Metro24, SURABAYA -Biro Pendidikan Keagamaan dan Dakwah LDII Rungkut Kidul memberikan pelatihan peramutan jenazah bagi warga LDII Rungkut Kidul. Pelatihan yang berlangsung di Masjid Miftahul Huda Rungkut Kidul ini bertujuan meningkatkan pemahaman warga LDII Rungkut Kidul terhadap tata cara peramutan jenazah sesuai syariat Islam, Jum’at (19/06/2026).
Pelatihan dipandu oleh Ustadz Purwanto dan Ustadz Mashuda dari Biro Pendidikan Keagamaan dan Dakwah LDII Rungkut Kidul. Ustadz Purwanto mengatakan, musibah kematian datangnya sewaktu-waktu dan kita harus siap untuk bisa meramut jenazah, “Untuk itu LDII berkewajiban memberikan pemahaman teknis pelaksanaan peramutan jenazah kepada seluruh warga LDII,” ujarnya.
Ustadz Purwanto menjelaskan, tahapan proses peramutan jenazah dimulai setelah adanya kabar meninggalnya seseorang. Selanjutnya beberapa pengurus dan keluarga melakukan musyawarah untuk menyediakan tempat memandikan dan memakamkan jenazah.
Ia menjelaskan, pengurus yang bertugas meramut jenazah dibagi dalam dua kelompok, yakni bertugas meramut jenazah dan menggali kubur. Kelompok peramut jenazah menyiapkan peralatan untuk memandikan dan mensucikan jenazah.
“Memandikan jenazah dilakukan di ruang tertutup. Jenazah perempuan dimandikan oleh perempuan dan jenazah laki-laki dimandikan oleh laki-laki,” terangnya.
Adapun tahap memandikan jenazah, Ustadz Purwanto menerangkan, pertama dibersihkan dari kotoran atau najis (BAB atau air kencing). Selanjutnya menyiram dan membasuh dari kepala ke kaki sampai bersih (dengan sabun). Jenazah diposisikan miring ke kanan kemudian disiram dan miring ke kiri juga disiram.
Selanjutnya, pengurus peramut jenazah menyiapkan kain kafan tiga lapis sesuai kebutuhan besar kecilnya jenazah. Jenazah yang sudah dimandikan diangkat ke kain kafan yang sudah disiapkan.
“Membungkus jenazah dilakukan dari kanan dan kiri. Posisi tangan sedekap seperti sedang salat dan kaki lurus rapat, bisa diikat dengan tali kain kafan. Kain kafan dengan ukuran yang ada dipotong sebanyak enam potong, masing-masing untuk membungkus dan sebagai tali,” jelas Ustadz Purwanto
Melalui pelatihan ini, LDII Rungkut Kidul berharap warga LDII memiliki pemahaman yang benar dan sesuai tuntunan syariat dalam meramut jenazah.
Dengan adanya dukungan dan antusiasme yang tinggi, kegiatan ini membuktikan bahwa edukasi tentang peramutan jenazah merupakan langkah positif LDII dalam mempersiapkan individu yang siap memberikan kontribusi di berbagai situasi.
“Semoga kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan guna memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai dinamika kehidupan”tutup Ustadz Purwanto
(Redho Fitriyadi)












