Begini Cara Qadha Puasa Ramadan, Yuk Simak!

Metro24 – Puasa Ramadhan merupakan ibadah wajib bagi setiap Muslim yang telah memenuhi syarat, yakni baligh, berakal, dan tidak memiliki uzur syar’i. Kewajiban ini menjadi salah satu rukun Islam yang harus ditunaikan sesuai ketentuan syariat.

Meski demikian, Islam memberikan keringanan bagi umatnya dalam kondisi tertentu. Seseorang diperbolehkan tidak berpuasa Ramadhan apabila mengalami uzur seperti sakit atau sedang melakukan perjalanan jauh (musafir).

Namun, puasa yang ditinggalkan tersebut tidak gugur begitu saja, melainkan wajib diganti di hari lain melalui qadha puasa.

Pelaksanaan qadha puasa Ramadhan memiliki ketentuan yang harus diperhatikan. Tidak hanya menahan lapar dan haus, puasa pengganti ini juga menuntut niat yang benar, waktu pelaksanaan yang sesuai, serta menjaga adab dan amalan selama berpuasa.

Mengutip laman MUI, berikut penjelasan mengenai niat dan tata cara mengganti puasa Ramadhan dengan benar.

Niat puasa qadha Ramadhan

Niat merupakan syarat sah puasa, termasuk puasa qadha Ramadhan. Niat dapat dilakukan di dalam hati, dan boleh dilafalkan dengan lisan sebagai bentuk penegasan.

Berikut lafal niat puasa qadha Ramadhan:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلَّهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an qadha’i fardhi syahri Ramadhana lillahi ta’ala.

Artinya: Aku berniat untuk mengqadha puasa bulan Ramadhan esok hari karena Allah SWT.

Adapun waktu niat puasa qadha Ramadhan harus dilakukan sebelum terbit fajar atau sebelum waktu imsak. Hal ini karena puasa qadha termasuk puasa wajib, sehingga niatnya tidak boleh dilakukan setelah matahari terbit, berbeda dengan puasa sunnah yang masih membolehkan niat di siang hari.

Cara mengganti puasa Ramadhan yang benar

Mengganti puasa Ramadhan atau qadha puasa merupakan kewajiban bagi umat Islam yang meninggalkan puasa karena uzur syar’i. Agar sah dan sesuai ketentuan, pelaksanaannya perlu memperhatikan beberapa hal berikut.

1. Niat

Niat menjadi syarat sah puasa qadha Ramadhan. Niat dilakukan di dalam hati dan boleh dilafalkan dengan lisan untuk mempertegas. Karena termasuk puasa wajib, niat harus dilakukan sebelum terbit fajar atau sebelum waktu imsak.

2. Sahur

Sahur dianjurkan dalam puasa qadha Ramadhan meskipun tidak menjadi syarat sah. Sahur mengandung keberkahan dan membantu menjaga kekuatan tubuh selama menjalankan puasa. Waktu sahur berlangsung hingga mendekati terbit fajar.

3. Menjalankan puasa sejak fajar hingga magrib

Puasa qadha dilaksanakan dengan menahan diri dari makan, minum, dan hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga terbenam matahari. Ketentuan ini sama seperti puasa Ramadhan.

4. Menjaga diri dari hal yang membatalkan dan mengurangi pahala puasa

Selain hal-hal yang membatalkan puasa, orang yang menjalankan puasa qadha juga dianjurkan menjaga lisan, pandangan, serta perbuatan dari hal yang dapat mengurangi nilai ibadah, seperti berkata kasar atau melakukan perbuatan tercela.

5. Berbuka puasa

Berbuka puasa dilakukan saat matahari terbenam. Dianjurkan untuk menyegerakan berbuka dan memulainya dengan makanan sederhana, seperti kurma atau air putih. Berdoa saat berbuka juga dianjurkan sebagai bentuk syukur kepada Allah SWT.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *