Metro24 – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyoroti dinamika global yang dinilai semakin tidak menentu.
Kondisi tersebut dipicu oleh meningkatnya eskalasi konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel yang berdampak pada stabilitas dunia.
Hal itu disampaikan Sigit saat menghadiri acara Silaturahmi Ramadan bersama DPD KSPSI Jawa Barat di PT NOK pada Jumat (6/3/2026) sore.
Menurut Sigit, pemerintah Indonesia terus mengambil peran aktif di tengah situasi global tersebut. Sebagai negara nonblok, Indonesia tetap menjalankan politik luar negeri bebas dan aktif untuk menjaga perdamaian.
“Tentunya saya sampaikan kepada rekan-rekan semua bagaimana pemerintah terus berusaha untuk bekerja keras sebagai negara non-blok untuk melaksanakan politik bebas dan aktif,” ujarnya.
Selain itu, Indonesia juga terus mendorong solusi damai bagi konflik di Timur Tengah. Pemerintah, kata Sigit, mendukung penyelesaian melalui pendekatan two-state solution bagi Palestina dan Israel.
“Kemudian Indonesia ingin berperan aktif untuk ikut mendamaikan Palestina dan Israel dengan usulan two-state solution,” imbuh Kapolri.
Tak hanya soal diplomasi, pemerintah juga disebut terus berupaya menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah tekanan global. Salah satunya melalui negosiasi perdagangan dengan Amerika Serikat.
Sigit menyebut pemerintah berhasil menurunkan tarif yang dikenakan Amerika Serikat terhadap Indonesia dari semula 32 persen menjadi 19 persen.
Di sisi lain, pemerintah juga akan memperkuat hilirisasi di berbagai sektor industri guna meningkatkan nilai tambah ekonomi dalam negeri. Sektor yang didorong antara lain industri otomotif, baterai listrik, hingga produksi minyak.
Melalui program Asta Cita, pemerintah juga berupaya memperkuat ketahanan pangan dan energi agar Indonesia tidak bergantung pada negara lain.
“Berbagai macam program Asta Cita ini juga terus didorong, sehingga di dalam kondisi apa pun Indonesia tetap bisa terjaga, khususnya dalam situasi menghadapi pertarungan, menghadapi berbagai macam tekanan,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Sigit juga mengajak kelompok buruh untuk turut menjaga stabilitas nasional dan iklim investasi agar tetap kondusif.
Menurutnya, seluruh sumber daya alam yang dimiliki Indonesia harus dikelola secara optimal demi kepentingan masyarakat.
“Dalam situasi global seperti saat ini, kondisi seperti saat ini, mau tidak mau Indonesia harus bisa mandiri, harus bisa berdiri di atas kaki sendiri,” jelasnya.
“Oleh karena itu tentunya kita harus bisa mengelola seluruh sumber daya alam yang kita miliki untuk kemudian betul-betul kita manfaatkan untuk masyarakat kita, bangsa kita,” sambungnya.
Di akhir sambutannya, Sigit juga mengingatkan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya bagi kalangan buruh. Hal itu dinilai penting agar tenaga kerja Indonesia mampu bersaing dengan negara lain.
“Sehingga ketika ada program-program yang terkait dengan masalah hilirisasi, hal-hal yang kemudian memang harus kita dorong untuk kualitas SDM kita harus siap, maka buruh-buruh kita tidak kalah dengan negara lain, karena ini bagian dari kompetisi kita dengan negara-negara yang ada,” pungkasnya.












