News

Tolak Relokasi TNTN, Aktivis Muda Cerenti Sentil Statemen Bupati Kuansing

Metro24, kuantan singingi – Cerenti, Kuantan Singingi — Rencana relokasi warga Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) ke Kecamatan Cerenti terus menuai penolakan. Kali ini, penolakan keras disampaikan oleh Aditya Pramana Putra, aktivis muda asal Kecamatan Cerenti, yang menilai kebijakan tersebut dipaksakan tanpa mempertimbangkan kondisi dan aspirasi masyarakat setempat.

Aditya menegaskan bahwa pernyataan Bupati Kuantan Singingi yang menyebut relokasi tetap dijalankan meskipun ada penolakan karena merupakan program pemerintah pusat, adalah sikap yang keliru dan berpotensi memicu konflik sosial.

“Alasan program pusat tidak bisa dijadikan pembenaran untuk mengabaikan suara masyarakat Cerenti. Kami bukan objek kebijakan, kami warga negara yang punya hak menentukan masa depan wilayah kami,” tegas Aditya, Senin (…).

Menurutnya, hingga saat ini masyarakat Cerenti tidak pernah dilibatkan secara serius dalam proses perencanaan relokasi. Tidak ada penjelasan terbuka mengenai kesiapan lahan, dampak sosial, jaminan ekonomi, maupun potensi konflik antara warga lokal dan warga yang direlokasi.

“Relokasi ini bukan sekadar memindahkan orang, tapi memindahkan persoalan. Kalau dipaksakan, pemerintah sama saja sedang menanam bom waktu konflik horizontal di Cerenti,” lanjutnya.

Aditya juga menilai pemerintah daerah terlalu pasif dan hanya bertindak sebagai pelaksana teknis, tanpa keberanian menyuarakan kondisi riil di lapangan kepada pemerintah pusat.

“Seharusnya pemerintah daerah berdiri bersama rakyat, bukan berlindung di balik kalimat ‘perintah pusat’. Jika daerah tidak siap, pemerintah wajib menyampaikan penolakan secara resmi, bukan memaksakan kehendak,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa masyarakat Cerenti tidak anti terhadap penataan kawasan TNTN, namun menolak jika solusi yang diambil justru mengorbankan ketenangan dan keberlangsungan hidup masyarakat lokal.

“Kami mendesak pemerintah menghentikan pendekatan sepihak, membuka dialog terbuka, dan melakukan kajian sosial yang transparan. Jika tetap dipaksakan, kami siap melakukan konsolidasi dan perlawanan konstitusional,” pungkas Aditya.

This post was published on 07/01/2026 4:08 am

Admin Metro24

Recent Posts

Vonis 2 Bulan, Nyawa Melayang AMI Sebut Pengadilan Negeri Surabaya Gagal Total*

Metro24, Surabaya - Putusan kontroversial Pengadilan Negeri Surabaya yang hanya menjatuhkan hukuman dua bulan penjara terhadap pelaku kecelakaan lalu lintas…

5 jam ago

Polresta Sidoarjo Dorong Swasembada Pangan, Lahan Jagung di Balongbendo Siap Panen

Metro24, SIDOARJO -Upaya mendukung program swasembada pangan nasional terus digencarkan Kapolresta Sidoarjo Kombes. Pol. Christian Tobing melalui Polsek jajaran. Salah…

24 jam ago

Aksi Cepat Satlantas Polres Gresik Padamkan Motor Terbakar di Depan Terminal Bunder

Metro24, GRESIK – Respons cepat ditunjukkan jajaran Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Gresik saat membantu memadamkan kebakaran sepeda motor di…

24 jam ago

Antisipasi Dampak Gejolak Timur Tengah, Polisi Sidoarjo Masifkan Patroli Jaga Kamtibmas

Metro24, SIDOARJO -Sebagai langkah antisipasi terhadap potensi kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) akibat situasi geopolitik di Timur Tengah, Polresta Sidoarjo…

1 hari ago

Respons Cepat Satpolairud Polres Gresik Bantu Evakuasi Jasad Lansia di Dermaga Pelabuhan Petro

Metro24, GRESIK - Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) Polres Gresik bergerak cepat mengevakuasi jasad seorang pria lanjut usia yang…

1 hari ago

Bapanas RI dan Satgas Pangan Polres Gresik Sidak Pasar, Harga Bapokting Stabil

Metro24, GRESIK - Untuk menjaga stabilitas harga pangan, Badan Pangan Nasional (Bapanas) RI bersama Satgas Pangan Polres Gresik melakukan sidak…

1 hari ago