untuk segera memberikan klarifikasi resmi serta membuka seluruh proses seleksi kepada publik.

“Masyarakat berhak tahu bagaimana proses itu dijalankan. Jangan sampai jabatan penghulu hanya menjadi hasil dari permainan politik kecil yang mengorbankan integritas pemerintahan desa,” tutupnya.

This post was published on 26/10/2025 9:41 am

Admin Metro24

Recent Posts

Madas Sidoarjo Siagakan Ambulans Gratis 24 Jam, Solusi Cepat Transportasi Medis Warga

Metro24, ​SIDOARJO -Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Madura Asli (Madas) Kabupaten Sidoarjo memperkuat peran sosialnya dengan meluncurkan layanan ambulans gratis 24…

3 jam ago

Polresta Sidoarjo Terima Silaturahmi GP Ansor, Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas

Metro24, SIDOARJO -Kapolresta Sidoarjo Kombes. Pol. Christian Tobing didampingi Wakapolresta dan pejabat utama menerima kunjungan silaturahmi pengurus GP Ansor Sidoarjo,…

6 jam ago

Kapolres Gresik Hadiri Halal Bihalal MUI, Perkuat Kolaborasi dengan Ulama

Metro24, GRESIK - Suasana kebersamaan mewarnai kegiatan Halal Bihalal yang digelar bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Gresik, Kamis (2/4/2026).…

7 jam ago

Vonis 2 Bulan, Nyawa Melayang AMI Sebut Pengadilan Negeri Surabaya Gagal Total*

Metro24, Surabaya - Putusan kontroversial Pengadilan Negeri Surabaya yang hanya menjatuhkan hukuman dua bulan penjara terhadap pelaku kecelakaan lalu lintas…

12 jam ago

Polresta Sidoarjo Dorong Swasembada Pangan, Lahan Jagung di Balongbendo Siap Panen

Metro24, SIDOARJO -Upaya mendukung program swasembada pangan nasional terus digencarkan Kapolresta Sidoarjo Kombes. Pol. Christian Tobing melalui Polsek jajaran. Salah…

1 hari ago

Aksi Cepat Satlantas Polres Gresik Padamkan Motor Terbakar di Depan Terminal Bunder

Metro24, GRESIK – Respons cepat ditunjukkan jajaran Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Gresik saat membantu memadamkan kebakaran sepeda motor di…

1 hari ago