News

Timur Tengah Memanas, Pekerja Migran Indonesia Asal Jateng Terus Dipantau

Metro24 – Pemerintah terus memantau kondisi pekerja migran Indonesia (PMI) yang berada di kawasan Timur Tengah.

Pemantauan dilakukan menyusul meningkatnya eskalasi konflik di sejumlah wilayah dalam beberapa waktu terakhir.

Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Dzulfikar Ahmad Tawalla mengatakan, pemerintah telah melakukan komunikasi intensif dengan perwakilan Indonesia di luar negeri sejak awal situasi geopolitik di kawasan tersebut memanas.

“Kita sudah melakukan komunikasi, kita pantau terus pergerakannya,” katanya seusai bertemu Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kamis (5/3/2026).

Menurut Dzulfikar, koordinasi terus dilakukan dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) maupun Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di sejumlah negara Timur Tengah. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kondisi warga negara Indonesia, termasuk para pekerja migran, tetap aman.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan nomor hotline yang dapat dihubungi oleh pekerja migran maupun warga Indonesia di kawasan tersebut.

“Prinsipnya, negara selalu hadir dalam setiap perubahan eskalasi yang ada di Timur Tengah,” jelasnya.

Terkait kemungkinan adanya PMI yang terjebak di sekitar wilayah konflik, Dzulfikar mengaku pihaknya masih melakukan pendataan. Hingga saat ini, laporan resmi dari para pekerja migran di lapangan masih terus dikumpulkan.

“Sekarang ini selain pekerja migran, ada juga jemaah umroh. Kalau kita lihat komposisinya pasti sejauh ini aman terkendali,” ujarnya.

Di sisi lain, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk memastikan keselamatan pekerja migran asal Jawa Tengah yang berada di luar negeri.

Ia mengatakan, pemantauan kondisi PMI merupakan bagian dari tanggung jawab pemerintah dalam memberikan perlindungan kepada warganya.

Bahkan, jika situasi di kawasan konflik semakin memburuk, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah siap mengambil langkah pemulangan bagi warganya.

“Kalau perlu kami pulangkan, maka akan kami lakukan,” ujar Ahmad Luthfi saat berdialog dengan Dzulfikar.

Menurut Luthfi, langkah tersebut tentu akan dilakukan dengan berkoordinasi bersama Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia serta Kementerian Luar Negeri.

Selain memantau dampak konflik di Timur Tengah, Pemprov Jawa Tengah juga terus melakukan pengawasan terhadap berbagai persoalan yang dialami pekerja migran asal daerahnya.

Misalnya ketika ada PMI yang menghadapi masalah di negara tempat bekerja atau diketahui berangkat tidak sesuai prosedur. Dalam kondisi seperti itu, pemerintah daerah langsung melakukan koordinasi untuk proses pemulangan.

Upaya serupa juga telah dilakukan belum lama ini terhadap belasan PMI dari total sekitar 50 pekerja migran yang mengalami persoalan di negara tempat mereka bekerja.

This post was published on 07/03/2026 4:17 pm

Admin Metro24

Recent Posts

Kapolres Gresik Ungkap Lima Kasus Kejahatan, Korban Bersyukur Motor dan Barang Berharga Kembali

Metro24, GRESIK - Kepolisian Resor (Polres) Gresik kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Dipimpin langsung Kapolres Gresik…

14 menit ago

LPKAN Jatim: Stok Qurban 2026 Surplus, Tapi Kesiapan SKKH dan Dampak Rupiah Melemah Jadi Kunci Lindungi Petani

Metro24, SURABAYA – Lembaga Pengawas Kinerja Aparatur Negara Provinsi Jawa Timur (LPKAN Jatim) mengapresiasi kesiapan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam…

5 jam ago

LPKAN Jatim: 24.365 Hewan Qurban Ditolak 2025, Pengawasan 2026 Harus Lebih Ketat*

Metro24, SURABAYA – Lembaga Pengawas Kinerja Aparatur Negara Provinsi Jawa Timur mencatat sebanyak 24.365 ekor hewan qurban ditolak masuk pasar…

6 jam ago

Masjid Nusantara dan Rumah Zakat Gelar Seminar Strategi Kemandirian Lembaga Umat

Metro24, YOGYAKARTA — Seminar bertajuk “Roadmap 5 Tahun Menuju Lembaga Mandiri Operasional” sukses digelar pada Sabtu pagi, 16 Mei 2026,…

1 hari ago

LPKAN Indonesia Soroti Risiko Fiskal, Tata Kelola MBG, dan Dampak Pelemahan Rupiah terhadap Hak Dasar Rakyat

Metro24, SURABAYA, 17 Mei 2026* Lembaga Pengawas Kinerja Aparatur Negara Indonesia (LPKAN) menilai situasi fiskal nasional 2026 memasuki fase yang…

1 hari ago

Muncul ke Publik, Aipda Slamet Hutoyo Akui Lakukan Penganiayaan, Kuasa Hukum Desak Polrestabes Surabaya Gelar Perkara

Metro24, SURABAYA - Nama anggota jajaran Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Aipda Slamet Hutoyo menjadi populer dalam sepekan terakhir ini.…

1 hari ago