News  

Viral Polisi Berlutut Cegah Warga Nyaris Bentrok di Manggarai

CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v80), quality = 85?

Metro24 – Ketegangan sempat terjadi di Desa Bula, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, Senin (16/3/2026).

Ratusan warga dari dua kelompok hampir terlibat bentrokan di Jalan Trans Flores yang menghubungkan Ruteng dan Labuan Bajo.

Dua kelompok warga yang terlibat berasal dari Gendang Kaca dan Gendang Bung Leko. Mereka sempat saling berhadapan di badan jalan hingga memicu suasana mencekam.

Peristiwa tersebut terekam dalam sebuah video yang kemudian viral di media sosial melalui akun Facebook @Hendrik Ilo. Dalam rekaman itu terlihat warga dari kedua kubu telah bersiap dengan berbagai senjata tradisional.

Sebagian warga tampak membawa parang, tongkat panjang yang diduga tombak, hingga batu. Mereka mengenakan pakaian sehari-hari yang dipadukan dengan atribut adat Manggarai seperti ikat kepala kain dan peci khas daerah setempat.

Situasi sempat berada di titik kritis ketika massa dari dua kelompok sudah berada dalam jarak sangat dekat dan berpotensi saling serang. Jalan Trans Flores yang biasanya dilalui kendaraan antarwilayah pun seketika berubah menjadi titik rawan konflik.

Ketegangan akhirnya mereda setelah aparat kepolisian dari Polres Manggarai turun tangan. Polisi langsung berupaya memisahkan kedua kelompok warga agar tidak terjadi bentrokan.

Salah satu momen yang menarik perhatian dalam video tersebut adalah ketika seorang anggota polisi terlihat berlutut di atas aspal di antara dua kelompok warga. Dengan kedua tangan terkatup, ia memohon agar massa menahan diri dan tidak melakukan kekerasan.

Sementara anggota lainnya terus memberikan imbauan kepada warga agar mundur dan tidak terpancing emosi. Pendekatan persuasif dan dialogis dilakukan untuk meredakan ketegangan yang sudah memuncak.

Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil. Warga dari kedua belah pihak perlahan menahan diri sehingga situasi yang semula memanas berhasil dikendalikan tanpa terjadi bentrokan.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda NTT, Kombes Pol. Henry Novika Chandra, SIK, MH mengatakan Polri selalu mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis dalam menangani potensi konflik di masyarakat.

“Dalam situasi yang berpotensi konflik, anggota kami di lapangan selalu mengedepankan pendekatan dialog dan kemanusiaan. Tujuannya adalah mencegah terjadinya kekerasan dan memastikan keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas utama,” ujar Kabidhumas Polda NTT.

Ia menambahkan, kepolisian telah memberikan imbauan kepada warga agar tidak mudah terprovokasi oleh isu yang dapat memicu konflik.

Polisi juga mengajak seluruh pihak menjaga persaudaraan serta menciptakan suasana damai di wilayah Manggarai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *