Hukrim

Oknum TNI Terlibat Penyiraman Air Keras, DPR: Siapa Dalangnya Harus Diungkap

Jakarta. Metro24 – Anggota Komisi XIII DPR RI dari Fraksi PKB, Mafirion, meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus serangan air keras terhadap Wakil Koordinator Bidang Eksternal KontraS, Andrie Yunus.

Desakan ini muncul setelah Komandan Pusat Polisi Militer (Danpuspom) TNI mengungkap empat pelaku penyerangan merupakan oknum anggota Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI.

Mafirion mengapresiasi langkah TNI yang membuka keterlibatan anggotanya. Namun, ia menegaskan penanganan kasus tidak boleh berhenti di pelaku lapangan saja.

“Kami mengapresiasi pengungkapan pelaku, namun penanganan kasus ini tidak boleh berhenti pada pelaku lapangan semata. Aparat harus mengungkap siapa aktor intelektual dan membuka motif aksi kekerasan ini secara terang benderang. Keadilan substantif hanya bisa tercapai jika pusat kendalinya terbongkar,” ujar Mafirion di Jakarta, Rabu (18/3/2026).

Menurutnya, pengungkapan dalang di balik aksi tersebut menjadi kunci untuk menuntaskan kasus secara menyeluruh. Tanpa itu, penegakan hukum dinilai hanya menyentuh permukaan.

Ia juga menilai keterlibatan oknum intelijen negara dalam kasus ini sebagai sinyal serius bagi kondisi demokrasi.

“Fakta bahwa pelaku berasal dari institusi negara menunjukkan masih adanya ancaman nyata terhadap penegakan HAM dari pihak yang seharusnya menjadi pelindung. Motifnya harus dibuka, apakah ini bentuk intimidasi terstruktur terhadap aktivis? Negara tidak boleh kalah oleh praktik teror yang mengancam kebebasan sipil,” tegasnya.

Mafirion menduga ada upaya sistematis untuk membungkam aktivitas advokasi kemanusiaan. Karena itu, ia meminta aparat menelusuri lebih jauh pihak-pihak yang terlibat di balik layar.

Ia juga menekankan pentingnya hukuman berat bagi para pelaku untuk memberi efek jera.

“Sudah saatnya negara menunjukkan keberanian, bukan sekadar prosedur. Aparat wajib menelusuri siapa yang memerintah, membiayai, dan diuntungkan. Jika gagal mengungkap dalangnya, maka publik berhak bertanya: ada apa di balik diamnya kekuasaan? Keadilan tidak boleh berhenti di permukaan,” pungkas Mafirion.

Ia menegaskan, tanpa pengungkapan aktor intelektual, kepercayaan publik terhadap komitmen negara dalam melindungi warga bisa terus dipertanyakan.

This post was published on 20/03/2026 10:18 am

Admin Metro24

Recent Posts

Vonis 2 Bulan, Nyawa Melayang AMI Sebut Pengadilan Negeri Surabaya Gagal Total*

Metro24, Surabaya - Putusan kontroversial Pengadilan Negeri Surabaya yang hanya menjatuhkan hukuman dua bulan penjara terhadap pelaku kecelakaan lalu lintas…

7 menit ago

Polresta Sidoarjo Dorong Swasembada Pangan, Lahan Jagung di Balongbendo Siap Panen

Metro24, SIDOARJO -Upaya mendukung program swasembada pangan nasional terus digencarkan Kapolresta Sidoarjo Kombes. Pol. Christian Tobing melalui Polsek jajaran. Salah…

19 jam ago

Aksi Cepat Satlantas Polres Gresik Padamkan Motor Terbakar di Depan Terminal Bunder

Metro24, GRESIK – Respons cepat ditunjukkan jajaran Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Gresik saat membantu memadamkan kebakaran sepeda motor di…

19 jam ago

Antisipasi Dampak Gejolak Timur Tengah, Polisi Sidoarjo Masifkan Patroli Jaga Kamtibmas

Metro24, SIDOARJO -Sebagai langkah antisipasi terhadap potensi kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) akibat situasi geopolitik di Timur Tengah, Polresta Sidoarjo…

24 jam ago

Respons Cepat Satpolairud Polres Gresik Bantu Evakuasi Jasad Lansia di Dermaga Pelabuhan Petro

Metro24, GRESIK - Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) Polres Gresik bergerak cepat mengevakuasi jasad seorang pria lanjut usia yang…

1 hari ago

Bapanas RI dan Satgas Pangan Polres Gresik Sidak Pasar, Harga Bapokting Stabil

Metro24, GRESIK - Untuk menjaga stabilitas harga pangan, Badan Pangan Nasional (Bapanas) RI bersama Satgas Pangan Polres Gresik melakukan sidak…

1 hari ago