News  

Gova Risky Pratama Apresiasi Polres Kuansing Telah Peduli Aset Pemda

Kuantan Singingi – Tim Polres Kuansing telah melakukan pengechekan serta penertiban PETI di kebun karet Pemda, pasalnya informasi yang beredar ada kegiatan PETI di lokasi tersebut, Selasa 3/11/25

Hal ini di sampaikan Gova kepada metro24 bahwa Kapolres Kuansing telah peduli Aset Pemda, ia mengapresiasi dan mau langsung perintahkan tim untuk terjun lapangan.

” Iya tadi ada pkl 11:30 Wib turun kelokasi kebun Pemda, sayangnya tidak ada di temukan aktivitas penambangan ilegal, sebelumnya sayapun dapat informasi bahwa ada kegiatan tersebut ” ujar Gova.

Ia selaku pihak ketiga pengelola kebun Pemda berharap kepada masyarakat Kuansing, jika ada kegiatan aktivitas PETI segera infokan agar kita laporkan kepada APH.

” Mari kita selamatkan kelestarian lingkungan serta menjaga aset daerah, jangan biarkan oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab pora-porandakan demi keuntungan pribadi, sebab kebun tersebut adalah milik kita semua masyarakat Kuansing.

Kapolres Kuantan Singingi AKBP R. Ricky Pratidiningrat, S.I.K., M.H., melalui Kasat Reskrim IPTU Gerry Agnar Timur, S.Tr.K., S.I.K., M.H. menjelaskan bahwa kegiatan pengecekan ini merupakan bentuk tindak lanjut dari laporan masyarakat sekaligus upaya penegakan hukum terhadap praktik pertambangan tanpa izin yang merusak lingkungan.

“Setelah menerima laporan terkait dugaan aktivitas PETI di kawasan Perkebunan Karet Pemda Kuansing, kami langsung menurunkan tim untuk melakukan penyelidikan dan pengecekan di lapangan,” ujar IPTU Gerry Agnar Timur.

Tim yang terdiri dari personel Unit Tipidter dan Opsnal Sat Reskrim Polres Kuansing bergerak menuju lokasi sekitar pukul 10.30 WIB. Dari hasil pemeriksaan, kata IPTU Gerry, tidak ditemukan adanya aktivitas penambangan maupun alat berat di lokasi yang dilaporkan. Namun, petugas menemukan dua unit rakit dompeng yang berada di lokasi dalam kondisi tidak beroperasi.

“Dari hasil pengecekan, tidak ditemukan aktivitas penambangan. Namun, terdapat dua rakit dompeng yang sudah tidak beroperasi dan langsung kami musnahkan dengan cara dibakar di tempat,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *