Lingkungan

Terkait Izin Pertambangan Rakyat, Ini Tanggapan Fuja Ibrahim :

Kuantan Singingi – Fuja Ibrahim (FIM), putra daerah Kabupaten Kuantan Singingi yang dikenal Vokal sekaligus Ketua DPC Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kuantan Tengah, menyampaikan apresiasi atas usulan dan dorongan Anggota DPRD Provinsi kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau terkait percepatan pengesahan Izin Pertambangan Rakyat (IPR) dan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) di Kabupaten Kuantan Singingi.

Menurut FIM, langkah DPRD Provinsi tersebut merupakan bentuk keberpihakan nyata kepada masyarakat Kuansing, yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan rakyat secara tradisional.

Ia menegaskan bahwa kegiatan seperti dongfeng, mendulang, dan mengarpet sudah menjadi mata pencaharian tetap bagi sebagian masyarakat Kuansing dalam mencari rezeki sehari-hari.

“Sebagai putra daerah, saya mengapresiasi dan mendukung penuh dorongan DPRD Provinsi Riau kepada Pemprov untuk segera mengesahkan IPR dan WPR di Kuansing. Ini penting demi memberikan kepastian hukum bagi masyarakat yang selama ini bekerja di sektor pertambangan rakyat,” ujar FIM, Rabu (22/1).

FIM menambahkan, selama ini ketiadaan legalitas yang jelas justru menempatkan masyarakat kecil pada posisi rentan. Oleh karena itu, ia berharap Pemprov Riau tidak hanya fokus pada pengesahan, tetapi juga memikirkan mekanisme pengurusan IPR dan WPR yang mudah, transparan, dan tidak berbelit-belit.

“Kami berharap Pemprov benar-benar memikirkan kemudahan dalam pengurusan IPR dan WPR. Jangan sampai dipersulit, karena jika prosedurnya rumit, itu justru membuka celah bagi mafia dan pihak-pihak yang memiliki kekuatan untuk memanfaatkan dan menguasai WPR secara pribadi,” tegasnya.

Lebih lanjut, FIM mengingatkan agar tujuan utama penetapan WPR tetap berpihak pada masyarakat. Ia menilai, tanpa pengawasan dan regulasi yang adil, WPR berpotensi disalahgunakan oleh oknum tertentu.

“Jangan sampai yang awalnya bernama WPR, Wilayah Pertambangan Rakyat, berubah makna menjadi WPM, Wilayah Pertambangan Mafia, atau bahkan WPP, Wilayah Pertambangan Pejabat. Ini yang harus kita cegah bersama,” tutupnya.

Dengan adanya dukungan DPRD Provinsi dan perhatian serius dari Pemprov Riau, FIM berharap pengesahan IPR dan WPR di Kuantan Singingi dapat segera terealisasi dan benar-benar memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat setempat.

This post was published on 22/01/2026 2:34 pm

Tags: Fuja Ibrahim
Admin Metro24

Recent Posts

LPKAN Jatim: Stok Qurban 2026 Surplus, Tapi Kesiapan SKKH dan Dampak Rupiah Melemah Jadi Kunci Lindungi Petani

Metro24, SURABAYA – Lembaga Pengawas Kinerja Aparatur Negara Provinsi Jawa Timur (LPKAN Jatim) mengapresiasi kesiapan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam…

4 jam ago

LPKAN Jatim: 24.365 Hewan Qurban Ditolak 2025, Pengawasan 2026 Harus Lebih Ketat*

Metro24, SURABAYA – Lembaga Pengawas Kinerja Aparatur Negara Provinsi Jawa Timur mencatat sebanyak 24.365 ekor hewan qurban ditolak masuk pasar…

5 jam ago

Masjid Nusantara dan Rumah Zakat Gelar Seminar Strategi Kemandirian Lembaga Umat

Metro24, YOGYAKARTA — Seminar bertajuk “Roadmap 5 Tahun Menuju Lembaga Mandiri Operasional” sukses digelar pada Sabtu pagi, 16 Mei 2026,…

1 hari ago

LPKAN Indonesia Soroti Risiko Fiskal, Tata Kelola MBG, dan Dampak Pelemahan Rupiah terhadap Hak Dasar Rakyat

Metro24, SURABAYA, 17 Mei 2026* Lembaga Pengawas Kinerja Aparatur Negara Indonesia (LPKAN) menilai situasi fiskal nasional 2026 memasuki fase yang…

1 hari ago

Muncul ke Publik, Aipda Slamet Hutoyo Akui Lakukan Penganiayaan, Kuasa Hukum Desak Polrestabes Surabaya Gelar Perkara

Metro24, SURABAYA - Nama anggota jajaran Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Aipda Slamet Hutoyo menjadi populer dalam sepekan terakhir ini.…

1 hari ago

Aliansi Madura Indonesia Kecam Sikap Cuek Bupati dan Dinas PUPR Bangkalan Soal Makam Pahlawan yang Terbengkalai

​metro24,BANGKALAN — Kondisi Taman Makam Pahlawan (TMP) di Jl. Soekarno-Hatta No. 45, Kelurahan Mlajeh, Bangkalan, memicu gelombang protes keras dari…

2 hari ago