News  

14 Ribu Jemaah Umrah RI Sudah Pulang, 158 Masih Tertahan di Arab Saudi

Metro24 – Pemerintah terus memantau proses kepulangan jemaah umrah Indonesia dari Arab Saudi.

Pemantauan dilakukan melalui kerja sama Kementerian Haji dan Umrah dengan Tim Fungsi Konsuler Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah.

Pendampingan difokuskan di Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, yang menjadi salah satu titik utama keberangkatan jemaah menuju Tanah Air.

Berdasarkan laporan pengawasan lapangan dari Staf Teknis Haji KJRI Jeddah pada 5 Maret 2026, sebanyak 2.735 jemaah umrah Indonesia terpantau menjalani proses kepulangan melalui berbagai maskapai penerbangan.

Seluruh penerbangan yang dipantau pada hari tersebut dilaporkan berjalan sesuai dengan jadwal keberangkatan.

Sejak 28 Februari hingga 5 Maret 2026, jumlah jemaah umrah Indonesia yang telah terpantau kembali ke Indonesia mencapai 14.796 orang.

Selain memantau kepulangan, petugas juga melakukan pengawasan terhadap kedatangan jemaah umrah Indonesia di Bandara Internasional King Abdulaziz.

Dalam periode yang sama, tercatat sebanyak 352 jemaah tiba dan terpantau oleh petugas di bandara tersebut.

Namun dalam proses pemulangan, tidak seluruh jemaah dapat langsung berangkat sesuai jadwal. Sebanyak 158 jemaah tercatat mengalami penundaan penerbangan.

Para jemaah tersebut saat ini berada di dua lokasi, yakni di Kota Jeddah dan Kota Makkah, sambil menunggu penjadwalan ulang penerbangan dari maskapai dan penyelenggara perjalanan.

Staf Teknis Haji pada Kantor Urusan Haji Jeddah, M. Ilham Effendy, mengatakan petugas terus berada di lapangan untuk memastikan seluruh proses berjalan lancar.

“Petugas terus berada di lapangan untuk memantau langsung proses keberangkatan jemaah umrah Indonesia di Bandara Internasional King Abdulaziz. Kami memastikan jemaah mendapatkan informasi yang jelas serta pendampingan selama proses kepulangan berlangsung,” ujar Ilham di Jeddah pada (5/3/2026).

Ia menambahkan, pemerintah juga terus berkoordinasi dengan maskapai penerbangan dan penyelenggara perjalanan untuk membantu jemaah yang mengalami penundaan keberangkatan.

“Bagi jemaah yang saat ini masih menunggu penjadwalan ulang penerbangan, kami terus melakukan koordinasi dengan maskapai dan penyelenggara perjalanan. Kami memastikan seluruh jemaah tetap mendapatkan pendampingan serta pelayanan yang diperlukan hingga dapat kembali ke Tanah Air dengan aman,” tambahnya.

Kemenhaj melalui perwakilan di Arab Saudi bersama Satgas Bandara terus melakukan pendampingan intensif, termasuk berkoordinasi dengan maskapai dan penyelenggara perjalanan umrah.

Hal ini dilakukan untuk memastikan seluruh jemaah memperoleh pelayanan yang baik serta dapat kembali ke Tanah Air dengan aman.

Selain itu, Kemenhaj juga menegaskan komitmennya untuk meningkatkan pengawasan dan perlindungan terhadap jemaah umrah Indonesia, baik selama berada di Arab Saudi maupun saat proses kepulangan.

Pemerintah juga mengimbau jemaah serta keluarga di Tanah Air untuk tetap tenang. Perkembangan di lapangan terus dipantau oleh petugas agar seluruh jemaah mendapatkan layanan dan pendampingan yang diperlukan.

Untuk membantu kelancaran proses kepulangan, Kemenhaj memberikan sejumlah imbauan kepada jemaah umrah.

Di antaranya memastikan dokumen perjalanan seperti paspor, boarding pass, dan identitas jemaah selalu tersimpan dengan baik. Jemaah juga diminta mengikuti arahan petugas dan pembimbing perjalanan selama berada di bandara maupun di hotel.

Selain itu, jemaah diminta memperhatikan informasi penerbangan dari maskapai atau penyelenggara perjalanan, terutama jika terjadi perubahan jadwal.

Jemaah juga diingatkan agar tetap berada dalam rombongan serta tidak meninggalkan lokasi yang telah ditentukan tanpa koordinasi dengan petugas. Menjaga kondisi kesehatan dengan cukup istirahat dan minum air juga dianjurkan selama menunggu proses keberangkatan.

Pemerintah memastikan seluruh proses pengawasan dan pendampingan dilakukan secara maksimal demi memberikan perlindungan serta pelayanan terbaik bagi jemaah umrah Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *