News

Pemkot Surabaya Dinilai Tidak Tegas, Gelombang Penertiban Dituding Menyasar ke Bawah

Metro24, SURABAYA -Kondisi sosial di Kota Surabaya dinilai sedang tidak baik-baik saja. Gelombang penertiban yang melanda berbagai sektor kini memicu polemik besar. Kebijakan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dituding hanya menyasar masyarakat kelas bawah, sementara sektor usaha kelas atas seolah mendapat hak istimewa.

 

Ketua Organisasi Sahabat Pemuda Surabaya (Sapura), Musawwi, yang akrab disapa Musa, menyatakan sikap kerasnya terhadap fenomena ini. Ia menilai ada ketidakadilan yang telanjang dipertontonkan oleh penguasa kota.

Musa menyoroti bagaimana jukir dipaksa setor 60% tanpa jaminan kesejahteraan, serta PKL yang diusir tanpa solusi relokasi.

 

“Cara-cara yang diterapkan Pemkot ini seperti cara preman. Main sikat, main angkut, tanpa mau mendengar jeritan warga yang sedang bertahan hidup,” tegas Musa, Jumat (17/4/2026)

 

Kritik paling tajam tertuju pada sikap tebang pilih aparat. Musa mempertanyakan keberanian Pemkot dalam menindak pelanggaran di sektor hotel dan spa yang diduga kuat menjadi sarang prostitusi.

 

​​”Kenapa kebijakan selalu mengarah ke bawah? PKL dan parkir digencet habis-habisan. Tapi lihat Hotel dan prostitusi berkedok spa yang jelas-jelas banyak pelanggaran, kenapa Pemkot tidak segarang itu?” tanya Musa retoris.

 

Sapura mendesak Pemkot Surabaya segera menghentikan cara-cara penertiban yang tidak manusiawi dan mulai membuka ruang dialog.

“Rakyat kecil kehilangan rumah dan mata pencaharian tanpa jaminan. Jika ini terus berlanjut, Surabaya bukan lagi kota pahlawan, tapi kota penindas rakyat kecil,” tutup Musa dengan nada getir.

 

(Redho)

This post was published on 18/04/2026 6:47 am

Admin Metro24

Recent Posts

Teror Dini Hari di Pulokerto : Ibu dan Bayi 11 Bulan Disekap 3 Pria Bertopeng, Polisi Didesak Segera Tangkap Pelaku

Metro24, Pasuruan, – Aksi teror mencekam terjadi di Dusun Wetan Dalem, Desa Pulokerto, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan, Kamis (16/04/2026) sekitar…

6 jam ago

Kisah Pak Sunarno Penjual Jamu Keliling di Pasar Sampoerna yang Menginspirasi

Metro24, SURABAYA -Di sudut-sudut kota, seringkali kita menjumpai para penjual jamu keliling yang dengan gigih berjalan dari satu tempat ke…

1 hari ago

Polsek Bubutan Diduga Tabrak UU SPPA, Kapolsek Tak Respons

Metro24, Surabaya – Sikap tertutup ditunjukkan oleh Kapolsek Bubutan, Kompol Sandi Putra, terkait sorotan tajam mengenai unggahan video mediasi kasus…

1 hari ago

Datangi Kantor DPP PKS di Jakarta, AMI Desak Presiden PKS Evaluasi Abu Bakar Al Habsyi*

Metro24, Jakarta - Aliansi Madura Indonesia (AMI) menunjukkan sikap tegas dengan mendatangi kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Keadilan Sejahtera…

1 hari ago

Resmi Dilaporkan ke Presiden, AMI Seret Abu Bakar Al Habsyi Lewat Setneg, PKS Didesak Bertindak Tegas*

Metro24, Jakarta - Aliansi Madura Indonesia (AMI) menunjukkan langkah tegas dalam merespons polemik yang melibatkan Abu Bakar Al Habsyi. AMI…

1 hari ago

Polres Gresik Ungkap Penimbunan 17 Ribu Liter Solar Subsidi, Satu Tersangka Diamankan

Metro24, GRESIK - Polres Gresik berhasil mengungkap kasus penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar subsidi dengan total barang bukti…

2 hari ago