Metro24, SURABAYA – Pemilik grup dan fanspage Facebook wajib ekstra waspada. Tren penipuan terbaru menargetkan pengelola komunitas online dengan tawaran “membeli grup” harga fantastis mulai Rp5 juta hingga Rp20 juta, seperti yang dilakukan penipu dengan nomer Whatsapp 081374181411 ini, pada Sabtu (25/10/2025).
Si penipu berpura-pura membeli grup Facebook untuk digunakan Shopee Affiliate.
Tapi di balik angka besar itu, ada trik rapi yang bisa membuat pemilik kehilangan kontrol total atas grup dalam hitungan menit.
Syaratnya tampak sederhana namun berbahaya, semua admin lain dikeluarkan sehingga hanya tersisa satu admin, lalu pemilik diminta mengundang kembali akun yang tampaknya milik admin lama.
Di sinilah jebakan pelaku telah membuat akun duplikat menyamarkan dirinya sebagai admin lama lalu meminta diangkat menjadi admin kembali.
Setelah akun palsu itu jadi admin, pelaku langsung mengeluarkan pemilik asli dan menguasai grup atau fanspage.
Modus ini mengandalkan dua hal, kepercayaan cepat dan ketidaktelitian pada identitas akun.
Sifatnya menyerang kelemahan prosedur pengelolaan grup yang mudah dikomodifikasi.
Akibatnya, banyak komunitas yang kehilangan akses, data, dan anggota aktif serta berujung pada kerugian reputasi dan ekonomi kalau grup tersebut monetisasi.
Langkah pencegahan praktis (harus dilakukan pemilik dan admin)
1. Jangan pernah menghapus admin kecuali ada proses audit internal. Selalu simpan minimal dua admin tepercaya.
2. Verifikasi identitas akun sebelum melakukan perubahan, periksa profil, foto, teman bersama, dan aktivitas lama. Akun duplikat biasanya baru dibuat dan minim aktivitas.
3. Gunakan fitur keamanan Facebook: aktifkan notifikasi admin, catat riwayat perubahan pengurus, dan batasi siapa yang bisa menambahkan admin.
4. Simpan bukti komunikasi (screenshot, chat, bukti transaksi) bila ada yang menawarkan pembelian.
5. Ajak pelaku (penipu) telpon video call.
Jika sudah terlanjur kehilangan akses segera laporkan ke Help Center Facebook melalui fitur “Report a compromised account” dan “Report a hacked group”, juga laporkan ke pihak kepolisian setempat dengan bukti transaksi dan komunikasi, terutama jika ada aliran dana.
Tawaran besar memang menggoda, tapi harga itu tidak sebanding bila komunitas dan reputasi hilang.
Selalu utamakan kehati-hatian, verifikasi ganda, dan SOP internal yang kuat. Grup dan fanspage adalah aset digital lindungi layaknya aset nyata.
(Redho)
This post was published on 26/10/2025 2:31 pm
Metro24, GRESIK - Kepolisian Resor (Polres) Gresik kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Dipimpin langsung Kapolres Gresik…
Metro24, SURABAYA – Lembaga Pengawas Kinerja Aparatur Negara Provinsi Jawa Timur (LPKAN Jatim) mengapresiasi kesiapan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam…
Metro24, SURABAYA – Lembaga Pengawas Kinerja Aparatur Negara Provinsi Jawa Timur mencatat sebanyak 24.365 ekor hewan qurban ditolak masuk pasar…
Metro24, YOGYAKARTA — Seminar bertajuk “Roadmap 5 Tahun Menuju Lembaga Mandiri Operasional” sukses digelar pada Sabtu pagi, 16 Mei 2026,…
Metro24, SURABAYA, 17 Mei 2026* Lembaga Pengawas Kinerja Aparatur Negara Indonesia (LPKAN) menilai situasi fiskal nasional 2026 memasuki fase yang…
Metro24, SURABAYA - Nama anggota jajaran Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Aipda Slamet Hutoyo menjadi populer dalam sepekan terakhir ini.…