Metro24, Surabaya — Semangat memperkuat persaudaraan umat kembali digaungkan melalui kajian bertema “Perkuat Ukhuwah dengan Menghargai Sesama” yang digelar di Surabaya. Kegiatan tersebut menghadirkan Ustadz Nafi’ Unnas bersama M. Syukron Djazilan Badri, ulama dan akademisi ternama asal Surabaya.
Dalam tausiyahnya, Dr. KH. M. Syukron Djazilan Badri, M.Ag. menegaskan bahwa ukhuwah Islamiyah harus dibangun di atas dasar iman, adab, dan sikap saling menghormati. Menurutnya, perbedaan pandangan dalam kehidupan bermasyarakat tidak seharusnya menjadi sumber perpecahan.
“Persaudaraan akan tetap kokoh apabila setiap individu mampu menjaga lisan, menghargai sesama, dan menempatkan akhlak sebagai prioritas dalam berinteraksi,” ujarnya di hadapan jamaah.
Dr. KH. M. Syukron Djazilan Badri diketahui merupakan Pengasuh sekaligus Pimpinan Pondok Pesantren Mahasiswa Al Jihad Surabaya, yang aktif membina mahasiswa dalam penguatan intelektual dan spiritual keislaman.
Sementara itu, Ustadz Nafi’ Unnas menyampaikan bahwa menghargai sesama merupakan cerminan kedewasaan iman dan kematangan berpikir. Ia mengajak jamaah untuk membangun komunikasi yang santun, memperbanyak prasangka baik, serta mengutamakan persatuan dalam kehidupan sosial.
Ustadz Nafi’ Unnas merupakan alumni Pondok Modern Darussalam Gontor, serta dosen Bahasa Arab di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya. Selain aktif dalam dunia akademik, ia juga menjadi pembimbing ibadah umrah di wilayah Jawa Timur bersama Samira Travel.
Kajian yang berlangsung di Rungkut Tengah tersebut diikuti oleh jamaah dari berbagai kalangan, mulai dari tokoh masyarakat, remaja masjid, hingga keluarga sekitar. Acara diawali dengan pembacaan shalawat dan dzikir bersama, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi serta dialog interaktif. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan mewarnai jalannya kegiatan. Para peserta tampak antusias mengikuti rangkaian acara hingga selesai.
Melalui kegiatan ini, panitia berharap nilai-nilai ukhuwah semakin tertanam dalam kehidupan sehari-hari sehingga tercipta masyarakat yang harmonis, religius, dan saling menghargai di tengah keberagaman.
(Redho)












