Semarang. Metro24 – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi angkat bicara usai insiden Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi terhadap Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq.
Luthfi menegaskan pentingnya menjaga integritas dan membangun birokrasi yang bersih di lingkungan pemerintah daerah.
“Kita menghormati penyidikan yang dilakukan KPK. Ini menjadi pembelajaran bagi seluruh pejabat publik untuk menjalankan good governance,” ujar Luthfi seusai Rakor Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang, Selasa (3/3/2026).
Ia mengaku telah mengingatkan seluruh bupati dan wali kota di Jawa Tengah agar berhati-hati dalam menjalankan tugas serta tidak melanggar hukum.
“Kita harus menciptakan birokrasi yang bersih dengan jalan tidak melanggar hukum,” tegasnya.
Sebagai informasi, KPK sebelumnya mengamankan Fadia Arafiq dalam OTT yang digelar di Semarang. Ia diamankan bersama orang kepercayaan dan ajudannya.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyebut penindakan tersebut berkaitan dengan dugaan suap proyek pengadaan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan. Ketiganya kemudian dibawa ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Kasus ini menjadi sorotan publik dan menambah daftar kepala daerah yang terseret perkara dugaan korupsi.










