Metro24 – Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur–Bali memastikan kondisi Jembatan Suramadu dalam keadaan aman dan layak digunakan oleh kendaraan.
Kepastian tersebut disampaikan Kepala Satuan Kerja Preservasi Jalan Bebas Hambatan Jembatan Suramadu BBPJN, Suparyanto. Ia menyebut, pemeliharaan jembatan dilakukan secara berkala untuk menjaga kualitas struktur dan keselamatan pengguna.
“Ada perbaikan perkerasan aspal berupa penambalan lubang. Kami rutin melakukan pemantauan dan pemeriksaan kondisi struktur jembatan,” kata Suparyanto dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (21/2/2026).
Selain perbaikan fisik seperti penanganan perkerasan aspal dan expansion joint, pengelolaan jembatan juga dilakukan dengan pendekatan modern berbasis teknologi.
Menurut Suparyanto, pemeriksaan struktur kini dilengkapi dengan sensor yang mampu merekam data teknis secara real time, mulai dari getaran, pergeseran, hingga tegangan elemen jembatan. Data tersebut kemudian dianalisis oleh tim teknis sebagai dasar pengambilan keputusan berbasis kondisi aktual di lapangan.
Pengawasan kondisi jembatan tidak hanya mengandalkan sistem digital. Pemeriksaan rutin juga dilakukan langsung oleh penilik jalan dan patroli PAM Satker PJBH Suramadu.
Kehadiran tim di lapangan memungkinkan potensi gangguan atau kerusakan terdeteksi lebih dini. Penanganan cepat dalam kurun waktu 1×24 jam menjadi bagian dari komitmen pelayanan publik yang responsif dan profesional.
Dalam aspek keamanan, Satker PJBH Suramadu juga menjalin koordinasi lintas sektor dengan kepolisian. Kerja sama tersebut disebut telah memberikan dampak nyata dalam menjaga keamanan kawasan jembatan.
Salah satu hasilnya adalah keberhasilan menggagalkan upaya pencurian kabel di area jembatan, yang berpotensi mengganggu fungsi prasarana vital tersebut.
Dengan seluruh rangkaian kegiatan preservasi yang dilakukan, BBPJN menegaskan bahwa kondisi Jembatan Suramadu tetap dalam status aman.
“Dengan seluruh rangkaian kegiatan preservasi yang telah dilakukan, Satker PJBH Suramadu menegaskan bahwa Jembatan Suramadu berada dalam kondisi aman dan layak digunakan. Keselamatan pengguna menjadi prioritas utama, sejalan dengan visi pembangunan infrastruktur nasional yang berorientasi pada keberlanjutan dan kesejahteraan masyarakat,” kata Suparyanto.
Sebagai infrastruktur strategis, Jembatan Suramadu tidak hanya menjadi ikon kebanggaan nasional, tetapi juga berperan penting sebagai penghubung mobilitas dan penggerak ekonomi kawasan Jawa–Madura.
Suparyanto turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan preservasi, mulai dari tim teknis, penilik jalan, patroli keamanan, aparat kepolisian, hingga masyarakat pengguna jembatan yang ikut menjaga keberlanjutan fungsi infrastruktur tersebut.












